13

Studi PhD di Belanda

berikut adalah pengalaman pribadi sy menjalani studi phd bidang pendidikan di University of Twente, Belanda, dengan beasiswa negara.. note: beda funding (bisa dari beasiswa atau dari gaji sbg peneliti), jurusan, apalagi universitas, ya bisa beda lagi aturan dan pengalamannya yaaa..

Durasi Program PhD: 4 tahun minimal

(phdcomics)

durasi program doktorat dikemas dengan timeline penelitian minimal 4 tahun.. iya minimal itu.. hal ini membuat kelompok penerima beasiswa dikti seangkatan sy di WAG sudah pada punah lulus, karena kebanyakan program di Asia (Jepang, Korea, Taiwan) yg notabene durasinya 3 tahun seperti di Indonesia, selain itu hanya ada 1 di Eropa (Belanda-sy), dan 1 di Australia tapi beliau sudah lulus dalam waktu 3,5 tahun, iya, jadi sy ngga ada temen curhat dan gantian ngintip info kapan beasiswa cair.. hahaha.. maklum, grup itu rame di akhir semester, saat duitnya dah pada habis…

Trayek Program PhD: penelitian + course

:: penelitian :: trayek phd itu fokus pada 1 penelitian yg dipecah menjadi 3-5 sub-studi, nah, tiap sub-studi itu nantinya akan diteliti secara terpisah, kemudian ditulis dalam bentuk artikel yg harus dipublikasi di jurnal dengan rating tertentu.. maklum, kan nama spv masuk juga, jadi paling tidak diharapkan di 5 jurnal dengan indeks tertinggi (bisa berdasarkan scopus atau ISI) contohnya dalam bidang sy di gambar berikut (hasil browsing journal2 terpercaya di journalbrowser kampus)

5 jurnal bidang paud (dan literasi) rank teratas menurut scopus

hasil dari beberapa artikel inilah yg nanti akan dikompilasi dan menjadi disertas sebagai syarat kelulusan..

:: course :: selain meneliti dan menuliskannya, ada juga kewajiban memenuhi course 30kredit.. 30 kredit itu dibagi 2 ranah, ranah pengembangan profesional (rpp1) dan ranah pengembangan pengetahuan (rpp2) ini nih yg pelik, kampus utwente hanya menyediakan course di rpp1 sementara untuk rpp2 untuk phd bidang pendidikan, sy harus mengambil perkuliahan yg diadakan oleh konsorsium jurusan pendidikan Belanda (namanya ICO) yg semuanya tidak diadakan di kota sy, jadi kalau pas lagi ambil course ya harus rela mengeluarkan ongkos transportasi (dll) rela deh rela – yg penting bisa jalan2 juga refreshing kaaan.. yg susah, course yg ditawarkan itu tidak selalu ada, kuliahnya hanya spring & autumn, dan muncul 2thn sekali.. jadi hrs benar2 mengatur waktu sesuai target..

6 hal ttg Program PhD ala anak TK

kegiatan sehari2 saya
  1. jadwal yg fleksibel, dikasih kalender online, bikin timeline sendiri, target sendiri, jam kerja sendiri.. mau siangnya tidur, malamnya kerja juga boleh..
  2. pengawasan supervisor – menyiapkan jadwal, timeline, progress report yg dibuat dilaporkan secara berkala ke spv.. untuk sy, ada jadwal tetap seminggu sekali untuk laporan dan konsultasi, kalau perlu banget, bisa jadi seminggu 3x..
  3. lunch break rutin – setiap jam 12an selalu ada lunch break di kantor, seringnya perayaan keberhasilan, perpanjangan kontrak sebagai dosen, publikasi ilmiah, ulang tahun, apaaaaa aja selalu dirayakan dengan cookies or cakes, kalau engga ya ngupi2 bareng aja..
  4. MENULIS ARTIKEL adalah kegiatan sehari2 – entah revisi artikel 1 sambil menulis metodologi artikel 2, siapin paper buat konferensi, atau mengemas proposal artikel 3, yaa kerjaannya cut & paste sana sini
  5. ngga ada nilai – baik2 aja asal memenuhi semua target revisi dan tugas terpenuhi tepat waktu, baik untuk course maupun deadline revisi artikel jurnal atau konferensi.. yaa kudu baik2 sama reviewers atau sm temen2 satu kelompok waktu course..
  6. break down & cry – bisa karena jenuh, atau sensitif sm jadwal, atau krn merasa ngga bisa memenuhi harapan spv, atau sikap perfeksionis, atau ya ngga nemu2 ide buat nulis itu bikin patah hati, ini kadang gantian, pernah sy pas mo curcol sambil nangis ternyata pas ngantor ada temen yg baru dateng sdh nangis duluan, yaaa sy tunda dulu deh nangisnya wkwkwk…

jadiiiiii, apakah kamu mau ambil PhD jugaaaaa???

