8

One-(wo)man Company

hari ini sy mengikuti salah satu phd-course ttg Storytelling.

saking excitednya dan takut terlewat lagi, jadi pengen banget nulis ttg ini deh – meski tulisan ttg pindah rumah dan perjalanan zuid limburg masih nengkri di bagian draft >.<

bukan tentang coursenya, tapi tentang INSTRUKTURnya.. meskipun coursenya juga asik banget karena bisa bertemu dan mendengar berbagai partisipan yg kebanyakan adalah dosen2 atau phd-dosen di kampus… tapi sebenarnya ini bukan yg pertama kali sy bertemu dengan instruktur model beginih di kampus… sudah mo nulis ttg hal ini sejak yg pertama ketemu tapi ya gituuu, idenya menguap begitu saja, naaaa.. sebelum yg hari ini hilang jugah, yak yuk mareee..

sebut saja namanya bu Elsa, bukan bunga, kalau sy tidak salah dengar (maklum hari Senin kadang radar bahasa Inggrisnya belum full-power, huehuehue) sebelumnya dia kuliah matematika, lantas lanjut di jurusan ilmu komputer di salah satu institut teknik ternama di Belanda , lantas bekerja di perusahaan sbg manajer apa gitu sy lupa.. itu karena pengaruh ayahnya yg pebisnis juga.. kemudian karena suatu hal, dia berhenti dan mulai menekuni kecintaannya terhadap storytelling yang kemudian diseriusin buat jadi usaha… sendiri dan bener-bener bu Elsa ini sendirian yaaa…

– one-woman company –

punya website sendiri… kontaknya ya namanya sendiri, imel pribadi… desain2 sendiri… bikin materi sendiri…riset untuk trainingnya juga dilakukan sendiri… shooting sendiri… socmed buat promo dijalankan sendiri… daaaan pelatihan juga dilakukan sendiri, dengan persiapan sendiri (mulai nata kursi, nyiapin peralatan dan materi, juga evaluasi).. setelah pelatihan eeeeh ya dia punya print out sertifikat yg ditandatangani sendiri…

jadi bu Elsa ini training designer, training advisor, training manager, sekaligus trainernya ^^

hmm, kepikiran juga apa sama ya sm freelancer yg notabene juga self-employed.. hanya mungkin sebutan one-(wo)man company ini menekankan multi-taskingnya, sementara freelancer cenderung ahli di satu bidang seperti web-designer atau fotografer.. (*maap, pengetahuan dunia bisnis sy amat kering kerontang…)

yaaah gitu deh..

mendadak pengen MIMPI, merencanakan pensiun dini, trus bikin one-(wo)man company

asyik kali ya? tapi bikin apa ya? training juga laaaa… namanya apa ya? ruang lingkupnya apa ya? waaaa jadi ngga bs tidur sepertinya malam ini… yuuuk mimpi bareng yuuuk…

>.<

 

 

5

Working Mom

menjadi phd-worker di kampus university of twente membuka akses sy untuk mengikuti berbagai organisasi2 atau komunitas2 atau courses2 yg ngga lazim ada di kampus asal sy, salah satunya yg baru dua kali sy ikuti, namanya FFNT, Female Faculty Network Twente

FFNT merupakan komunitas perempuan yang bekerja di university of twente dan menyelenggarakan pertemuan2 salah satunya pertemuan rutin satu jam untuk sharing ideas sembari makan siang

modelnya kayak circle time yg diawali saling mengenalkan diri, atau mengungkapkan harapan, atau apa yang sedang menjadi topik di hari itu, kemudian ada guest speaker yg sharing 10-15 menit yg diikuti obrolan panjang dan seru, ala ibu-ibu arisan begituh

dua kali sy sempat ikutan, dua kali ketemu dosen, associate professor, ibu, dan… sukses! (baca: punya rentetan prestasi panjang dan menakjubkan) (note: guest speakernya ngga selalu perempuan, dan topiknya ngga selalu tentang ibu2)

melihat aura pintar dan percaya diri serta mendengar cerita ibu-ibu ini membuat sy rasanya mau duduk aja di pojokan antara kagum, ngiler, sama minder… *ah sy mah apa atuh

dan pertanyaan umum yg terlontar pertama kali dari para para perempuan yg hadir adalah yg satu ini:

apa resep kesuksesan dalam karir anda?

guest speaker 1

A: sy bekerja keras untuk itu (beliau mendapat hibah bergengsi selama beberapa kali berturut-turut), untuk mendapatkannya, untuk mengerjakannya, dan untuk membuat laporannya, dan untuk membuat publikasi setelahnya.. banyak waktu sy habiskan untuk mengejarnya, karena hal tersebut adalah salah satu impian sy

Q: loh, cape dong? keluarga gimana dong?

