12

12 tahun pernikahan

Moz 12 Anniv

crossed path when we’re really young. being friends – like for centuries. twenty years together. twelve years of marriage. in many ways, life has been on fast-forward. we’ve learned a great deal. still about each other. dreams. hopes. wishes. about our keep-on-changing roles in this world. about ourselves. about our little family. about the marriage. and why it’s worth fighting for.

yuhuuuu.. 12 tahun!

hari pernikahan di tahun ke-12 kali ini berlangsung seperti hari2 biasa, no romantic date (ya iyaa orang lagi LDR) hahaha, trus no special message things whatsoever.. karena buat kami yg lebih penting adalah saat kami memutuskan bersama (it’s gonna be our 20th anniversary this year) daaaan month-iversary atau bulanan, jadi tiap tanggal 3 di tiap bulannya, kami mewajibkan masing2 untuk nyapa, curcol, yaaa pokoknya update feeling lah.. kalau lagi ngga jauh2 amat LDRannya kami akan mengusahakan ketemu buat nge-date.. cara ini efektif buat kami berdua yg suka sibuk sendiri2 dan demi merutinkan nge-date wajib seperti yg sudah sy tulis di posting 10 tahun pernikahan disini

kenapa bulanan?

well, kalau harian kok rasanya terlalu lebay buat kami…  “darling, selamat hari jadian ke 7165 hari yaaa…” begitulah kira-kira, hihihi.. dan ngga ada refleksi yg bisa diupdate juga..

kalau mingguan, ya bingung milih hari.. masa iya mau seninan? kamisan? atau jumatan? hahaha..

dan sebenarnyalah sampai tahun ke-12 ini kami berdua masih berdarah2 buat berpegang pada 10 rules itu:

  1. being apart is fine…
  2. blast from the past…
  3. communicate well…
  4. …but don’t expect perfect communication…
  5. don’t compete… 
  6. learn to say sorry…
  7. show love… 
  8. laugh hard…
  9. go on dates…
  10. you can’t change someone, but someone can change…

dan meskipun sudah bareng 20 tahun pun – karena kita menjalani dunia yang berbeda, maka selalu ada juga hal baru yg kami pelajari satu sama lain..

hal terbaru yg kami pelajari di tahun terakhir berkaitan dengan keberadaan anak dan conflict resolution.. yaaa meski sudah bersama dua puluh tahun tapi ya masih adaaaa aja konflik.. maklum keduanya kepala batu dan sedikit…

selfish

^^,

sebenarnya, kami males berantem dan ngga suka juga sih berantem di depan anak.. tapi pada prakteknya, lah wong kami cuman bertiga dan ngga ketemu tiap hari, ya berantemnya pas ketemu itu dong yaa..

=======================

eh sebenarnya kenapa ortu bisa berantem?

yaaa karena perubahan keadaan dari pasangan ke ortu itu itu ngga mudah loo, bahkan bagi pasangan yg dulunya baik2 aja, bukan si anak sumber masalahnya, tapi ya si pasangan itu sendiri, seharusnya si pasangan ini sadar bahwa mereka masih harus terus belajar adaptasi dengan keadaan baru (terus menerus dan sepanjang hidup) nah apalagi dengan ditambah keberadaan anak.. psssst… situasi yg baru dan kenyataan sudah bersama sekian lama itu malah konon cenderung membuat pasangan less patient dan less flexible looooh sama pasangannya..

eh lantas  apa kabar anak yang ortunya sering berantem?

hahaha.. gini nih yaaaa.. sy belajar bahwa… anak usia dini yg dibesarkan sambil ngelihat ortu berantem (lebih-lebih lagi kalau berantemnya yg destructive – maksudnya yg dgn penuh energi kebencian entah dengan kata-kata yg insulting atau bahkan pakai fisik juga) akan sama bermasalahnya dengan anak yg lihat ortunya minim berantem (jadi aslinya berantem cuman yg ditunjukin yg baik2 aja di depan anak, huh, sandiwara banget! palsu.. pssst, padahal anak-anak bisa ngerasain emosi ortu dgn non-verbal anger lo! aura buruk tuuuuu! *emosi jiwa)

karena apa efeknya sama? karena si anak ngga akan belajar ttg emosi seutuhnya.. taunya “negatif aja” atau “positif aja”.. salah satu efek dahsyatnya adalah si anak akan mudah merasa insecure! hal ini akan terlihat mulai muncul pada anak2 di usia taman kanak-kanak (bayangkan susahnya posisi sang guru TK dooong – lah malah curhat) and it could last a lifetime!

apa semua pertengkaran berakibat buruk pada anak?

beberapa artikel menyatakan bahwa ngga semua pertengkaran itu berakibat buruk pada anak, bahkan dalam hal tertentu anak-anak bisa mendapatkan sesuatu dari rangkaian konflik tersebut… terutama bila pertengkarannya melibatkan negosiasi dan diskusi tentang kompromi dan dukungan antar pasangan.. alias pertengkarannya diselesaikan baik-baik dan eksplisit.. maka pertengkaran tersebut akan menumbuhkan social-skills dan kepercayaan diri yang lebih baik, efek kelanjutannya di masa mendatang imun-nya akan lebih tinggi terhadap masalah-masalah psikologis nantinya.. pertengkaran macam ini disebut constructive conflicts..

byuh… it does take a lifetime (dan kekuatan mata dan hati) to learn parenting yaaa!

