7

epic fail

curhat pendek epic fail edisi rumah tangga

===========================================

..:: satu::..

sy membatasi jumlah piring dkk yang beredar di sekitaran dapur.. cukup 2 item per jenis yg bisa nengkri cantik siap pakai, yg lain antree dalam dus saja.. dgn begini, jarang sink terlihat penuh, kecuali… long wiken ini ^o^ jadi dua piring, dua gelas, dua mangkok, dan teman2nya sudah asyik booo, pada bedua2an di sink…

ngeliatnya aja sudah pffffh…

biar semangat sy mau ganti sabun cuci piring biar ada yg beda gitu, ngga bau lemoooon mulu… nah, bbrp waktu lalu sempat beli sabun cuci berlabel biodegradable washing liquid aroma jasmine & orange, segar dan wangi gitu kan bayangan sy.. ya udah, meski sabun lama belum habis, sy memilih menggunakan sabun yg baru dalam festival mencuci kali ini.. pas nyuci sih biasa aja.. sesekali bau orange dan di tangan bau wangi..

namun ternyata saudaraaa…

setelah acara mencuci piring tengah malam selesai…  seluruh ruangan  dapur (dan ruang tamu krn jadi satu) jadi wangi melati dimana-mana!!!

-_____________-“

*untung bulan puasa

kiat mengatasi: rajin nyuci biar cepet habis! trus kembali lagi aroma lemon/apel

================================================

..:: dua ::..

sy tuh paling suka bau vanilla.. edt vanilla.. lilin juga wangi vanilla.. pewangi ruangan ya juga vanilla.. nah, kecuali pewangi toilet yg dicantolin di dudukan ntuh… nah sy selalu ambil warna biru yg membuat air menjadi biru dengan wangi standardnya… eh pengen dong di toilet juga wangi vanilla.. jadilah sy beli dan pasang pewangi aroma vanilla, masang aja hati udah seneng kok.. kayak hati jomblo yg disenyumin meski ngga diajak kenalan… hahaha *ngga nyambung *maaf

trus sy flush sekali sebelum sy meninggalkan toilet.. harapannya yaaa besok pagi disambut dengan aroma favorit dong..

…..

paginya…

“mamaaaaaaaaaaaaaaa!”

ada teriakan dari toilet, waduh, sy bergegas menyusul tole di toilet sambil tereak juga nanya ada apa (kasian ya rumah sebelah, dapat tetangga ndeso >.< biasa tereak2 di pematang sawah)

“duh mama nih ngga ngeflush ya!” tuduh tole

waaaaat… sy intip wcnya.. iya euy airnya kuning…

tapi harum…

tapi KUNING!

kiyaaaaaaaaaaaa….

ternyata aneeeeeh lihat air wcnya warna kuning gituuuuu… bukan cuman karena biasa lihat warnanya biru, tapi juga emang kaya ada yg lupa nge-flush jadinya…

-_____________-“

ampyun deeeeh…

kiat mengatasi: pasrah nunggu habisnya.. masa iya rajin pipis? hihihi… yaaa trus kembali lagi beli yg warna biru…

================================================

ada usulan aroma apakah buat sabun cuci dan pewangi toilet yg ngga serem dan ngga aneh???

8

One-(wo)man Company

hari ini sy mengikuti salah satu phd-course ttg Storytelling.

saking excitednya dan takut terlewat lagi, jadi pengen banget nulis ttg ini deh – meski tulisan ttg pindah rumah dan perjalanan zuid limburg masih nengkri di bagian draft >.<

bukan tentang coursenya, tapi tentang INSTRUKTURnya.. meskipun coursenya juga asik banget karena bisa bertemu dan mendengar berbagai partisipan yg kebanyakan adalah dosen2 atau phd-dosen di kampus… tapi sebenarnya ini bukan yg pertama kali sy bertemu dengan instruktur model beginih di kampus… sudah mo nulis ttg hal ini sejak yg pertama ketemu tapi ya gituuu, idenya menguap begitu saja, naaaa.. sebelum yg hari ini hilang jugah, yak yuk mareee..

