0

Chaos Learning: MOOC Vs ISO 9001:2008

MOOC & Me
I challenged myself to sign up to 2 (TWO!) MOOCs, last month. Yes, I was so over-estimated my time-management and cognitive skills. Ah, I’m being so nasty. I thought I would get them easy because of the topics, digital storytelling and flipped classroom.

1) Digital storytelling is so ME, so I thought it would be such a piece of cake. 2) Flipped classroom is the method I wanted to learn this year, in order to be able to apply it in my classroom next semester. Then I failed… BOTH. Aaaargh, I messed up my first MOOCs.

How could that be?
I cannot blame the learning designs of the MOOCs. Both MOOCs have very well designed instructions. I knew it because I’m an expert in Instructional Designer, hahahaha, no, I’m kidding… The theory says so. The learning designs have already accommodated various learning styles:

• Visual learners (tend to learn by looking, seeing, viewing, and watching) – although most of the times the internet connection caused the distractions while I watched the videos
• Auditory learners (to learn by listening, hearing, and speaking)
• Kinesthetic learners (tend to learn by experiencing, moving, and doing)

The MOOCs have also considered the Andragogy, adult learning theory.

Malcolm S. Knowles (1996), a well-known expert on adult learning, has made the following assumptions regarding adult learners (and what I am thinking about it)
1) REASON to LEARN. Adults want to know why they should learn. (and I know why I have to learn these topics)
2) RESPONSIBILITY. Adults need to take responsibility. (well, the MOOCs gave several tasks to be done individually)
3) EXPERIENCE to LEARNING. Adults bring experience to learning. (all tasks are real)
4) NEED-driven. Adults are ready to learn when the need arises. (I need to know the topics *desperate)
5) TASK-ORIENTED. Adults are task oriented. (well, they are MOOCs…)

The introduction in each MOOC has explained deeply about those specified in the theory. The tasks and the materials are very systematic and comprehensive. Therefore, it should be my faults -___-“

PROMISE:
So next time I take any other MOOC I will take only ONE at a time and I must make 2-3hrs weekly schedule to only study for the MOOC.
*crossmyfingers

ISO 9001:2008 & Me

While I took the 2 MOOCs, I was also assigned as the quality assurance chief in my office to prepare my department for getting the ISO 9001:2008 from TUV Nord Indonesia.

—well, I understand I cannot blame the ISO for my failure in taking the 2 MOOCs —

I don’t need to work that hard since the secretary of the department and the 2 new lecturers had been doing a great job ^,^v but I have to learn a lot!
and I also got such a great and lovely ISO consultant, my Bi, hehehe..

he started asking me about the reason why my department, as one of the state university, need to get the certificate.. this is very important since, most of the lecturers still felt objected in having the responsibility to prepare the audit process (including me, in the beginning). We are lecturers. Teachers. We prepare our teaching, we teach, and we evaluate our students, finish. Will better format of documents for teaching will make the students learn better? might be. might be not. so why now the load for the teachers have to be so “administrative”??? well, at least we try to make it better, and taking notes and well-planned will definitely make it better.

then he underlined that each of us must know our job descriptions and regulation (the auditor, ibu Anita, asked them in the very first time, fiuh… and we had our answer ready!)

Briefly, we did such a good job, and our department was recommended to get the ISO 9001:2008. *yeaaaay

ISO for Mommies

This ISO stuffs got me thinking that as a MOM, there should be a kind of ISO too, hehehe… what should me as a mom do for my son.. well of course the quality procedure would be different for each mom and each kid…

However, the goal must be a bit similar..

the vision, as for me, I want to assist MyLitl Explorer to be INDEPENDENT IN LEARNING.

the mission, to provide him the opportunities to experience different learning and using all the senses to learn…

Why?

Well, I don’t know what kind of world he would get in when he grows up, I don’t know what kind of information he would need, so I think I’d better give him various learning contexts and support him to learn how to learn, so he would have many “rooms” for learning later on.

MOM’s MUST DO: make a list of missions and objectives

oh i’m so ISOnic ….