=========================

ok kembali ke kami berdua..

jadi biasanya kami ngga melibatkan anak, kami berdua taunya it’s not his job to fix us, it’s ours.. BUT, teori juga menyatakan bahwa Kids are sophisticated conflict analysts; the degree to which they detect emotion is much more refined than parents might guess.” ehem.. dan tahun ini kami membuktikannya dengan memberikan kesempatan stan untuk melibatkan diri dengan kesadaran dan kerelaan hati, eh dan kekesalan hati kali ya, nih pasangan udah dewasa ngapain juga pake berantem sih yaaaa, hahaha, maafkan kami ya nak..

jadi suatu ketika, saat berantem, kami memutuskan buat misah dulu, duduk sendiri2 lah jauhan tapi ngga pake batas2 gitu kayak anak es de atau kaya di musholla, hihihi… biar adem kepalanya dan adem hatinya.. saat misah itu stan ke sy untuk memastikan sy ngga apa-apa atau butuh apa-apa (aaaah, isn’t he sweet?), kemudian menghampiri papanya ngajakin diskusi.. setelah ngerasa adem, baru kami berdua diskusi yang ujung-ujungnya malah mbahas stan..

pssst dia bilang apa tadi? wah dia segitunya ya.. tuh kan stan mikirnya gituh.. kok bisa ya dia kepikir gituh.. eh kalian ngobrolnya pake bahasa apa? soalnya kami diskusi in English lo, takjub ngga sih… kebanyakan nonton drama kali tuh… dll, hahaha.. dan kami berduapun baikan dan kembali kompak, dan ngga nahan buat nemuin stan buat berpelukan bertiga… we feel so blessed and thankful to be together..

Selamat hari Cinta =)

 

 

notes:

studi2 ttg melibatkan anak dalam konflik ortu dibaca dari publikasi riset Prof. E. Mark Cummings dan artikel lain dengan kata kunci tsb, salah satunya adalah artikel ini: “The Developmental Costs and Benefits of Children’s Involvement in Interparental Conflict” kalau ngga bisa unduh, minta ke sy aja kalau minat baca, artikel ini 40 halaman..

 

 

 

Advertisements
11

Imej diri (2)

Bukan kelanjutan dari posting ttg Imej Diri kemaren, cuman masih berkaitan lah.

kan sy tergabung dalam PhD coach di kampus, bidang presentasi, jadi sy bertugas sebagai coach dalam workshop intensif ttg presentasi akademik buat phd2 baru di tahun ini

(ngomongnya kalem, padahal teriaknya ke penjuru dunia sambil lonjak2 – i am an official phd coach! ^^, uhuk.. maaf, orang ngga pede trus naik kelas itu rasanya seneng banget, hihihi, kalem lagi yaaak *peace ^^v )

salah satu materi adalah membangun Imej Diri saat presentasi – yg berawal dengan kegiatan mengenal diri sendiri 

mendadani imej diri saat presentasi itu dianggap penting banget karena taulah, waktu kita presentasi di depan orang lain kan hanya 15-20 menit saja.. selain content yg jelas penting, maka tampil mempesona di pandangan pertama itu hukumnya wajib

nah, sebagai profesional di bidang akademis yang kompetitif, imej diri yang harus dibangun itu adalah imej “terpelajar” – educated lo yaaa bukan complicated kayak relationships2 di facebook, wkwkwk… imej terpelajar itu didukung oleh dua unsur: being warm and looking professional.

being warm itu terkait bahasa tubuh: senyum, tatapan mata, dan sikap terbuka (apapun yang menunjukkan rasa percaya diri yang cukup – ngga lebay)

looking professional itu terkait dengan penampakan: rapi, simpel, dan sesuai (secukupnya, not too flashy but not under-dressed, dengan warna muted – grey, black, navy blue atau senada dengan apa yg akan dipresentasikan)

TEORI-nya begitu..

kembali ke kegiatan awal nih ya.. waktu itu ada sekitar 80an phd baru dan 10 coaches (termasuk sy ^^) masing-masing diberi banyak stiker polkadot 2 warna, biru dan merah, kami berkeliling saling menyapa (nyapa aja lo ya, ga pake ngobrol apalagi ngopi bareng hihihi :p), kemudian satu sama lain menempel stiker biru atau merah di punggung lawan bicara.. biru berarti lebih gede kesan profesional, merah berarti lebih gede kesan warm.. iyaaa ini tentang kesan pertama..

note: sy sudah tahu kegiatan ini sebelumnya, jadi persiapan matang dong, pake baju kantoran banget, blus dengan setelan blazer hitam, dan heels 10cm.. wkwkwk rambut diikat rapi, pake bedak dan pake lipstik… alamaaaak.. kayak mahasiswa magang deh pokoknya, hehehe

coba tebak bagaimana hasil pendapatan stiker saya???