6

Berburu LOA untuk PhD Belanda

Hello PhD scholarship hunters..

Khusus buat yang mengejar PhD di Belanda dengan beasiswa LPDP, BUDI, dan MORA, satu persyaratan awal adalah memiliki LOA atau Letter of Acceptance dari universitas yg dituju..

Nah, ngedapetin LOA ini sebenarnya gampang2 susah..

=========================

Sy dulu mencoba 2 pendekatan awal yg berbeda..

1. Dari universitasnya.. sy cari uni mana aja yg memiliki program studi Teknologi Pendidikan.. kemudian sy melihat daftar staf professor yg ada.. lantas membaca publikasi terbaru masing2 baru kemudian memilih yg sreg..

2. Sy menentukan kata kunci penelitian yg sy inginkan.. lantas sy browse kata kunci tsb di jurnal2 Teknologi Pendidikan, dan memilih artikel2 yg menarik dan mendaftar nama2 penulisnya..

Setelah daftar sudah di tangan, tahap berikutnya adalah menghubungi beliau2 via email untuk memperkenalkan diri dan menanyakan apa beliau2 bersedia menjadi pembimbing, ditambah apakah uni tempat beliau2 bekerja mau menerima beasiswa dari negara kita.

Nah tahapan awal ini memang bukan sesuatu yg mudah, apalagi kalau belum terbiasa menulis surat formal dalam bahasa Inggris (bisa googling contoh2nya deh ya, then make it personal)..

syukurlah sy ketemunya yg baik2.. yg malah berbagi artikel yg beliau2 tulis.. malah pernah ada yg janjian ketemu saat beliau2 ke Indonesia.. hmmm, tipsnya apa? Sy selalu bilang bahwa sy baru membaca artikel beliau dan berkeinginan buat diskusi ttg topik tsb.. sy juga menyertakan contoh tulisan sy.. jadi bukan cuman email berisi sy siapa dan maunya apa ya..

=====================

Kali ini, Nuffic NESO dan Academic Transfer (site yg memuat lowongan2 phd, di Belanda dan negara lain.) memberikan kesempatan buat bertatap muka langsung dengan perwakilan uni (daftar uni dan perwakilan ada di website NESO ya).. Daftarnya mudah, cuman isi form data diri.. kemudian tinggal menunggu penjadwalan dari NESO.. acara akan diadakan di Jakarta, 9 November 2018. Biasanya sih, NESO selalu mengadakan acara pameran pendidikan di kota2 besar di Indonesia.. cuman kayanya ya baru kali ini ada acara khusus PhD wannabe..

Untuk yg berdomisili di Jakarta dan sekitarnya sih silahkan langsung mengisi form dan menyiapkan diri untuk pertemuan tsb.. untuk yg tidak berdomisili di Jakarta dan sekitarnya namun ada niatan jalan2 atau punya budget lebihan ya monggo.. kalau tinggalnya jauh dan budget ngepas yaaa pakai cara biasa saja by emailing the professors seperti yg sudah sy deskripsikan di awal postingan, terbukti berhasil kok, hehehe

Anyway, apa pun caranya.. good luck ya.. kabar2in kalau jadi ke Belanda ūüíĀūüŹĽ

18

Beasiswa dan saya

pada satu masa di twitterland, yg bisanya sy baca sekilas saja, ada twit yg amat menggoda buat dikomentarin balik gara2 ada istilah:

(((ngemis))) beasiswa

trus jelas yg reply (dgn huruf acak dan tanda seru) yaa banyak dooong, trus di-reply balik sama si mawar – sebut saja kakak pencipta istilah tsb dgn nama ini ya – nunjukin kalau dia ngga ngerti salahnya dimana wong dia ngomong biasa aja kok neytijen pada nge-gas gitu.. benci sana benci sini pun dimulai… dan seperti biasa, ramailah twitterland dgn tralala trilili seputar beasiswa (yg sebenarnya awalnya ramai karena sebelumnya ada twit pembahasan ttg menjadi orang tua yg bertanggung jawab – ngga ikutan ini sy deh, capek! wkwkwk)