Advertisements
0

For My Little Explorer

image

semoga mama selalu bisa disisimu, nak.. sampai akhir hayat mama…

tidak di depanmu karena kau tidak harus mengikuti langkah mama..

kau bebas memiliki duniamu sendiri..

tidak di belakangmu karena mama memiliki mimpi mama sendiri..

mungkin mama sedikit di belakangmu karena mama adalah mama kemal, alias kepo maksimal.. hihihi... ^,^v

u know I love you, my dear…

0

TIPS Menjadikan Anak Hebat, Anak Mandiri

sy sedang menggantikan sahabat saya menguji praktek guru-guru TK di kota Jombang, dalam program PLPG (Diklat Sertifikasi Guru PAUD).. satu kelas ada 11 orang ibu guru.. ada yg hamil, ada yg memiliki anak kecil.. asyik ngobrol untuk mencairkan suasana, tiba2 pembicaraan mengarah pada karakter Anak Hebat atau Anak Mandiri

ANAK HEBAT ituuuuuu anak yang mandiri, kata sepakat seluruh ibu di kelas tadi.. tapi tidak mudah karena anak2 biasanya manja kalau ada ibunya..

bagaimana anak ibu?

*proud mom*

wah anak sy, 6tahun, mulai makan sendiri umur 1tahun.. memilih baju sendiri.. menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.. mandi sendiri dengan bersih.. sikat gigi sendiri.. practically, mulai bangun pagi sampai tidur lagi dia bisa lakukan sendiri..

WAH, apa resepnya?

1. IKHLAS

ibu2 bengong, kok ikhlas..

“saya looo, ikhlas bila anak saya mandiri..”

hehehehe..

yakin? kalau anak ibu merasa bisa sendiri tanpa ibu, alias tdk butuh ibunya, ibu bisa ikhlas? jujuuuuuur

“hmmm, ya ndak buuu..”

makanya akhirnya kalau ibu ngga ada anaknya mandiri, kalau ibu ada malah manja kan????

“iyaaaa sih.. trus gimana kan saya ibunya…”

ya sudah… sepanjang kita ngga bisa ikhlas mengakui anak kita adalah “seseorang” atau “orang lain yang bukan milik kita” ya begitu deh..

^,^v

anyway, anak sy anak hebat, sy bersyukur untuk itu, tapi anak sy tetap anak2 biasa kok, kadang masih suka ngompol dan masih suka ngga tau waktu main

apalagi selain ikhlas? berikut TIPs yang lain untuk Menjadikan Anak Mandiri (yang masih sy pelajari juga kok)

2. melatih anak berkomunikasi verbal yang baik

dengan kemampuan komunikasi yang baik, maka anak mampu menyatakan apa yang diketahuinya dan apa pendapatnya tentang hal-hal tertentu.. dengan begitu kita bisa memperkirakan kemampuannya dan memberikan bantuan sesuai kebutuhannya..

3. melatih anak menerima kritik

salah satu unsur penguat kemandirian adalah self-esteem.. self-esteem akan muncul bila anak mengenal diri sendiri, kelebihan dan kekurangannya.. tahu apa itu kritik dan bagaimana menanggapi kritik perlu dibicarakan dan dilatihkan…

4. membiasakan diri memberikan pilihan pada anak

dengan memberikan pilihan, maka anak terbiasa berpikir, merasa dihargai, dan terbiasa refleksi sebab-akibat pilihannya..

5. melatihkan sesuatu secara bertahap

misalnya minum susu di pagi hari, mulai dari memintanya membantu menyiapkan susu setiap pagi, sambil dia menyiapkan dengan dibimbing ibu, sampai dia bisa melakukan sendiri tiap hari..

what do you think, mommies?

1

Tristan, UAS, dan ibu

Belum Hari Ibu memang, tapi akhir-akhir ini spesial karena sy pertama kali mendampingi Tristan UAS yg pertama kali dalam hidupnya… tapi, hampir setiap saat itu spesial – mengingat selalu ada waktu pertama kali mengalami sesuatu bagi Tristan…

– tentang ujian akhir semester & Tristan

beberapa kali sy sempat ngobrol sm Tristan ttg “ujian”… —– apa sih ujian? kenapa sih ujian? untuk apa sih ada ujian? apa yang hrs disiapkan untuk ujian? ——  sering terlibat di ujian skripsi mahasiswa di kampus tidak membuat diskusi ini menjadi lebih mudah.. menurut tristan, ujian ya ujian, kadang kan orang bisa lupa, jadi ujian itu ya biasa aja, ya seingatnya saat itu -____-”