sebut saja namanya bu Elsa, bukan bunga, kalau sy tidak salah dengar (maklum hari Senin kadang radar bahasa Inggrisnya belum full-power, huehuehue) sebelumnya dia kuliah matematika, lantas lanjut di jurusan ilmu komputer di salah satu institut teknik ternama di Belanda , lantas bekerja di perusahaan sbg manajer apa gitu sy lupa.. itu karena pengaruh ayahnya yg pebisnis juga.. kemudian karena suatu hal, dia berhenti dan mulai menekuni kecintaannya terhadap storytelling yang kemudian diseriusin buat jadi usaha… sendiri dan bener-bener bu Elsa ini sendirian yaaa…

– one-woman company –

punya website sendiri… kontaknya ya namanya sendiri, imel pribadi… desain2 sendiri… bikin materi sendiri…riset untuk trainingnya juga dilakukan sendiri… shooting sendiri… socmed buat promo dijalankan sendiri… daaaan pelatihan juga dilakukan sendiri, dengan persiapan sendiri (mulai nata kursi, nyiapin peralatan dan materi, juga evaluasi).. setelah pelatihan eeeeh ya dia punya print out sertifikat yg ditandatangani sendiri…

jadi bu Elsa ini training designer, training advisor, training manager, sekaligus trainernya ^^

hmm, kepikiran juga apa sama ya sm freelancer yg notabene juga self-employed.. hanya mungkin sebutan one-(wo)man company ini menekankan multi-taskingnya, sementara freelancer cenderung ahli di satu bidang seperti web-designer atau fotografer.. (*maap, pengetahuan dunia bisnis sy amat kering kerontang…)

yaaah gitu deh..

mendadak pengen MIMPI, merencanakan pensiun dini, trus bikin one-(wo)man company

asyik kali ya? tapi bikin apa ya? training juga laaaa… namanya apa ya? ruang lingkupnya apa ya? waaaa jadi ngga bs tidur sepertinya malam ini… yuuuk mimpi bareng yuuuk…

>.<

 

 

7

Travelling ke Zuid-Limburg (1)

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart

Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi 1,8km *irit dikit di km tapi lumayan karena jalanan di daerah ini naik turun..
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt

Note: menurut VVV, katanya mau ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt pas summer pas weekend, praktis buat yg irit jalan

This slideshow requires JavaScript.

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

This slideshow requires JavaScript.

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-”

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

This slideshow requires JavaScript.

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

My Review:

-love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)

-stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection

-felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast

-a kind and helpful host..

This slideshow requires JavaScript.

dan yg paling penting adalah….

menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂 si owner yg baik hati ini minta di review di sosmed dan di situs pariwisata.. sy langsung berasa penulis yahud deh… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat tristan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

(to be continued)

 

5

Working Mom

menjadi phd-worker di kampus university of twente membuka akses sy untuk mengikuti berbagai organisasi2 atau komunitas2 atau courses2 yg ngga lazim ada di kampus asal sy, salah satunya yg baru dua kali sy ikuti, namanya FFNT, Female Faculty Network Twente

FFNT merupakan komunitas perempuan yang bekerja di university of twente dan menyelenggarakan pertemuan2 salah satunya pertemuan rutin satu jam untuk sharing ideas sembari makan siang

modelnya kayak circle time yg diawali saling mengenalkan diri, atau mengungkapkan harapan, atau apa yang sedang menjadi topik di hari itu, kemudian ada guest speaker yg sharing 10-15 menit yg diikuti obrolan panjang dan seru, ala ibu-ibu arisan begituh

dua kali sy sempat ikutan, dua kali ketemu dosen, associate professor, ibu, dan… sukses! (baca: punya rentetan prestasi panjang dan menakjubkan) (note: guest speakernya ngga selalu perempuan, dan topiknya ngga selalu tentang ibu2)

melihat aura pintar dan percaya diri serta mendengar cerita ibu-ibu ini membuat sy rasanya mau duduk aja di pojokan antara kagum, ngiler, sama minder… *ah sy mah apa atuh

dan pertanyaan umum yg terlontar pertama kali dari para para perempuan yg hadir adalah yg satu ini:

apa resep kesuksesan dalam karir anda?

guest speaker 1

A: sy bekerja keras untuk itu (beliau mendapat hibah bergengsi selama beberapa kali berturut-turut), untuk mendapatkannya, untuk mengerjakannya, dan untuk membuat laporannya, dan untuk membuat publikasi setelahnya.. banyak waktu sy habiskan untuk mengejarnya, karena hal tersebut adalah salah satu impian sy

Q: loh, cape dong? keluarga gimana dong?