sy – yg sejatinya hidup di bawah kucuran beasiswa dari masa ke masa.. jadi merasa tertohoq.. mengapa begitu hina diriku dihadapanmu, mawar… *halah *cari meme qasidah

lah gimana toh, dari awal pendidikan tinggi sampai saat ini ditambah workshops,  shortcourses, bantuan/media belajar, dan seminar2 yg sy ikuti, semua bukan murni duit sendiri atau dari orang tua, malah sy sebisa mungkin menghindari menggunakan pemberian orang tua (- kecuali kepepet ^^v) eh, kok mbahas orang tua lagi, ooopsie.. yaa pokoknya sy termasuk golongan yg bersemangat apabila mendapat kiriman info beasiswa ataupun hibah penelitian begituuuu..

saat itu seketika sy esmosi dong, langsung perintah si jempol – admin asli akun twitter sy untuk beraksi demi bela diri sendiri: beasiswa itu sejatinya penghargaan! beasiswa itu prestige! beasiswa itu dapetinnya ngga mudah! beasiswa itu butuh konsistensi! dar! der! dor! (tapi kemudian dibaca dan diedit ratusan kali sebelum di-twit kok ^^ lantas di-twit dgn sopan, karena intinya adalah pengendalian diri, saudara, betul tida?)

nah, ya gini ini yg kemudian jaka sembung.. alias bakalan kaga nyambung antar 2 kubu neytijen.. dan ngga akan bikin benci sana benci sini itu lantas menguap begitu saja, karena apa? ya karena dasarnya beda.. yakinnya beda booo..

beasiswa menurut saya

sedari kecil, sy melihat istilah beasiswa sebagai terjemahan dari kata “scholarship” yg merupakan sebuah prestise – beasiswa tipe penghargaan yg diberikan karena prestasi.. pengertian ini didukung oleh arti dan penggunaannya dalam kalimat di macmillan dan collins dictionary.. untuk mendapatkannya harus  berkompetisi dengan kemampuan penuh.. modal nilai setinggi-tingginya, prestasi non-akademik yg menonjol, nilai baik hasil tes bahasa inggris (yg ngga murah.. dan mungkin ngga sekali ikutnya.. *hiks), dan kemampuan komunikasi yg sesuai… setelah mendapatkannya juga harus mempertahankan, minimal prestasi tetap baik (sampai kapanpun jua..) dan selesai tepat pada waktunya.. (kapan kelar studinya, Moz? *eh maaf ya ini ngga relevan… *pakai kacamata hitam…)

pengertian lain beasiswa

sedangkan mawar, imho, melihat istilah beasiswa seperti dalam KBBI atau terjemahan “scholarship” dalam cambridge dictionary, bahwa beasiswa itu semacam bantuan finansial untuk orang yg tida mampu (dalam menempuh pendidikan tertentu..) <- maka ini juga benar kan.. arti beasiswa tipe pemberian/bantuan..

nah, wajar kan sebagai orang yg tida-pernah-tida-mampu, mawar akan memandang bahwa pengajuan beasiswa seperti ini seperti ngemis.. walaupun, sebenarnyalah penggunaan istilah itu juga tida tepat disematkan pada karyasiswa…

ngemis itu menurut KBBI adalah meminta dengan merendah- rendah dan dengan penuh harapan.. lantas habis dikasih, ya sudah ngga ada kewajiban apa2 ke yg ngasih.. laah, ini kan bertentangan bahkan dengan beasiswa jenis pemberian sekalipun, karena si karyasiswa akan tetap mendapat kewajiban2 yg harus dipenuhi..

update closing

yaa, ngga ada yg salah dalam pemahaman beasiswa ternyata kan, masalahnya ada pada DIKSI dan SENSI.. diksi itu pemilihan kata ketika mau komenin sesuatu supaya selaras dgn apa yg mau disampaikan, kadang maksudnya ngga gitu tapi kok ya yg keluar itu.. alhasil bikin yg lain sensi, trus muter aja kaya kincir..

trus bagaimana mengatasi masalah diksi? yaa, banyak baca..

kalau mengatasi masalah sensi? yaa ngopi, eh, piknik yuuuuk!

note: ngga usah sambil nyanyi – “aku bukan pengemis cintaaaa…” ya!

update note: usul perluasan arti kata beasiswa ke KBBI doooong!