A: anda tanya resep kesuksesan dalam karir kan?

Q: dududududu

“sebagai ibu yg bekerja, sy yakin semua ada waktunya, berbeda tentunya untuk tiap orang, pilihan ada di masing-masing ibu.. yg sy percaya there’s no such thing as luck, ngga kerja keras tapi mendapatkan sesuatu, NO WAY, kerja keras, disiplin, persiapan itu dibutuhkan untuk mencapai keinginan… dengan peran sebagai ibu yg utama, ya resikonya kita harus memilih peluang yg lebih fleksibel… yg tahu kapan menempatkan yg mana sebagai prioritas ya kita sendiri.. sy bahagia bila sy bisa menggapai impian sy, menjadi ibu yg membesarkan anak dengan sebaik mungkin juga sy lakukan, dan bila kondisi keluarga memungkinkan dan suami mendukung – barulah saat itu sy mengejar karir sy”

me: iya.. ibu ini kelihatan chic dandanannya, gaul gituuuh, tegas, and wooow, she got the look of “she-really-knows-what-she-wants” deh

guest speaker 2

A: 1) TIME MANAGEMENT – make good plans for everything 2) sy menerapkan aturan bekerja 80%, dan sy selalu menyampaikan ini di awal kontrak pada tempat sy bekerja dan teman kerja sy 3) waktu sy otomatis sy bagi untuk bekerja dan keluarga, saat bekerja fokuslah pada pekerjaan, saat bersama keluarga ya fokus juga dong sama keluarga, alihkan energy guilty feeling untuk menikmati apa yg sedang sy lakukan, untuk refleksi dan berpikir sy lakukan saat bepergian misal saat sedang bersepeda

Q: wah, pantas saja anda terlihat selalu happy, is there anything that you’d miss?

A: ya laaah, jelas ada yg sy tidak utamakan, acara2 bersama keluarga besar dan teman dan juga mengajar…

Q: oalaaah…

anak sy dua dan masih kecil, mereka masih membutuhkan sy fokus melalui waktu bersama, nanti ada saatnya mereka hanya butuh kehadiran sy namun sudah bisa menikmati waktu mereka sendiri, semenjak menjadi ibu sy mengubah target2 dalam pekerjaan sy misal dari sejumlah publikasi ke beberapa publikasi berkualitas, sy membuat pertemuan harian rutin dengan post-doc dan phd, dan sy mendelegasikan hal2 yg sekiranya bisa mereka kerjakan, di rumah juga, sy selalu merencanakan jadwal kerja, lembur, dan konferensi dengan suami agar bisa bergantian mengerjakan peran dominan dalam menyiapkan rumah tangga

me: ibu ini terlihat praktis namun sederhana, dengan rambut pendek, dan kostum jeans dan kemejanya.. tegas, dan smart, well.. heylooo beliau bekerja di bidang computer science begituuuu…

nah, mari kita simpulkan sajah tips dari dua ibu bekerja yg sukses inih,

working mom tips

1) know what makes you happy, and be happy!

2) jadi orang jgn serakah, fokus sama satu tujuan dalam satu waktu, kalau yg lain juga didapatkan yah lumayan kan dapat bonusnya, yg tau tujuannya apa kita sendiri, tutup kuping sama apa kata orang

3) dukungan suami, dua ibu ini sama2 melibatkan suami dan mengkomunikasikan perannya, suaminya juga pada mendukung sih yaaa, dan lagi mungkin juga karena budayanya kali ya

4) disiplin waktu dan diri

me: i am happy, sy bersyukur synya ngga serakah, ngga ambisius buat menang the best thesis award apah the fastest phd ever ato the most famous #phdmum, huehuehue… tau banget kapasitas sy dimana… suami juga tetep asik buat diskusi dan ngedukung sy maunya apa dan mau pergi kemana… buat sy yg masih jauuuuuuuuh tuh ya yg terakhir, disiplin waktu dan diri.. sy masih ngglewes super fleksibel dan super moody beginih… working mom cap 2 kelinci! aaaah help meeeh…

 

 

 