A: anda tanya resep kesuksesan dalam karir kan?

Q: dududududu

“sebagai ibu yg bekerja, sy yakin semua ada waktunya, berbeda tentunya untuk tiap orang, pilihan ada di masing-masing ibu.. yg sy percaya there’s no such thing as luck, ngga kerja keras tapi mendapatkan sesuatu, NO WAY, kerja keras, disiplin, persiapan itu dibutuhkan untuk mencapai keinginan… dengan peran sebagai ibu yg utama, ya resikonya kita harus memilih peluang yg lebih fleksibel… yg tahu kapan menempatkan yg mana sebagai prioritas ya kita sendiri.. sy bahagia bila sy bisa menggapai impian sy, menjadi ibu yg membesarkan anak dengan sebaik mungkin juga sy lakukan, dan bila kondisi keluarga memungkinkan dan suami mendukung – barulah saat itu sy mengejar karir sy”

me: iya.. ibu ini kelihatan chic dandanannya, gaul gituuuh, tegas, and wooow, she got the look of “she-really-knows-what-she-wants” deh

guest speaker 2

A: 1) TIME MANAGEMENT – make good plans for everything 2) sy menerapkan aturan bekerja 80%, dan sy selalu menyampaikan ini di awal kontrak pada tempat sy bekerja dan teman kerja sy 3) waktu sy otomatis sy bagi untuk bekerja dan keluarga, saat bekerja fokuslah pada pekerjaan, saat bersama keluarga ya fokus juga dong sama keluarga, alihkan energy guilty feeling untuk menikmati apa yg sedang sy lakukan, untuk refleksi dan berpikir sy lakukan saat bepergian misal saat sedang bersepeda

Q: wah, pantas saja anda terlihat selalu happy, is there anything that you’d miss?

A: ya laaah, jelas ada yg sy tidak utamakan, acara2 bersama keluarga besar dan teman dan juga mengajar…

Q: oalaaah…

anak sy dua dan masih kecil, mereka masih membutuhkan sy fokus melalui waktu bersama, nanti ada saatnya mereka hanya butuh kehadiran sy namun sudah bisa menikmati waktu mereka sendiri, semenjak menjadi ibu sy mengubah target2 dalam pekerjaan sy misal dari sejumlah publikasi ke beberapa publikasi berkualitas, sy membuat pertemuan harian rutin dengan post-doc dan phd, dan sy mendelegasikan hal2 yg sekiranya bisa mereka kerjakan, di rumah juga, sy selalu merencanakan jadwal kerja, lembur, dan konferensi dengan suami agar bisa bergantian mengerjakan peran dominan dalam menyiapkan rumah tangga

me: ibu ini terlihat praktis namun sederhana, dengan rambut pendek, dan kostum jeans dan kemejanya.. tegas, dan smart, well.. heylooo beliau bekerja di bidang computer science begituuuu…

nah, mari kita simpulkan sajah tips dari dua ibu bekerja yg sukses inih,

working mom tips

1) know what makes you happy, and be happy!

2) jadi orang jgn serakah, fokus sama satu tujuan dalam satu waktu, kalau yg lain juga didapatkan yah lumayan kan dapat bonusnya, yg tau tujuannya apa kita sendiri, tutup kuping sama apa kata orang

3) dukungan suami, dua ibu ini sama2 melibatkan suami dan mengkomunikasikan perannya, suaminya juga pada mendukung sih yaaa, dan lagi mungkin juga karena budayanya kali ya

4) disiplin waktu dan diri

me: i am happy, sy bersyukur synya ngga serakah, ngga ambisius buat menang the best thesis award apah the fastest phd ever ato the most famous #phdmum, huehuehue… tau banget kapasitas sy dimana… suami juga tetep asik buat diskusi dan ngedukung sy maunya apa dan mau pergi kemana… buat sy yg masih jauuuuuuuuh tuh ya yg terakhir, disiplin waktu dan diri.. sy masih ngglewes super fleksibel dan super moody beginih… working mom cap 2 kelinci! aaaah help meeeh…