17

Memilih Tempat tinggal (1)

Memilih tempat tinggal saat kuliah di luar negeri biasanya menjadi satu kegalauan¬†yang penting-penting ngga penting *opo toh maksute¬†hehehe, maksud sy ini mah subyektif sekali.. tergantung orangnya… dan duitnya jugakah? hmm ini relatif, jadi mari kita kesampingkan dulu…

pertanyaan pertama yang biasanya muncul saat mencari housing saat kuliah di luar negeri adalah:

nyari housing di/dekat kampus apa dekat pusat kota?

note: kalau kampusnya tidak di pusat kota loh ya…¬†kalau di Enschede sendiri, jarak dari centrum atau pusat kota ke kampus University of Twente (UT)¬†itu kurleb 5km ^^ sama lah kayak dari CBD Sydney ke University of Sydney (USyd)… naik bus bisa,¬†naik sepeda setengah jam-an lah (kalu sayaaaa ^^,), lari/jalan kaki kalau mau sehat.. jadi benernya galau ini tak beralasan kan?

  1. tujuan | prioritas tujuan kuliah di luar negerinya apa? belajarnya apa hidupnya? dua pilihan ini sifatnya ngga hitam putih kok, hanya mana yg menjadi prioritas aja..
    • kalau pilih belajarnya, pengalaman hidup juga akan mengikuti nantinya…¬†nah, kalau menempatkan fokus pada belajar ya monggo tinggal di dalam atau dekat kampus, tinggal di dalam kampus bikin fokus sama kuliah, gimana engga.. kan yg dilihat kampus muluuuu ^^
    • kalau pilih buat ngerasain hidup di luar negeri atau ingin menyeimbangkan hidup, ya tetep belajar toh, wong visanya visa belajar… misal kalau belum-belum sudah merasa bakalan mual¬†ngeliat kampus, dan ngerasa butuh penyeimbang, ya monggo pilih dekat kota…
  2. prosentase jadwal harian | lihat jadwal harian kuliah dan belajar (di perpustakaan) atau kegiatan yang membutuhkan fasilitas kampus
    • apakah bidang yang ditekuni memerlukan waktu banyak di dalam kampus atau belajar di perpustakaan? kalau iya, lebih enak di dekat kampus dong
    • kalau kuliahnya banyak¬†belajar mandiri atau justru banyak tugas luar dan jalan-jalan ya lebih cocok di pusat kota..
  3. semangat | tanyakan pada diri sendiri, lebih semangat kalau pergi kemana? kuliah atau belanja dan cuci mata?¬†karena menempuh perjalanan -apalagi kala winter itu membutuhkan semangat untuk mendukung kegigihan dan perjuangan…
    • kalau emang lebih semangat belanja dan cuci mata, tinggalah di dekat kampus, jadi kalau harus belanja dan cuci mata agak jauhan ngga jadi masalah…
    • kalau lebih semangat kuliah, yaaa bolehlah tinggal di kota… kan ngga jadi masalah kalau pagi2 buta kala winter harus mengayuh sepeda menempuh dinginnya pagi atau semangat ngejar jadwal bus yang jarang delay

 

nah, karena pertimbangan diatas itulah, sewaktu kuliah master di Enschede, jelas sy milih tinggal dalam kampus..

satu alasan kuat sy adalah ngebayangin kalau ngga lagi kuliah masa iya sih sy bakalan pengen tinggal dalam kampus? hahaha, kan ngga mungkin lah yaaa…

yaaa jadi dalam satu periode ini deh sy milih tinggal dalam kampus…

biar sy lebih rajin belajar dan rajin ke perpus dan juga rajin memanfaatkan fasilitas gratisan… asiknya lagi, tidurnya lebih panjang, 10 menit sebelum masuk kuliah sy baru deh bangun dan ngebut ke ruang kelas, wkwkwkwk…trus kalau ada sela antara kuliah atau kegiatan bisa pulang dan tiduuuur, eh, ke perpus maksudnya ^^v toh sy orangnya lebih semangat buat pergi jalan-jalan, cuci mata, dan belanja, daripada kuliah… huehuehuehue…

kalau kamu mau/lagi/seandainya kuliah, bakalan lebih pilih on-campus atau off-campus housing?