13

Imej diri

ceritanya ini saat sy bertemu seorang mbak2 Indonesia di salah satu acara ppie, persatuan pelajar indonesia di enschede, yg membernya dulu jaman sy kuliah master cuman se-imit (kebanyakan master student dan sedikit phd), sekarang anggotanya banyaaaaak bangeth (karena sekarang s1-s2-s3 makin banyak aja yg kemari), gilaaaa…

lantas benernya sy bukan orang yg bisa memulai suatu obrolan, cuman ini pas lagi kepentok aja karena saat itu sy lagi duduk sambil makan, trus S – seorang kenalan sy datang bersama temennya, Z – yg sudah pernah diceritain ke sy tapi belum pernah bertemu muka, nah mereka duduk di depan sy, trus si S pamit mo pergi bentar beli makanan, karena si  Z nih trus duduk sendirian dan berhadapan dengan sy…  yaaa sy merasa harus menyapa lah yaa..

eh ya ngga harus sih, cuman rikuh aja kalau ngga nyapa.. ya ngga sih?

================================

dan setelah senyum ke Z, sy-pun menyapanya

me: hai mbak, temennya S sudah lama ya?

Z: haai.. iya..

trus kami berkenalan, dan hidup bahagia selamanya, eh Moz Vs Z…

trus sepi.. krik krik krik.. sampai…

Z: eh kamu, suaminya bule?

tanya si mbak tiba2 dengan tatapan tajam, setajam silet

me: hah? *maaf sy suka bengong kalau ditanya dadakan

Z: kamu kesini itu ikut suami? suaminya bule?

…(((k-a-m-u)))… errrrrr, ya benernya ngga apa sih, cuman mungkin kaget aja udah lama  ngga ada yg “kamu-kamu”-in sy, hihihi

me: oh, engga mbak.. 

Z: oh, jadi kesini ikut suami kuliah?

me: oh engga juga..

Z: kamunya kerja?

me: *bingung jawabnya apa, tapi trus jawab: iya.. soalnya kalau di belanda emang phd tuh dianggap kerja, jadi yaa sy ngga punya kartu atau nomor mahasiswa, adanya kartu pegawai – yg bisa dapat kopi gratisan di mesin kopi kampus (info yg membanggakan sekali yaaaaaaa… wkwkwkwk)

Z: oh, kerja

stan yg lagi makan di samping sy, berdiri, ambil skateboardnya trus meluncur ke arah jalanan pulang, sy yg juga sudah habis makanannya segera menyusul berdiri sambil pamit dengan senyuman saja.. tapi sy bisa ngerasa kalau sy dilihat dari atas sampai bawah sama si Z… dan sy juga bisa ngerasa kalau stan mendadak bete…

=====================

dalam perjalanan pulang si stan to the point nanya kenapa sy ngga bilang aja kalau sy itu lagi phd..  hmm, kenapa yaaa, 1) sy merasa ngga ada yg salah dengan pernyataan2 dia 2) mungkin karena dia ngga bertanya apa yg sy lakukan di tempat ini.. jawab sy ke stan.. memangnya ada yg kurang pas dengan jawaban mama-kah? tanya sy balik.. stan diem.. trus dia bilang, dia merasa si ibu itu mandang mamanya ini gimana ya.. ngomongnya kaya ngga respek gituh..

iyaaaa,  kalau cara dia menyampaikan sih memang rada2 gimana gitu (kayak heran tampang kayak sy ini kok bisa nyampe belanda mungkin, hahaha kok malah ta’perjelas yaaa… hahaha) tapi yaa sy merasa biasa aja… karena mungkin cara dia bicara yaa kaya gitu…  “mama sih, ngga dandan bagusan gitu..”  protes stan, sy ketawa…

ya harusnya sih dandan ga dandan kan ya teteup musti respek ngga sih sm orang lain… apapun statusnya orang lain.. kan sama-sama manusia inih..