 

 

 

2

Tangga Rumah Londo

Rumah londo jaman bahuela itu terkenal dengan kelangsingannya… tidak melebar tapi meninggi ke atas, biasanya ada 2 lantai plus attic, dan memanjang ke belakang… konon, katanya hal tsb dikarenakan dahulu kala pajak dihitung dari lebarnya rumah aja, dan atas nama kenyamanan, ruangannya dibuat sebesar-besarnya dan mengorbankan ruang untuk: TANGGA, dan keistimewaan ini sampai terkenal sebagai salah satu ciri khas rumah Belanda.

the Dutch Stairs

cof

yap… tangga di rumah londo (bangunan lama, yes…) alias Dutch Stairs sering disebut sebagai: “Death” Trap (trap itu tangga dalam bahasa Belanda) saking curamnya dan imut2nya si tangga inih, belum lagi biasanya arahnya berbelok, pas belokan itu bentuk tangganya ya segi tiga gitu dong..

kalau lihat foto tangganya doang nih, pasti sy mengira yg pernah tinggal di rumah ini adalah keluarga kurcaci yang bikin tangga didalam rumah pohon… ngga bakalan nyangka kalau ini adalah rumah orang Belanda yg dikenal tinggi besar… (opo maneh nganggo sandal kayu… ealah… impossible meneer...)

sebenernya di Indonesia, sy blm pernah tinggal di lantai atas, ada lantai atas di rumah mymommy pun, sy naik ke lantai atas rumah sy cuman buat nimpuk adek sy kalau sdh dipanggil dan ditelfon tetep ngga nyahut… lagiaaaan, tangga rumah di Indonesia biasanya cukup lebar buat naruh pantat emak2 yg mo pose wefie canteeek bebarengan…

nah, dapat rumah yg dibangun jaman bahuela (baca ceritanya di sini), otomatis sy dapat warisan “the Dutch Stairs” ntuh… oh oh oh… cinta pandangan pertama ketika buka pintu depan… look at those cute stairs ^^, no death trap laaah , sy pikir… jelas sy pede aja lagi… karena sebelumnya waktu sy sempat tinggal di apartemen lantai ke-5 tanpa kemewahan lift, sy sempat melatih jempol kaki sy buat mencengkram tangga imut2 namun lebih simetris itu.. bahkan dapat anugrah zero-accident-award selama 11 bulan berturut-turut.. *proud

however, it turned out that it wasn’t that cute >.< 

the dutch stairs turned into a steep slide one early morning and helped me getting faster to the ground… *bruk

oh la la, suddenly I got a world map tattooed on my body…

ampuuuun, ndoro meneeer…

I ain’t no ninja mom after all

 

3

Mencari tempat tinggal (4)

sebagai “mahasiswa” baru di kampus utwente, sy punya jatah housing untuk difasilitasi kampus selama 1 tahun, artinya: mendapat tinggal full-furnished di luar maupun di dalam kampus (tentang housing university of twente baca di sini) pada saat itu sy merasa amat beruntung karena di tengah antrean pencari housing full-furnished kampus, sy mendadak bisa dapat tempat tinggal dalam waktu kurleb seminggu sebelum keberangkatan…

de stadsweide

sebulan pertama sy nengkri cantik dulu di apartemen naungan kampus utwente namun lokasi di tengah kota, de stadsweide, apartemen sharing ber3 dan semi-furnished – yg buat sy jadi super furnished gegara tinggal bersama 2 cewe post-doc baik hati super sibuk, yang pernik2 tempat tinggalnya lebih-lebih (sampai sy diminta bawa beberapa pas keluar dari apartemen cobaaaa ^,^) lantas lokasinya inih, yg bikin keinginan shopping tidak bisa dipasung, pulang dari kampus selalu nyempetin buat melipir ke v&d atau hema yg waktu itu lagi sale gila-gilaan (karena v&d mo tutup, hema-nya mo pindahan)..

mondriaan

kemudian 11 bulan berikutnya sy lewati dengan nyaman tentram jaya juga di apartemen naungan international housing office utwente, apartemen mondriaan yg semi-private dalam kampus, errrrr ekstra olah raga naik turun tangga lagi (baca ceritanya di sini), huehuehue, dan dapet tetangga yg super seru buat ngobrol ngalor ngidul meski umurnya kurang dari setengah umur sy beda dikiiiit.