 

*dalam rangka berburu tempat tinggal yang baru nih

 

 

 

 

4

Jadi Guru

tentang cita-cita

jaman sy sd dulu, ancient facebook sudah ngetren looo… book beneran, tapi kadang ada facenya kadang engga… jadi bentuknya buku catatan yg hardcover gitu (kita nyebutnya diari, yg kalau ada gemboknya berarti kamu keren… hahaha) biasanya buku ini diedarkan ke teman2 yg dianggap keren sama di empunya buku.. trus kita boleh nempel foto, menghias halaman kita warna-warni sekreatif mungkin, dan nulis data diri kaya nama, alamat, tanggal lahir, motto (tinggal copas dari bobo atau mentari) dan cita-cita…

nah, sy payah soal yg terakhir itu…

benernya sy punya banyak cita-cita (lebih ke mimpi sih, hehehe… ada disini ceritanya).. sy pernah nulis kalau sy pengen jadi model, melihat fakta bahwa sy anak cungkring, kecil, item, tongos, rambut jagung… gimana coba… di-bully lah pasti.. dibilang endel (red: genit tapi kesannya juelek deh) sampai sy patah hati dan serasa dunia mau runtuh. *ceilaaa… mau nulis jadi desainer, laaaaaah gambar sy kaya ceker eyem… nulis keliling dunia – juga bakalan habis di-bully… jadi… yg aman ya satu nulis jadi guru. modalnya cuman bertahan ranking 1-2¬†di sekolah.

apa cita-cita umum jaman sd? jaman sy yg lagi ngetren ya jadi¬†dokter atau polisi/tentara… well,¬†ada yg nulis mau jadi ballerina (sekarang jadi dokter gigi, phd, sekaligus ballerina cantik) dan ada yg bilang mau jadi ibu rumah tangga aja dan merawat anak (eh sekarang jadi direktur perusahaan) ^^¬†we’ll never know sekarang ada teman yg jadi akuntan, punya online shop yg laris manis, manager tempat rehabilitasi, punya usaha handycraft yg keren (yg bener2 ngga kebayang pas sd ^^)

alhasil, nulis cita-cita jadi guru ini melekat dalam diri sy, males ganti, males mikir… menurut sy ya sudah cocok lah, sy suka baca dan suka ngomong… wkwkwkwk…

pilih jurusan kuliah

kuliah impian itu ya yang menyesuaikan dengan keadaan diri aja, musti pahami diri sendiri:

  • bisanya apa?

  • sukanya apa?

  • maunya apa?

dicocokin nih 3 hal… trus dikejar deh… untungnya juga, ortu sy tipe2 yg terserah deh mau kuliah apa, yg penting buat kamu itu keren… hehehe… *love ayah & mami

nah, kalau buat sy kriteria kuliahnya harus:

  • ngga pake mikir,
  • ngga susah,
  • yg dibutuhkan: baca dan ketrampilan berbicara,
  • daaaan KECE BADAI…

alhasil, pilihan sy jatuh pada:

pendidikan bahasa inggris

wkwkwkwk… iya ngga sih… bahasa inggris kan kewren kesannya… lantas karena bahasa ya pasti lah deketan sama ketrampilan berbicara, lantas belajarnya ya cuman baca (buat kuliah literature misalnya, musti ngabisin gone with the wind sama great gatsby dan puisi2 emily dickinson… perfect!), dan karena sy merasa bhs inggris¬†sy¬†ngga jelek2 amat ya ngga mikir banyak2 dong nantinya… tentreeem… untung pas sma sy rajin baca buku berbahasa inggris… jadi kuliah 5 tahun berlangsung damai dan bahagia…

cuman, supaya lebih keren lagi (maklum, jaman sma itu yg dipikir cuman TREND hihihi…) sy juga¬†milih¬†hubungan internasional (karena saat itu, hi-unair adalah jurusan nomor satu terfavorit di Jawa Timur, dan hampir semua teman milihnya itu pas umptn) – dan ternyata ketrima… kalau kasus yg ini ngga pantes dicontoh, hihihi… tipikal anak sma labil, kemana orang pergi dia ikutan juga…

jurusan kuliah dan cita-cita

yaaaah, karena judul kuliahnya aja sudah pendidikan bahasa inggris ya sy mengasah niat buat jadi guru… benernya sempat mau jadi diplomat atau kerja di deplu, sampai kemudian minder karena ternyata sy berhenti¬†tumbuh ke atas, hiks… >_< jadi, sy ngga yakin bisa bersaing dengan yg lain…¬†ketika kuliah dan harus magang/kunjungan (yg pendidikan bahasa inggris ke sekolah2, yang hubungan internasional ke embassy2 dan media massa politik)… sy mulai merasa sepertinya lebih NYAMAN¬†ngajar dari pada kerja di embassy atau deplu, hmmm… kemudian sy juga sudah merasa hepi¬†bekerja sebagai guru TK di dekat rumah saat itu…

serius jadi guru?