(daaaaan padahal hari itu perasaan sy dandan loooo, pake bedak dua lapis.. pake kebaya cantik… wkwkwk.. makin tertohoq ngga sih..)

kebaya_maureenmoz

eniwe… menurut sy sih gituuuu

walaupun menurut stan engga..

dia lelah krn menurutnya si mama ini ngga pernah dandan proper.. ngga bawa imej dosen gitu.. hahaha… lah gimana dong harusnya apa ya ada manualnya gituh? apa sih dasarnya sy juga ngga tau, kan ini muke ya muke bawaan orok.. trus musti didukung apa sih? biar kelihatan complicated, wkwkwkwk… serius nih nanya…

cara berbicara?

make up?

apa baju?

=================

eniwe buswe, ini ada tulisan lama sy yg kurang lebih pengalaman yg sama kaitannya dengan imej diri (dan kekepoan ibu2, hahaha)

=================

Ga Ja-Im

(April 15, 2014)

siang hari yang panas. warung bakso unesa. jeda antara pulang sekolah dan ekstra kur.

stan & sy asyik makan bakso dahsyat di belakang sekolah, ketika serombongan ibu-ibu senior berpakaian formal juga makan bakso. sy, seperti biasa, asyik becandaan sm stan sampai ngakak2 segala. mulai deh, ada komen2..

“wah makan siangnya di sekolah niy ibu sama anak, kan udah pulang sekolah” celetuk salah satunya

(yg mnr sy aslinya >> nyante amat jadi ibu, kenapa ga masak sendiri trus makan di rumah, kan lebih sehat –> psssst, komen ini pernah sy dapatkan dr rekan dosen pria di kampus)

sy senyum, “anaknya mau lanjut ekstra bu, sampai siang” stan cuek.

“gini ini nungguin ya, kalo dulu anak sy ya mandiri, ikutan antar jemput, trus ya makan2 sendiri, sudah disiapkan di rumah, kenapa ngga pulang aja tooo kan enak, dimasakin aja, trus mamanya tunggu di rumah aja”

sebelahnya nyahut, “rumahnya jauh kali, mana bu rumahnya?”

(ih mulai kepo…) sambil gigit gorengan kriuk kriuk sy jawab, “sidoarjo”

ibu2 langsung koor… ooooooooh…..

“ooooh pantesan, ngga pulang, trus nungguin…” celetuk satu ibu

ibu2 lainnya mengangguk-angguk tanda setuju..

“lama ya nungguin? dari jam berapa? sampai jam berapa? ngapain aja lama gitu?”

(hadeuh, kayaknya makin kepo deh… >.< )

sambil nunggu jawaban dari sy, tatapannya mulai risih lihat mamah & anak rebutan bakso terakhir, setelah paruhan bakso terakhir, sy jawab..

“sampai jam 2, masuk sekolah jam 7am, iyaaa, sy nungguin dia pulang”

“whoaaaa lama juga ya… pulang juga jauh….”

terdiam. (mereka mulai memikirkan solusi “masalah” sy apa ya?????)

“trus ngapain aja lama gituh?” tanya ulang satu ibu, karena sy kelewatan jawab sebelumnya

“ya biasanya sy ngajar bu, sambil nungguin dia pulang” kata sy sambil nyiapin duit mau bayar bakso. stan udah ngilang.

ibu2 mengernyitkan kening melihat “tampang” sy dari atas ke bawah..

“tadi ini ngajar? ngajar????”

kaos sy. jins sy. sandal sy. rambut sy. tampang sy. iya tampang sy HABIS BIS – dihabisin tatapan ibu2nya.

“begitulah bu, mari bu, sy duluan..”

sy pamit. selesai.

13

Makanan Indonesia di Belanda

makanan indonesia

Nasi Rames porsi raksasa di salah satu resto di Belanda

berada jauh dari tanah air ibu pertiwi, konon katanya ada satu hal yg pasti dikangenin:

#makananIndonesia atau #jajananIndonesia

nah, buat saya…

beda dengan tinggal di negara atau kota lain mungkin, kelebihan tinggal di Belanda – setidaknya di kota tempat tinggal sy sekarang -Enschede- relatif mudah-lah beli kebanyakan bumbu dan bahan2 masakan Indonesia, khususnya indomie goreng (yg harganya kisaran 45sen, atau indomie kuah yg lagi diskonan di kruidvat 1 euro dapat 5 bungkus..) dan kecap manis ABC 600ml dengan harga 2,69 euro, asal ngga males nggowes ajah.. hahaha.. eh, tapi ada banyak toko online juga deh…

tapi beneran kok inih.. mo beli beras gampang banget – ada di semua jenis supermarket deh kayanya cmiiw – lontong siap masak pun ada (dalam kemasan plastik), terus sambal ada macam2 – sambal terasi – sambal bajak – sambal manis – sambal hijau – nah, sampai-sampai nih ya – ada toko online yg KHUSUS jual macam2 sambal ala Indonesia! dahsyat ngga sih…