nah, kesalahan sy adalah:

membiarkan diri terlena dan menafikan kenyataan bila mencari tempat tinggal (+di belanda)(+berdua sama anak)(+phd dgn beasiswa dikti) itu relatif tidak mudah… relatif.. iyaaa.. relatif… namun ternyata amat sangat tidak mudah buat sy… tau gitu kalau perlu dari awal deh sy langsung berburu tempat tinggal *terisak-isak *drama usaha via email untuk merayu pihak housing kampus untuk memperpanjang sampai sy dapat housing ngga berhasil juga, otomatis sy musti usaha lewat jalur lain..

pada masa itu sy masih kekeuh dengan kriteria tempat tinggal idaman:

  • musti deket kampus (secara waktu sy akan habis di kampus)
  • paling engga ada 2 kamar tidur (rencana mo bawa anak)
  • NO MORE 4th – 5th floor – sudah cukup langsingnya pegelnya kok… hahaha…

untuk mencarinya, ada berbagai alternatif yg membuat sy install fesbuk apps lagi (*alesaaaaan):

  1. grup2 fesbuk > nongkrongin grup2 fesbuk marketplace utwente-itc, saxionsaxion, dan housing di enschede dengan cara ini, biasanya bisa mendapat tempat tinggal lungsuran, maksudnya dari penyewa sebelumnya.. yaa, ada temen yg bahagia banget bisa dapetin apartemen bagus, ga bayar makelar rumah, lokasi di centrum (city center) beserta barang2 milik penyewa sebelumnya yg diberikan dengan harga paketan promo… asyik emang, sayangnya tawarannya jarang banget, daaaan pernah sy cape ngelihat fesbuk, mutusin buat absen bbrp hari aja, eh ternyata malah pas ada tawaran asik yg pas sy hubungi sdh hilang deh…
  2. fesbuk page > via makelar officialnya kampus, de veste, buat dapetin studio/private room un-furnished dalam kampus, yang di-iklanin di fesbuk (tapi musti register imel dulu di websitenya yaa)… dalam sebulan biasanya ada 3-6 studio/room yg ditawarkan, dan kurleb 8 bulan sy ikutan apply, daaaan belum beruntung, jadi sebel juga pas tahu ada student yg belum lama dateng namun sdh bisa boyongan kesana… kok bisa??? yaiyaaaa, sistemnya LOTRE, jadi… yaaaa I would need tons of luck.. pssst, bahkan saking desperatenya kadang sy ngga isi form sekali doang, hihihi, versi inggris dan versi londo sy isi semua formnya… ^.^v
  3. website makelar rumah macam: smartwonen, funda, huurwoningen, domica, (browse the names) etc biasanya berbayar (ongkos adminnya sampai sekitar sebulan uang sewa), dan tempat tinggal yang ditawarkanpun jarang ada yang terjangkau sama kocek, beberapa kali sy menemukan studio atau apartemen yg asyik, ngga bayar banyak, eh tapi ngga disetujui karena pendapatan dianggap kurang (biasanya diminta pendapatan 2-3 kali lipat harga sewa rumah), atau karena pendapatan sy adalah beasiswa dari non-londo, atau karena tempat tinggalnya ngga sesuai untuk anak…
  4. website makelar rumah yg sepertinya non-private, karena bisa punya akses ke database kependudukan.. yang sy ikutan ada dua, woonplaats dan domijn, dan sistemnya lotre… hiyaaaaa lotre lagi… di dalam websitenya dibagi jadi 2 kategori, dibawah atau diatas 710.. untuk kategori dibawah 710, biasanya dalam kisaran 450-600an, lumayan sih.. cuman sekali lagi, sistemnya lotre.. untuk satu tempat tinggal yg murce kadang yg apply mencapai 200an… >.< lantas akan kepilih 3 kandidat buat datang ke open house, kans paling gede ya kandidat 1 laaaa, dan selama berbulan2 sy dikabarin jadi kandidat pun baru sekali – itupun kandidat ke-2, dan belum berhasil, oh ya.. untuk bisa apply ke agen rumah ber-subsidi ini harus sudah memiliki IB60 (pernyataan pendapatan dari dinas pajak, silahkan browsing, ngedapetinnya bisa pertelfon atau rikues online, sy rikues online krn bisa mabuk kalau dengerin bahasa belanda via telfon, meski bisa juga rikues via sekretaris departemen, hihihi)