– saat menunggu uas

setelah tristan masuk kelas, sy duduk bersama banyak ibu di luar sekolah… sy merasa santai dan melarutkan diri asyik ngobrol ngalor ngidul bersama ibu lainnya.. beberapa waktu berlalu, dan ibu-ibu mulai gelisah…

ada anak yg terlambat.. mereka membahas panjang, kenapa orang tua tidak menyiapkan anak untuk uas, datang lebih awal, bla bla bla

ada anak yg nampak keluar kelas.. mereka membahas panjang, kenapa sampai si anak bisa keluar kelas alasan mau ke toilet tapi dengan melenggang kangkung, bla bla bla

sampai satu ibu mengeluarkan klipingan kertas dari dalam tasnya… sy lirik… astaga.. kumpulan soal! ibu itu membuka2 sambil mengingat yg mana yg kira2 anaknya belum bisa… trus tanya sy, bgmn Tristan belajar kemaren..

satu asisten rumah tangga bercerita dgn serunya, betapa si anak laki-laki dimarahin mamanya semalaman karena tidak juga bisa belajar dgn tenang… trus tanya, bmn Tristan belajar kemaren..

satu eyang mau melihat ke kelas karena takut si kecil mengantuk krn harus belajar lagi pagi harinya… trus tanya, bgmn Tristan belajar tadi..

dan rasanya semua mata memandang sy…

nodong jawaban…  dgn tatapan seolah di dahi saya tertempel label “DOSEN” dengan tulisan kecil “tahu cara mendidik anak dengan baik dan benar”

Tristan?

kemaren sepulang sekolah Tristan ngajakin sy makan siang di salah satu mall kecil, sambil lihat mainan dan ngobrol2 ttg teman2nya (dan sekilas tentang materi Budi Pekerti – Materi UAS ke-2).. pulangnya Tristan tidur siang… lantas sepanjang sore sampai malam Tristan nonton TV (ya, nonton TV, saat menyebut kata ini ibu2 langsung kasak kusuk)… trus main games (saatnya kasak kusuk lagi).. trus sebelum tidur kami melihat2 sekilas buku tematik tema “Kegiatanku di Sore Hari” (yang jadi materi UAS ke-1) dan membaca petualangan di sungai ajaib (enyd blyton)…

ada pertanyaan: “nilai Tristan 100 semua ya waktu UTS?”

hihihihi, ya engga lah… pas UTS apa lagi, Tristan ngga tau maksudnya apa disuruh ngisi kertas banyak banget..

ada pertanyaan: “lah, ibu ngga pengen anaknya senang dapat nilai 100?”

hmm, ya iya lah… sy ingin Tristan SENANG dapat 100, artinya dia faham kenapa harus 100, apa artinya 100.. tapi kalo engga juga ngga apa..

pandangan mata ibu-ibu mulai berubah… jadi ngga enak >.< akhirnya sy memilih kabur ke kantin baseball untuk sarapan..

seorang ibu bisik2 ke saya beberapa waktu kemudian — > ibu-ibu yg lain kasihan sm Tristan, kok ibunya ngga disiplin amat sih ngga ngajarin anaknya belajar, katanya dosen, ngerti kurikulum 2013, kok ngga ngerti kalo saat ujian itu harus diajarin, ibu macam apa itu… bla bla bla

-gluk-

dan Tristan memeluk sy, sudah ma, ngga usah didengerin, cuekin aja… >^.^

0

Anak Susah Makan

hmmm

anak susah makan

mulai bulan September 2013 saya mendapat tugas asesor PLPG PAUD di Jombang, jelas saya bertemu banyak Bunda PAUD (sebutan untuk Guru PAUD) Nah.. curhatnya bukan hanya tentang PAUD, tapi juga tentang keluarga dan perkembangan anak.

kemaren, ada yang bertanya, “Anak ibu susah ngga makannya?”

ya saya bilang relatif tidak (asal mood-nya cocok)

“kok bisa?”

Nah…

my little explorer suka banget makan kalo pas menunya cocok, dia suka banget makan bakso, mie (mie goreng, mie kuah, udon, ramen, kwetiau, dkk), pizza, sup, sayur manisa, rawon, soto, nasi goreng, siomay, nasi bebek.. tuh banyak variasi, dan banyak juga porsinya… caranya gimana biar anak suka makan?