lantas bumbu2 bubuk dan bumbu2 kering siap sedia di supermarket atau kalau mau lebih lengkap ya di toko Asia (di Belanda nyebutnya ya juga “toko”), kalau bumbu jadi hmmm, yg bukan buatan Indonesia sih sy kurang cocok ya.. sy biasa pake bumbu bamboe atau finna.. bumbu pecel (kebanyakan merk karangsari), bumbu gado-gado, sampai yg favorit wong londo – bumbu sate – yg variannya macem2 juga.. dan yg paling sy suka.. kerupuk.. hehehe.. kadang beli yg jadi atau yg masih harus digoreng dulu.. lantas makanan juga ada yg tersedia dalam bentuk kalengan juga.. sambal goreng, gudeg, sayur lodeh, dll, daaan last but not least – tahu tempe ^^

fyi tahu tempe harganya kurleb 1,5 euro per-kotak (200-300gr)

kalau mau beli jadi ya bisaaaaa… ada beberapa resto terkenal di berbagai pelosok Belanda, porsinya besar2 loh.. menyesuaikan ukuran Belanda kali ya.. eheeem – harganyapun ikut “besar”… ada yg rasanya idola bangeeeet… ada yg yaaa cukup lah ya buat tombo kangen…

buat yg (pernah/sedang) tinggal di Belanda mohon referensinya dong yaaa… ^^

tapi kan ADA looooo… bukannya ngga ada makanan Indonesia di Belanda..

jadi sy suka sebel sendiri sama dua hal:

  1. kalau dibilangin, ya puas2in makan di Indonesia, kan di Belanda makanannya makanan londo – ngga ada makanan kaya gini.. trus sy jelasin daaan masih pake ngga percaya.. haiyaaaa 350 tahun berhubungan tuh memberikan kedekatan ke segala lini apalagi lingkup makanan, wong mereka menjajah juga demi rempah-rempah, ya ngga sih? *esmosi
  2. kalau yg mau datang ke Belanda apalagi trus mau singgah di rumah sy (laaaaah, rumah singgah Enschede judulnya, hahaha….) lantas sdh nanya banyak tentang makanan2 inih, sy jelasin, eh dateng2 masih bawa beras atau bawa indomie berkarung-karung, arrrrrrgh… eh maap, bawa beras dan indomienya nyata – karungnya hanya di mata sy.. hehehe..

cuman nih… cuman yaaaa.. kalau mau irit, ya apa2 jangan beli di resto – kan mihil… musti nyoba bikin sendiri.. harus bersahabat sama resep2 online atau ig-nya para koki rumahan (karena segalanya berawal dari mata ya kakak…)

berhasil? hmmm.. yaaa lumayan laaah, meski kadang ngga pada percobaan pertama sukses, hahaha.. mulai yg gampil ala bubur ayam, bubur kacang ijo, bubur sumsum, piscok, sampai yg agak perjuangan kayak siomay, cilok, cireng, rangin, terang bulan, martabak, pastel..

dan yg bikin pedih itu ya..

beli bahan, nyiapin, masaknya tuh lamaaaaaaa.. berhasilnya juga lama, ehlahdahlah makannya cepet habis (syukurlah).. lantas cuci piringnya lamaaaaa… malez ngga seh… wkwkwk.. ibu2 cap opo iki.. pemalaz…

jadi yg berlaku buat sy, yg sebenarnya dikangenin adalah:

KEMUDAHAN mendapatkan makanan ataupun jajanan Indonesia ^^

bagaimana tidak.. saat di Surabaya, sy tinggal di dalam daerah perumahan elit yg juga kawasan cafe, restauran, dan warung yg happening dan ramai pengunjung sepanjang hari, eits.. tapi ini tidak terkait langsung dengan tempat yg sy sebut diatas yaaa.. bahkan BUKAN di perumahan elitnya juga, hahaha..

rumah mami sy tuh di KAMPUNG lama asli Suroboyo yg terletak di dalam kawasan happening ituh, huehuehue..

alhasil nih kampung dalam waktu beberapa tahun saja penuh dengan tempat kos2an dan fasilitas2nya.. depan rumah persis tuh warung toiletries dan jajanan kering dan kadang jual roti bakar bandung, sebelahnya tempat air galonan dan isi ulang, ada yg jual jajan basah, lantas laundry kiloan (ini emang bukan makanan, tapi penting untuk kehidupan juga, wkwkwk), rujak cingur, bakso yg super laris (warungnya agak jauhan, cuman karena yg jual tetangga sy bisa juga beli di rumahnya), nasi bungkus murmer, nasi pecel dan lauknya yg alakazam endessss banget, ote2 jagoan, dan banyak warung2 makanan dan minuman ala2 es degan ijo dan es dawet, belum lagi yg lewat seliweran dari pagi – sate laler – bakso bakar, bakso biasa, lontong balap langganan dengan lento yg kriyus kriyus, cilok – cireng, putu, kripik2, pisang molen mini, sampai tahu tek – nasgor dan migor di malam hari.. gluk, ini mo cerita apasi ga jelas banget ya! hahaha…