7

5 alasan buat PhD

hello 2017, tenan to (=beneran kan), kalau ketemu deadline tuh yg dilirik malah blog… #procastination ? atau keinginan menyelesaikan sesuatu meski yang penting malah belum kelaaaar… Yaa Tuhan.. *tutup muka *jari teteup ngetik ^^ saat ini rasanya pengen invisible, ga pedenya meningkat drastis berasa manusia paling bodoh sedunia… hiks…

dan membuat pertanyaan yg sama muncul berulang-ulang:

” Ngapain PhD ?!?@!#$?! “

==================================================

1.kesempatan buat refreshing dari pekerjaan

sebelum ini, sy mengajar.. ya tk, ya guru tk-nya, ya mahasiswa… pengajar itu merupakan satu profesi yg mudah menjenuhkan, yaaaa meskipun materinya selalu update dan seru bin menarik (bayangin toooo, kalau guru tk tuh yg diomongin lagu baru atau sajak baru, kalau pas ngajar teknologi pendidikan yg diomongin teknologi baru, aaaah I love my subjects) tapi outlinenya tetep sama bertahun-tahun loooh… lantas anak2 atau mahasiswa2 memang beda (kecuali ada yg ngulang) tapi polanya selalu sama… ada yg bandel dan jadi kesayangan bunda *uhuy, ada yg rajin, ada yg pinter, ada grup si beken, ada juga si tukang copy paste… jadi kalau outline dan polanya sama.. wuih… setelah 20 tahun mengajar ya lumayan mblenek kalau orang surabaya bilang..

libur mengajar itu juga berarti bebas pesan beruntun atau curcol berkepanjangan dari mahasiswa, ortu mahasiswa, pacar mahasiswa, atau ortu anak2 tk via wa, email, twitter, skype, ig, facebook, line, oh la la… sampai pengajarnya ngga sempet curcol inih…

maka… mendadak pause mengajar itu seakan refreshing.. dan pengajar itu butuh banget refreshing.. biar kangen ngajar, trus pas balik ngajar bisa lebih baik *aamiin..

(meski begadangnya tetep aja… begadang nyiapin materi atau media, ngga ada begadang koreksi, ngga ada begadang nulis progress report nak-kanak ^o^ diganti begadang baca atau nulis)

2.kesempatan buat belajar sepuasnya

ketika sy menjadi pengajar, ini sy lo yaa… sy merasa belajarnya cupet.. belajarnya buat besok-besok yg mau diajarkan aja, dan kalaupun berkembang yaaaa masih di dalam lingkaran kecil yang sama.. laah trus kalau yg diajarkan outline sama berpuluh-puluh tahun kan kerangka belajarnya ya gitu-gitu aja toh.. iya sih, dari sisi lain bisa jadi itu maksudnya belajar lebih dalam, tapi di sisi lain, merasa kurang gahul hahaha… masak pengajar kudet, kan ngga seru, ya ngga?

maka buat sy itu pertanda buat kembali me-nol-kan pengetahuan sy, kembali merangkak untuk belajar apa aja dan sepuasnya, dan bukan cuman hard skills tapi juga soft skills…

3.kesempatan buat memperbaiki diri

makin bertambah usia, sy makin sering menemukan kekurangan2 sy…

sebagai pengajar yg so far belum berminat buat jadi pejabat memiliki tugas lain selain mengajar (dan meneliti & mengabdi – tridharma ini), sy hanya memiliki tujuan jangka pendek, per-semester lah paling banter.. planning lengkap, modifikasi media, evaluasi siap, koreksi nyicil, sudah… selain itu ya deadline kecil2, yang tiap semester ya sama aja lah, itu2 aja.. sampai kadang hafal bulan apa yg paling banyak acara, bulan apa yg paling bete, bualan apa yg banyak pelatihan, hehehe… alhasil, sy kurang handal di manajemen deadline waktu..

sebagai pengajar di tempat2 dimana sy mendapat predikat “satu-satunya” membuat sy mudah terjebak sm kenyamanan dan tepuk dada ^,^ *jendul diri sendiri hehehe.. ini kerasa kalau ngelihat guru-guru atau dosen-dosen (baru), kalau ngelihat mahasiswa baru suka berasa sedih sm umur… gileeee masa mahasiswa lahirnya pas sy selesai kuliah… T.T kalau sy lg cerita dgn kejamnya polosnya mereka komen: wah tahun segitu sy belum lahir, mam… trus sy jadi pengen jawab: etapi muke tuaan elo yaa… *cadaaaaas hahahaha ooops

jadi ya ini beneran untuk menambal hati, dan memperbanyak istighfar^.-

4.ada kesempatan

iya, kesempatan itu ada, maksudnya ada beasiswanya gituh… dari pemerintah ada, dari uni ada, dari organisasi dunia ada, tinggal pilih yg sekiranya bisa dicapai dengan bekal yg ada… syukurlah sy dpt beasiswa yg rentang umurnya sesuai *weeeeee