Tips agar anak suka makan

1. Makan bersama. dari dia kecil, sy selalu berusaha makan bersamanya, di depannya sy menunjukkan betapa makan itu enaaaaaak… karakteristik anak usia dini adalah mudah antusias dan imitasi (mencontoh), melihat sy makan dengan lahap, maka biasanya dia terpancing juga nantinya ~ mamanya enduuuuuut ^,^v

2. Memberi tambahan nama unik. sederhana saja, ketika saya membuat nasi goreng, dia bertanya, “masak apa ma?” sy jawab saja, “Nasi Goreng Gila” imajinasinya sudah melayang kemana-mana, dan ketika dihidangkan didepannya, dengan penuh rasa ingin tahu makanlah dia dengan lahap, hehehe…

3. Pengetahuan ttg makanan. misalnya Pizza, ketika mau makan, kami sempatkan browsing bersama tentang asal makanan, bahan makanan, dan segala sesuatu tentang Pizza.. ternyata, hal ini berhasil membuat makannya lahap…

4. Pengetahuan ttg makan. kenapa sih musti makan? apa sih yg musti dimakan?

5. Mempersiapkan makanan bersama. menghias mie goreng yang akan dimakan dengan sosis, wortel, dan sayur, atau bikin sandwich bareng, waaaaaah pasti dia makin lahap

6. Peralatan Makan yang seru. anak-anak suka bermain peran, sesuaikan menu dengan tema tertentu dan siapkan juga peralatan makan yang sesuai atau bertemakan sesuatu.

Selamat Mencoba

0

saat harus memilih

tristan got toothache!

awwww, i could blame myself hard for my son’s toothache *cry yeeees… i often blame myself when something bad happened to tristan… that’s the first thing i do… wondering where did i go wrong… well, i’m the only adult nearby, what can i say.. he’s suffering thru the night… and definitely my heart was also >.<

and just to make it more complicated, i got appointments for several thesis defense sessions, and it was saturday – when usually no private dental clinic is opened, ouch..

#workingmomproblem #masalahibubekerja

choosing one only?

no, I couldn’t.. not because I’m greedy but yes, my son is always my number one priority, but i also responsible for the defenses for somebody else’s son/daughter..

at the moment, i browsed around to find any dentist that opens on Saturday…i found some dentist for kids (pedodontist) but the schedule is saturday morning….

note (in Bahasa Indonesia) gimana sih ya, website rumah sakit banyak yg ga update ato ga jelas jadwal dokternya, rs. dr.soetomo >>> ga lengkap, graha amerta >>> belum lengkap – masih kosong malah, rs. mitra keluarga >>> hayyaaaa cuman nemu beberapa jadwal, yang lengkap dan update adalah website rs siti hajar sidoarjo dan rs islam surabaya arrrrgh

so, i decided to delay the defenses for an hour, while i’m doing all i could to reduce the pain, from outside like trying the mouth wash etc, and pain killer… then as soon as the pain temporarily gone, i asked him to eat and then take the immune booster… then he would take some good rest while I go to the campus…

so help me God…

bersyukur sy bekerja di bidang pendidikan, tidak semua memang – namun tetap selalu ada teman dosen dan mahasiswa yang mau memahami posisi saya mengutamakan anak saat harus memilih seperti ini… bukan mementingkan satu dan menelantarkan yang lain loh ya, namun menunda sementara saja – I’ll be back gitu mah…

 

0

Being Happy Mom is Simple

What would make my day is seeing my baby ok with me working on my laptop ._.

I’m working on some papers today. FOUR if I may count aloud. Of course my babyboy started to grumble asking me to pay attention to him bla bla bla.

Then I realized, if I keep on working (and ignore him), then nothing’s gonna be ever done (and my baby’s gonna be very very sad 😦 or upset )

so I gotta put my laptop aside

and we started a serious chat,

we were planning our ❤️💕Great Friday ^^, *yippie*

he said first he wants to go playing at the cartoon kingdom for two hours,

then i helped him thinking what would he need to have a wonderful and joyful 2hr-playing >>> a good nap, a good meal, a quiet time, a pair of socks, and let mama works for a document ^^v and he could colouring his reward (he chose lollypop) afterward

then…

for the FOUR hours (in the morning)

– i was working the four docs (like always, i couldn’t help it, i always do the papers at the same time, urrrgh)

– i prepared our meals (IndoMie Goreng for breakfast, Nila Fish – Fried for Lunch1 -before nap, Chicken Soup with chicken wing+chicken sausages+egg for Lunch2 -after nap)

– and i played with my baby around once in a while

WOW i loved it – though it made me sooooo tired, then the nap time is 2 hr for my baby, and 30minutes for me

then after the latelunch, we went to the cartoon kingdom *yay* had a lot of fun (while I worked – of course), dinner at hoka-hoka bento, bought 2 lollypops, and went home happily (we’re singing aloud on our way home)

and my docs >>> 100%, 70%, 50%, 50% WOW I just did it, didn’t I? *proud*

chasing my work, getting my work done would never succeed if it is not balance between working and motherhood.. # I gotta remember that

being Happy is simply makes my baby Happy to make me Happy