*ngelap iler dulu

gluk..

jadi pengeeeeeen.. jadi pengeeeeen… jadi pengen makan apa inih yaaaa??????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7

janjian ketemuan pake apps

rawpixel-661923-unsplash

Photo by rawpixel on Unsplash

hmm di awal ramadhan, bisa ditebak semua grup wa di hape +62 sy, pada ributin apa – janjian ketemuan buat bukber dong..

begitu juga di akhir ramadhan.. belum2 udah pada janjian reuni.. yang dulu akrab dengan sebutan halal bihalal, lantas sepertinya tergerus karena suatu hal..

dan itu merata di grup temen sekolah, temen main, temen komunitas, temen kantor, dll… nah lo… ada berapa grup di hp +62 sy? hmmm… yang ini kita lewati saja ya.. wkwkwk

proses janjian ini yang kalau ditinggal tidur semalaman, dan besok pagi baru dibuka – wah bisa ratusan… iya.. sebanyak itu.. mendekati wiken sepanjang bulan.. gimana ngga banyak, wong kata “hayuuuk” + “kapan” + “terserah” itu bisa berulang sebanyak jumlah member yang aktif, hehehe.. (((kalikan jumlah grup)))

namanya juga orang banyak yekan, ya ribut lah.. pertamanya bilang “hayuk”… begitu hayuk bersambut lanjut dengan “kapan”.. begitu ditanya hari – jam – tempat jawabannya “terserah”, begitu disodorin tanggal, ujung-ujungnya “waaaa ngga bisa akutu…” kata satu orang, lantas ganti tanggal lagi, eh yg lain ngga bisa, gitu terus deh sampai liburannya habis..

tapi iya sih, di tiap grup selalu ada satu atau beberapa yang amat bersemangat buat jadi seksi sibuk, mereka berani menentukan waktu (yang pastinya mereka bisa) dan mungkin tempat, dengan resiko disebelin sama yg lain karena belum tentu cocok dengan jadwal mereka.. dan semoga ngga berakhir dengan diem2an di grup setelah liburannya habis DUH!

OOT: tapi ngga kebayang trus yg memang aktif dalam masa ramadhan – syawal bisa ikutan berapa kali bukber dan reuni ya?

kalau di kantor sy, di kampus Belanda maksudnya.. ceritanya kita selalu punya dana buat hura-hura setiap saat.. selain makan siang sandwich bareng sebulan sekali, perayaan ulang tahun, perayaan keberhasilan, dan juga ada outbond di musim dingin dan musim panas..

gimana janjiannya?

kita pake app yang namanya datumprikker. dimana si pengundang tinggal set up tempat dan waktu, kemudian ngasih range tanggal, misal dalam sebulan.. lantas dikirim ke temen2 yang mo diundang..

nah, yg dapet invitationnya langsung bisa nandain di tiap harinya, YA – MUNGKIN – TIDAK..

setelah selesai, langsung bisa kelihatan hasilnya per-tanggal yang sudah dipilih..

datumprikker

datumprikker

dan akan kelihatan prosentase pemilih tanggal itu.. kalau di satu tanggal yang prosentasenya gede – berarti banyak yg ikutan, tapi awalnya kita pilih TIDAK, masih bisa di-edit juga sampai dengan deadline yang ditentukan, kalau emang pengen ikutan si..

keputusan terakhir ya bakalan disodorin sama si app tanggal berapa yg prosentasenya paling gede… yg lain ya ngga pake baper wong memang pilih TIDAK dan ngga diubah.. praktis dan manis kan ya..

menurutmu, app macam ginian cucok ngga sih di indonesia?

eniwe.. Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1439H.. semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.. Selamat liburan yang berlibur.. Yang masih bekerja dan ngga libur yaa tetap semangat ya!

 

12

Impostor Syndrome (2)

Image result for impostor syndromesy berbohong ketika menulis sy baik2 saja semenjak postingan terakhir..

sengaja

karena menurut beberapa artikel yg sy baca, alternatif pertama mengatasi #impostorsyndrome adalah tetap menjalani semuanya dengan semangat, senyum, dan  mengatakan pada diri sendiri sy baik2 saja, dan harapannya sy akan bisa kembali terbiasa benar-benar bersemangat menjalani hari2 sy..

alternatif kedua adalah memastikan bahwa sy tidak sendiri, maksudnya sy memiliki orang2 terdekat yg bisa sy curhatin, sy hanya butuh jujur dan terbuka – pada diri sy sendiri kemudian pada mereka ttg apa yg sy rasakan..