5.ada keharusan

mo gimana lagi.. sebagai pegawai negeri, ada keharusan buat studi lanjut, kalau dulu guru tk bisa lulusan sma, trus D2/3, lantas S1, malahan sekarang banyak yg sedang studi S2.. laaaah alhasil kan gurunya musti studi lanjut juga..

============================================

kamu kapan mau PhD???

 

 

4

Memilih tempat tinggal (3)

hooray ^^ I passed the qualifier exam! hooray-nya huruf kecil ya bukan HOOORAAAY, karena it was small success, hihihi… adakah small success itu? hmmm, gimana yaaa.. sy pass, tapi tidak dengan cetar membahana gitu… ngga bikin para penguji menatap dengan mata berbinar lantas minta foto bareng, hehehe, jadi ya… gitu deh… belum bisa lega ceritanya (belum revisi juga)… just hooray.. hmm tapi sy berusaha membesarkan hati, karena:

there is no such thing as small success, each step you take toward a goal is important, cause it all adds up. it is meaningful especially when you can learn from it, either right away or when you can make peace with your own heart

(#MozNote 2016)

loh judulnya nyari housing kok mbahas ujian kualifikasi tooo, mbaknya kayanya stress habis ujian? 

hehehe, masih nyambung kok, sempat kebayang malam2 sebelum ujian soalnya…

ada satu malam setelah lemburan, dimana sy memutuskan buat ngga tidur di sofa kampus, dan maunya pulang aja… tengah malam sudah lewat, fajar belum keliatan.. sy naik sepeda terhuyung-huyung pulang, rute yg kalau ngebut 3 menit, normal 5 menit, santai 7 menit itu kali ini sy tempuh lebih lama dari biasanya… ya, sekarang sy tinggal di dalam kampus.. jaraknya sekitar 1km dari kantor.. enaknya tinggal di dekat kampus ya karena satu hal ini… kalau pas lagi capek ngga lama2 sepeda’an pulang-nya… (termasuk bisa pulang kalau siang hari buat tidur 1jam-an… hihihi)

saking ngantuknya, beberapa kali sy udah ngerasa, wadoh jatuh nih.. jatuh nih habis ini… wkwkwkwk… tapi syukurlah sy berhasil sampai di flat dengan selamat, walau lupa nyalain lampu sepeda.. trus setelah parkir, sy meniti tangga satu persatu *lebay dikit ye.. sampai di depan pintu, sy pelan2 memasukkan kunci.. biar ngga berisik… satu pintu ini pintu depan yang menghubungkan 4 kamar.. jadi ya perlahan biar ngga ngebangunin tetangga, hmm kan sungkan sama tetangga nti dikirain eike perempuan apa’an *emang di desa mbak? hihihi

cekrek… cekrek… hmmm… ngga kena… dari yg perlahan, sekarang mulai kasar sampai jari memerah… cekrek cekrek… hmmm, kunci sudah masuk, tapi ngga bisa diputar…

OMG…

ya apa ini.. masa iya saking lelahnya sy ngga punya tenaga buat mutar kunci? hiks sudah mau ndhlosor ini… tepar maksimal! sy tarik2 gagang pintunya.. biarin deh berisik… namun kunci tetap ngga bisa diputar… usaha terakhir pake mantra:

open sesame, pintuuuuu, terbukalah!

dan, ga berhasil juga, sy pun menyerah, ok.. pilihannya mau tidur jongkok di depan pintu atau balik ke kampus dan tidur di sofa dengan nyamannya (sy ada bbrp selimut di kantor).. masak iya mau nge-bel tetangga? ah ngga enak ah… tapi udah ngga punya tenaga rasanya… sy memutuskan duduk sebentar di depan pintu untuk mengumpulkan tenaga, sambil mau nangis deh.. setelah duduk, sy pun mendongakkan kepala hendak protes berdoa.. Yaa Tuhan.. apa toh yang salah…. help meeee…. T.T

eits… wacht… wait… LOH.. mata sy menangkap nomor apartemen.. baru deh melihat angka di dekat pintu yang tadi sy coba dobrak buka…