sy jelas dong, berbulan-bulan memasukkan pencarian rumah di jam2 pertama di kantor… fesbuk dan website makelar2 rumah jelas ter-bookmarked.. nah ini yg bikin capek, habisin waktu, dan bikin stress gegara waktunya makin mepet sama jadwal pengusiran ^.^ alias habis kontrak… makanya lantas overthinking: harusnya mungkin dari awal sy sudah mulai mencari, secara belum begitu jodoh sama sistem2 ala lotre ginih…

lantas apa sy dapat tepat waktu? tidak, pemirsaaah…sampai habis kontrak, ternyata sy ngga berhasil dapetin tempat tinggal… padahal bocah kesayangan sudah sampai di londo…
namun, di detik2 terakhir, syukurlah, ada keluarga yg berbaik hati (namun smg ngga depresih) menerima kami berdua yg gesrek inih *-___-* dan bonusnya: they happened to be such a super cool couple with adorable babies *bikin jadi pengen punya bayi lagi *halah *abaikan


setelah pindahan, sy ngga lagi ketat dengan persyaratan impian sy, mau studio, apartemen, rumah.. semua-semua diklik, semua semua dilamar, apa aja mau deh, asal lokasi ngga bikin trayek sepedaan makin jauh gituuuu… mau kamar satu apa dua apa tiga, asal harga masih terbayar ya hayuuuuk…

*mauan yaaa
akhirnya yaaaa, akhir bulan lalu, sy menjadi kandidat ke-3, untuk sebuah rumah, rumah looo bukan apartemen atau studio, rumah londo yang dibangun tahun 1922… rumah londo biasanya tidak hanya satu lantai, ada ruang bawah tangganya, ada attic-nya, juga halaman belakang.. kamarnya lebih banyak dari yg kami butuhkan, dan  lokasinya lebih dekat ke pusat kota daripada ke kampus.. setelah open house berlalu, pas sy telefon nanya kemungkinannnya dijawab: “oh, kamu kandidat ke-3 (*i know), ada kemungkinan kandidat ke-1 atau 2 menerima, jadi tunggu email dari kami saja ya…” haiyyaaaa, itu sih sy tau, eniwe… sy ngga terlalu super berharap juga sih jadinya… apalagi setelah dibilang salah satu persyaratan adalah IB60 2015 & 2016 sementara sy cuman punya yg 2016 aja.. pasrah bangeeet…

tapi kayanya justru karena pasrah gitu malah syukurlah kami dinyatakan sebagai pemenang haisy, penyewa maksutnyeee *jump for joy

happy ending? well, ehmmm, gimana yaaaa… ternyata pindahan ke sebuah tempat tinggal yg un-furnished ngga semudah yang sy bayangkan, meski sudah pernah baca2 sebelumnya, misal dari referensi wajib ibu ratu “queen of babble” atau dari website ACCESS

ribet ending tepatnya…

-to be continued-

7

5 alasan buat PhD

hello 2017, tenan to (=beneran kan), kalau ketemu deadline tuh yg dilirik malah blog… #procastination ? atau keinginan menyelesaikan sesuatu meski yang penting malah belum kelaaaar… Yaa Tuhan.. *tutup muka *jari teteup ngetik ^^ saat ini rasanya pengen invisible, ga pedenya meningkat drastis berasa manusia paling bodoh sedunia… hiks…

dan membuat pertanyaan yg sama muncul berulang-ulang:

” Ngapain PhD ?!?@!#$?! “

==================================================

1.kesempatan buat refreshing dari pekerjaan

sebelum ini, sy mengajar.. ya tk, ya guru tk-nya, ya mahasiswa… pengajar itu merupakan satu profesi yg mudah menjenuhkan, yaaaa meskipun materinya selalu update dan seru bin menarik (bayangin toooo, kalau guru tk tuh yg diomongin lagu baru atau sajak baru, kalau pas ngajar teknologi pendidikan yg diomongin teknologi baru, aaaah I love my subjects) tapi outlinenya tetep sama bertahun-tahun loooh… lantas anak2 atau mahasiswa2 memang beda (kecuali ada yg ngulang) tapi polanya selalu sama… ada yg bandel dan jadi kesayangan bunda *uhuy, ada yg rajin, ada yg pinter, ada grup si beken, ada juga si tukang copy paste… jadi kalau outline dan polanya sama.. wuih… setelah 20 tahun mengajar ya lumayan mblenek kalau orang surabaya bilang..