alternatif ketiga adalah memastikan bahwa sy tidak sendiri, maksudnya ada banyak phd lain yang pernah atau sedang merasakan hal seperti ini, bukan buat saingan penderitaan sih (pinjam istilah Deny) tapi untuk menyadarkan diri bahwa ini satu fase wajar yg harus dilalui..

alternatif keempat adalah menantang diri sendiri, put myself on a test – on self esteem and self confidence.. karena growth zone itu adanya diluar comfort zone, pemaksaan diri keluar comfort zone itu akan menempatkan seseorang pada learning edgethe condition that make us able to learn something.. ah yaa, mungkin menjalani phd selama ini itu sudah terlalu menyamankan, ada kantor sendiri yg spacious dan nyaman, akses informasi tumpah-tumpah, ada rutinitas yang membuai..

sy coba semuanya dong..

alternatif pertama, sy tulis, sy ucapkan, sy coba rasakan.. tapi tetap aja setiap akan progress meeting bersama para pembimbing berasa: mati deh, habis ini dipecat beneran! kalau udah gini, panick monster yg biasanya keluar menjelang deadline (dan bisa bikin sakti menulis, hehehe) itu malah hilang.. ngga produktif deh berhari-hari… = failed =

alternatif kedua.. hmm.. ngga tahu salahnya dimana.. tiap sy bilang sama orang2 terdekat kalau sy lagi error mode eh dianggapnya biasa aja.. ngga dianggap serius gitu rasanya… apa mungkin karena selama ini sy terlihat (sok) kuwat – jadi ketika sy punya satu masalah dianggapnya:

yaaa kan kamu kuwaaaat, kamu bisa laaah ngatasin itu sendiri

=tapi aku kok stressful ya yg sekarang ini, ngga bisa ngerjain apa2=

yaa mungkin itu untuk saat ini – ngga tau lagi kalau besok kan (*ala Dilan, weks)

yaa, intinya.. ini ngga membantu titik malah bikin emosi jiwa = failed =

alternatif ketiga.. belum mencari, tahu2 pada suatu pagi salah satu teman phd malah nangis dan panik dan mengucapkan berkali2 bahwa dia akan resign duluan sebelum dipecat gara2 dia belum juga berhasil menyelesaikan artikel penelitian pertamanya.. waaaa, malah bikin pengen nangis (bareng) lah ini… masalahnya dia itu mahasiswa terbaiq selama kuliah di kampus ini yg dapat tiket emas menuju phd.. terbayang kan kemudian apa yg malah sy rasakan? – ah apalah akuh inih remahan kastengel ajah – ujungnya kami malah ngobrol curcol ngalor ngidul – dan tidak bekerdja dengan semestinja… walah! =failed =

alternatif keempat.. tahun lalu sy mengikuti workshop untuk menjadi coach.. phd coach.. lantas karena suatu hal – uhuk, sy menunda untuk terjun jadi coach beneran.. meski suka banget belajarnya, tapi kok rasanya ngga pede-pede amat ya buat prakteknya.. namun demi kesehatan dan kebahagiaan jiwa *tsaaaah akhirnya sy memaksakan diri sign up buat jadi phd coach – awal spring kemaren untuk bidang academic presentation..

w.a.i.n.i.

di satu sisi… kesempatan bagus banget kan inih…

di sisi lain… ngebayangin sy.. berhadapan dengan phd2 jagoan kampus.. internesyenel pula.. OH MY.. malah makin down low ngga sih nantinya???

lagian sy bingung harus mulai dari mana mempersiapkannya.. bahasa inggris yg seringkali mendadak belepotan saat bicara di depan khalayak ramai??? (errrr, pas ngga ramai juga teteup belepotan sih, wkwkwkwk).. tema apa yg mau diomongin???.. baju formal???.. sepatu penambah tinggi badan dan rasa percaya diri???.. tampang sok teu???..

eeeeeeeeeee… etapi, paling tidak sy sudah ganti fokus stress yekan yekan???

*yippie!

cerita coaching menyusul yaaaaak!

 

 

14

Impostor Syndrome

selama studi lanjut ini, seringkali sy merasa ngga seharusnya sy tuh berada di tempat sy yg sekarang, lanjut phd – trus di Belanda – berkolega dgn pengajar-pengajar master sy dulu – dengan supervisor dan promotor yg hebat pula.. pernah menuliskan sekali di sini yg sebenarnya untuk menguatkan diri ^^ yaaa itu satu masa down diantara seribu masa..  yg kemudian sy tahu ini keadaan kaya gini sudah dilabelin #impostersyndrome atau #impostorsyndrome yg pada kenyataannya ngga se-sederhana “cuman lagi ngga pede”

buat sy sih ini berawal dari saat ada pertemuan antar phd baru di kampus.. setiap tahun ada 2 atau 3 kali workshops untuk phd newbie, yg secara acak akan berkelompok gituh.. dan kemudian saling mengenalkan diri.. seperti bisa diperkirakan, di universitas sy yg notabene technical university, akan selalu lebih banyak partisipan laki-laki di workshop ini *eh ini menurut sy yaa..