4 ma man…  E-M-P-A-T saudaraaaaaa…

sy salah pintu! oh la la… salah lantai yaaaaa… harusnya masih satu lantai lagi! *toyor diri sendiri *tapi ngga kuat

sambil senyum2 merasa kebegoan luar biasa sy naik lagi satu lantai… that’s it! that’s it.. come on, darling me, you can make it…

daaaaan… singkat cerita, setelah pake acara salah kunci segala (pake kunci kantor buat buka pintu depan >.< DUH) akhirnya sy bisa nikmat berbaring di kasur kesayangan…

on-campus housing (via de veste – university of twente)

Calslaan45

tampak belakang apartemen mondriaan

housing dalam kampus universiteit twente enschede –

ada dua macam housing yang disediakan kampus, furnished dan non-furnished..

furnished – ya furnished deh, ude ada printilan2nya, tidur-makan-mandi.. ada yg lengkap banget, ada juga cuman yg gede2nya aja, kebanyakn sih cukup bawa orang aja, kecuali yg sedikit lebai kaya sy, musti beli sprei sendiri.. untuk yg dapat furnished musti antreeeee, dan direkomen sama sekretaris grup/jurusan masing2

kalau non-furnished, de veste punya grup facebook yg me-release studio/kamar yg akan kosong, trus yaaa untung2an gitu daftarnya..

syukurlah, beberapa hari sebelum berangkat sy langsung dapat tawaran apartemen dalam kampus, namanya Mondriaan, sebuah furnished apartemen, furnished jadi dapur lengkap, tempat tidur lengkap, sampai mesin cuci aja ada, dengan kamar dan dapur pribadi, tapi berbagi kamar mandi dan balkon dengan 1 orang lainnya, dan dapat kamar di lantai paling atas… jadi solitaire, tapi kadang2 masih ketemu tetangga, karena 1 pintu depan itu untuk 4 kamar, sisi positifnya karena ada 2 jendela besar dan balkon maka sy punya pemandangan bagus dari dalam kamar dan selalu dapat kesempatan olah raga dengan naik turun tangga sekian banyak (belum pernah ngitung berapa tangga, nanti deh update.. jumlah tangga: 48!) sisi ngga enaknya ya itu… ngga ada lift jadi ya mau ngga mau musti kuat naik keatas dalam keadaan paling ngantuk sekalipun..

daaaan, karena apartemen ini furnished maka durasi minjemnya juga dibatasin, hiks… karena itu sy lagi cari2 apartment/house nih, semoga dapet yg cucok deh…

 

 

 

 

 

5

Antara Ujian, Doa, dan Senyum

sy terduduk di kursi kantor, hiks.. puter-puter kursi sambil dengerin prambors, bengong, plongah plongoh, tangan sy masih dingin, dengkul rasanya lemes ngga karuan, ngga tau harus apa ato ngapain sekaligus punya buanyaaaak hal yg pop up tapi trus pecah begitu aja.. sy baru aja selesai pertemuan pertama dengan kedua pembimbing ttg rencana penelitian sy.. semacam ujian begitu.. hasilnya ampun-ampunan deh, sy lebih banyak diamnya gicu, mateeeeng… meskipun ada beberapa pernyataan yg baik tentang proposal sy, tapiiiii… hiks.. mo nangis tapi kan malu…

butuh hiburan, sy-pun googling: ujian proposal

ada satu hasil rujukan google yg bikin sy ketawa, krn muncul saran kata kunci untuk browsing lanjutan:

DOA menghadapi ujian skripsi

hehehe.. ya iyalah, bukan cuman mau ujian skripsi aja kan musti berdoa… hihihi… tapi nampaknya “doa menghadapi ujian skripsi” lumayan banyak dicari yaaaa… wkwkwkwk…

kemudian sy baca sekilas satu persatu… ada satu saran tentang ujian skripsi yang sering atau pasti muncul di semua tips-tips lucu itu, lumayan bikin sy ketawa lagi:

awali dengan SENYUM, SENYUM  kalau ngga bisa jawab, dan akhiri dengan SENYUM

wkwkwk, oalaaah apa sy tadi kurang senyum pas diuji yaa.. emang ngga sempet senyum sih rasanya, antara ndredeg sm nyatet masukan-masukannya.. terus jadi inget kalau pas lagi nguji skripsi mahasiswa sy, lah mereka kok sempet to yo senyum-senyum pas sy nguji, sy mbatin apa sy kurang serius ngujinya, tapi mungkin mereka terpengaruh tips kekinian saat skripsi aja.. hehehe..