libur mengajar itu juga berarti bebas pesan beruntun atau curcol berkepanjangan dari mahasiswa, ortu mahasiswa, pacar mahasiswa, atau ortu anak2 tk via wa, email, twitter, skype, ig, facebook, line, oh la la… sampai pengajarnya ngga sempet curcol inih…

maka… mendadak pause mengajar itu seakan refreshing.. dan pengajar itu butuh banget refreshing.. biar kangen ngajar, trus pas balik ngajar bisa lebih baik *aamiin..

(meski begadangnya tetep aja… begadang nyiapin materi atau media, ngga ada begadang koreksi, ngga ada begadang nulis progress report nak-kanak ^o^ diganti begadang baca atau nulis)

2.kesempatan buat belajar sepuasnya

ketika sy menjadi pengajar, ini sy lo yaa… sy merasa belajarnya cupet.. belajarnya buat besok-besok yg mau diajarkan aja, dan kalaupun berkembang yaaaa masih di dalam lingkaran kecil yang sama.. laah trus kalau yg diajarkan outline sama berpuluh-puluh tahun kan kerangka belajarnya ya gitu-gitu aja toh.. iya sih, dari sisi lain bisa jadi itu maksudnya belajar lebih dalam, tapi di sisi lain, merasa kurang gahul hahaha… masak pengajar kudet, kan ngga seru, ya ngga?

maka buat sy itu pertanda buat kembali me-nol-kan pengetahuan sy, kembali merangkak untuk belajar apa aja dan sepuasnya, dan bukan cuman hard skills tapi juga soft skills…

3.kesempatan buat memperbaiki diri

makin bertambah usia, sy makin sering menemukan kekurangan2 sy…

sebagai pengajar yg so far belum berminat buat jadi pejabat memiliki tugas lain selain mengajar (dan meneliti & mengabdi – tridharma ini), sy hanya memiliki tujuan jangka pendek, per-semester lah paling banter.. planning lengkap, modifikasi media, evaluasi siap, koreksi nyicil, sudah… selain itu ya deadline kecil2, yang tiap semester ya sama aja lah, itu2 aja.. sampai kadang hafal bulan apa yg paling banyak acara, bulan apa yg paling bete, bualan apa yg banyak pelatihan, hehehe… alhasil, sy kurang handal di manajemen deadline waktu..

sebagai pengajar di tempat2 dimana sy mendapat predikat “satu-satunya” membuat sy mudah terjebak sm kenyamanan dan tepuk dada ^,^ *jendul diri sendiri hehehe.. ini kerasa kalau ngelihat guru-guru atau dosen-dosen (baru), kalau ngelihat mahasiswa baru suka berasa sedih sm umur… gileeee masa mahasiswa lahirnya pas sy selesai kuliah… T.T kalau sy lg cerita dgn kejamnya polosnya mereka komen: wah tahun segitu sy belum lahir, mam… trus sy jadi pengen jawab: etapi muke tuaan elo yaa… *cadaaaaas hahahaha ooops

jadi ya ini beneran untuk menambal hati, dan memperbanyak istighfar^.-

4.ada kesempatan

iya, kesempatan itu ada, maksudnya ada beasiswanya gituh… dari pemerintah ada, dari uni ada, dari organisasi dunia ada, tinggal pilih yg sekiranya bisa dicapai dengan bekal yg ada… syukurlah sy dpt beasiswa yg rentang umurnya sesuai *weeeeee

5.ada keharusan

mo gimana lagi.. sebagai pegawai negeri, ada keharusan buat studi lanjut, kalau dulu guru tk bisa lulusan sma, trus D2/3, lantas S1, malahan sekarang banyak yg sedang studi S2.. laaaah alhasil kan gurunya musti studi lanjut juga..

============================================

kamu kapan mau PhD???