==== ada seorang prof yg menampilkan data statistis jumlah phd dan postdoc di uni beliau (umum) itu jumlah perempuannya sekitaran 58% dan untuk technical biasanya lebih kurang (sementara jumlah professor perempuan rata2 di sekitaran 15% saja – di uni umum itu lo yaa!) =====

kembali lagi ke intro workshop tsb aja yaa.. acara pertama yaa masing2 diminta mengenalkan diri dan projectnya di meja masing2… satu meja bulat ada sekitar 10 sampai 12 phd gitu, sy yg muka cahaya asia sendiri.. yak mulai deg2an ngga pedenya.. ditambah di meja saya – cuman sy yg perempuan.. yaaa, entah kenapa kok makin nambah ngga pede… lantas dimulailah oleh partisipan pertama di sebelah kiri sy (alhasil membuat sy menjadi giliran terakhir.. fiuuuh)

nama sy A, sy tergabung dalam proyek pengembangan liquid chip deteksi dan mengatasi perkembangbiakan sel bla bla bla..

WOW.. impressive! yg lain langsung memberikan komen, setelah berdecak kagum..

nama sy B, anda tentu menggunakan wireless internet bukan? nah, bayangkan ada berapa banyak gelombang radio yg seliweran di udara di sekitar kita, bagaimana mengatur keributannya itu menjadi proyek sy saat ini..

WOW… amazing! lagi2 kata2 kagum terlontar kembali.. disertai pertanyaan tentang bla bla bla seputaran hape, wifi, dll itu lah..

.. dan semacam itu lah partisipan berikutnya dan berikutnya.. berkaitan dengan kehidupan atau kecanggihan atau kerakyatan.. makin lama makin menakjubkan aja kedengerannya.. mana kelihatan banget mereka masih di kisaran umur 20an begicu… jadi nginget.. sy pas umur 20an ngapain yaaa… nambah lagi ngga pedenya… membuat sy -yg lagi nunggu giliran sambil ngedengerin betapa hebatnya proyek mereka- menjadi menua eh mengeciiiiil..

mengeciiil..

mengecil..

dan menguap begitu saja.. eh, kalau boleh berharap ya lemak 3D di perut sy aja lo yg menguap yaaa.. hehehe.. asli, sampai sy mikir, pas giliran sy nanti sy mau bilang apaaaaaa??? boleh ngga sy bilang sy tukang bersih2 yg nungguin mereka ngabisin minumannya di meja?

-.-

saya? saya? saya? hmm..

proyek sy ttg bercerita (dijital) sebagai dasar pengembangan literasi (dijital) anak usia dini.. kata sy cepat, lirih, dan sy akhiri sendiri biar sy ngga denger komen atau mendapat pertanyaan…. sudah yaa sudaaah.. OKAY guys.. now what?!?!?!?!

=========

sy paham apa yg sy rasakan saat itu.. unworthyness atau worthlessness.. dan sy juga tahu, bertahan dengan perasaan seperti itu akan mengarah pada DEPRESI seperti berita2 phd yg serem2 selama ini, dan yg paling bencana adalah bakalan bikin penelitian sy ngga selesai-selesai..

mungkin sy terlalu sering mendengar kalau: to get a PhD means you are the world’s leading expert in your topic. sementara sy ngga merasa secanggih itu deh.. sy hanyalah remahan kacang dalam terang bulan kacang coklat keju.. padahal kalau dipikirkan lagi, didengerin lagi pelan-pelan yaaaa… ya kan memang beneeeer.. topik sy yg cuman punya sy aja kan.. disertasi sy kan ya cuman sy yg tahu.. UNIK.. kaya sy.. ya ngga?

Today you are YOU, that is truer than true

there is no one alive, who is youer than YOU ” -DrSeuss

dan supervisor sy pun berbaik hati memberikan peptalk keesokan harinya setelah ngelihat muka sy yg ditekuk2 kaya duit lusuh.. phd ini kan masa mengukuhkan dasar kemampuan meneliti dan mengatur proyek, yg nantinya akan dikembangkan setelah phd – yg mungkin akan butuh waktu dan tenaga yg lebih sampai bisa membentuk pengalaman dan reputasi di akademia (ga pake indosiar yaa!) masih panjang waktunyaaa.. dan ngga ada tuh yg bilang harus umur segini harus sudah apa.. perempuan atau laki-laki.. acia atau yurep.. karena pendidikan itu sepanjang hidup dan untuk siapa saja..

trus mata ini bersemangat lagi ala stephen chow!