kemudian nemu lagi tulisan blog bapak dosen ini.. inspiratif cerita momen ujiannya..  lulus sekolahan terakhir di usia 31 juga menakjubkan… sy dulu juga rencananya begitu (halah), tapi apa daya kalau mau lanjut sekolah harus nikah dulu, punya anak dulu, malah ada senior yg wanti-wanti kalau bisa punya dua anak, biar kalau sekolah lagi sudah lega (apanya yg lega sih? masih misteri sampai sekarang) hasilnya malah sy jadi susah switch mood ke sekolah lagi.. eh kok jadi curcol, ya yg penting sekarang sy jadi semangat nulis ttg momen ujian sy juga.. sekalian refleksi ^^ yaa..

momen ujian itu memang selalu membahana

ujian skripsi S1 memang dimulai dgn sy gemeteran dan jadinya gagap abis, lampu proyektor sy idupin sy matikan saking ndredegnya.. (iya, proyektor.. masih pake OHP) meski OHT yg sy bikin cukup cantik dan cukup detail, sampai sy nomorin tapi ya masih saja kebolak balik pas naruh di OHP… tapiiiii begitu disuruh cerita tentang skripsi sy tentang pelaksanaan kurikulum cbsa pelajaran Bahasa Inggris tingkat SD di Surabaya itu dan ditanya a sampai z tentang skripsi sy, langsung deh lempeng… nyuuuuus…ngga ada pertanyaan yg ngga bisa sy jelaskan.. semua buku sy baca beneran, semua observasi sy lakukan sendiri dan sy catat dengan detail.. I nailed it! menunggu hasil ujian diluar beberapa saat sy lalui dengan tenang, lega dan senyuuum yakin dapat bagus.. tau dari mana? hmm jelas kelihatan lah, pengujinya manggut2, meskipun salah satunya sedikit tanpa ekspresi, namun dari atmosfernya terbaca, sy mempesona ^^ dan jelas dapat A dengan minor revisi.. persiapannya apa? ya cukup tau banget apa yg sy tulis, dan sy suka dengan topiknya.. memang menjadi pertanyaan sy selama kuliah..

ujian s2 lebih dahsyat.. di kelas besar, dimana selain dosen penguji ada juga teman dan pihak umum yang berminat datang, mereka dari praktisi pengembang kurikulum dan pelatihan guru, maklum, tulisan sy adalah tentang pelatihan guru SD di Indonesia tentang KBK… lagi-lagi sy pede dengan media yang tertata manis, kali ini sudah pake power point ya… meski semalaman ngga bisa tidur dan salah bawa flash disc >.< untung bisa diambil dari kampus tuh filenya, gemeteran hanya berlangsung 5 menit pertama, dan selanjutnya momen ujian berlangsung mulus, karena sy bs menjawab semua pertanyaan dan memperkenalkan (pendidikan) Indonesia juga.. sy tidak mendapat angka menakjubkan saat itu, meski ada bbrp teman yg hadir yg nggumun kok cuman dapat 7 ya.. malah sy yg jelasin, di jurusan pendidikan atau sosial di Belanda sy bisa dapat 7 sudah sujud syukur tuh apalagi sy lebih banyak backpacking keliling Eropa saat itu.. hiyaaaa..

kemudian sy jarang ketemu momen presentasi yang diuji seperti itu… jadi kurang latihan kali yaa.. tiap tahun sy memang ikut seminar nasional/internasional tapi kalau saat konferensi mah jelas lebih pede lagi… terakhir ya interview beasiswa dikti itu aja…

dan mungkin sy kepedean, hiks

dan sesuatu yg berlebihan itu ngga pernah baek

hiks..

dengan penelitian sy saat ini, yg hidup sy banget, sy merasa sy sudah paham banget dan merasa pasti bisa menjawab pertanyaan apa aja.. sy jadi kemaruk, buta.. ngga bisa lihat dari sudut pandang orang lain yg jelas belum tentu menemukan bahwa ide sy itu penting buat diteliti..

harusnya sy siap dan memperkirakan kira-kira apa yg diragukan dari penelitian sy dan akan ditanyakan, harusnya sy juga musti merancang jawaban atas semua pertanyaan tersebut, membuat buku suci kalau perlu…

okeh, nggapapah…

sy akan belajar… sy akan siap… ujian kualifikasi, here I come..