iyaaa… sudah pasti sy mampunya,¬†pengennya, dan cocoknya jadi guru aja… jadi, kalau masih ditanya lagi maunya jadi apa 5 tahun atau 10 tahun dari sekarang, ya jawaban sy tetap… jadi¬†GURU

sekretaris, guru tari, penerjemah, penyiar, katering, tukang bubur, buka toko, buka sekolah, artis dadakan, guru les di pabrik, main film, online shop, mlm, kerja di kolam ikan, kerja di salon, kerja di pasar, kerja di cafe, etc —> sudah pernah dicoba semua *serakah yaaaa

ini hasil digital storytelling sy tentang refleksi cita-cita… huehuehue… ini 7 thn lalu, jaman eike masih agak muda..

 

 

 

 

5

Beasiswa Dikti 2016

Informasi BPPLN DIKTI

Beasiswa luar negeri S3 DIKTI tahun 2016 telah dibuka. Semua persyaratan tetap sama kecuali usia maksimal 47 tahun dan nilai bahasa Inggris baik untuk universitas dari English-speaking countries maupun tidak menjadi: ITP 550 dan atau IELTS 6.0. Manajemen perekrutan oleh tim DIKTI, dan pembayaran beasiswa oleh LPDP. Calon karyasiswa bisa langsung melamar secara daring (online) di: beasiswa.dikti.go.id

(Buka mulai APRIL 2016 — ditunda krn belum kompakan sama LPDP)

update 2-5-2016

info:

BUDI (Beasiswa Untuk Dosen Indonesia)

link:

http://budi.ristekdikti.go.id/web/

https://www.facebook.com/dikti/videos/10156803158965654/

=========================

BPPLN / beasiswa dikti itu apa?

beasiswa untuk dosen (atau calon dosen) atau tenaga kependidikan di lingkungan kementrian pendidikan dan kebudayaan yang sekarang menjadi pendidikan tinggi, riset, dan teknologi atau gampangannya buat yg kerja di pendidikan tinggi gitu deh, baik dosen (atau calon dosen) ataupun tenaga non-akademis, untuk dosen syaratnya sudah memiliki NIDN

ngapain dikasih beasiswa?

biar pada sekolah setinggi-tingginya, jadi ceritanya, pemerintah pengen laaaah, meningkatkan kualitas orang2 yg terlibat dalam pendidikan si MAHAsiswa… jadi lumrah kalau dibanyakin tuh yg mau lanjut sekolah

kenapa ke luar negeri?

hmm, buat di karyasiswa bisa dipastikan akan meningkatkan wawasan, kan bacaannya beda, kebiasaannya beda, kalau ngefek ke karyasiswa, ya diarepin ngefek juga ke orang2 disekitarnya… kemudian ntar kan pasti nulis, nulisnya masuk jurnal internasional, otomatis nama uni dan negara meningkat dong, syukur2 trus ada kerjasama krn si karyasiswa jelas jadi alat promosi negara Indonesia tercinta, begitu…

musti balik?

ya iyalah… gimane, ibu bapak… kan disekolahin negara, jadi musti balik dong… musti dibagi dong itu pengalaman ke mahasiswanya… trus selama sekolah kan gaji ibu bapak pns yang terhormat kan tetep jalan…

bisa ke negara mana aja?

yaaaa, benernya sih mana aja.. cuman karena tim DIKTI sudah pengalaman ngirim karyasiswa, ada beberapa universitas yang agak dihindari.. biasanya karena keras sama pembayaran spp (ngga boleh nelat, ngga boleh nyicil, atau harus bayar di depan), atau suka naikin spp secara ngga sopan, dan kasus-kasus lainnya..

Beasiswa-Luar-Negeri-BPPLN

Daftar tujuan negara bppln tahun 2015 (Ristekdikti)

 

beasiswa dikti kan lebih kecil trus hobi nelat?

bentar, dibandingin sama apa dulu nih? kalau di Belanda phd itu dianggap bekerja, gajinya emang hampir 2 kali lipat allowance dikti.. tapi apa beasiswa dari DIKTI itu ngga cukup? yaaaaah… harusnya cukup lah, kan sudah diitungin… kalau sama nfp (beasiswa dari nuffic -Belanda) cuman selisih dikit dibawahnya kok.. tapi kalau bawa keluarga (maksimal 1 pasangan dan 1 anak – itungannya malah lebih gede karena ada tunjangan 25%/orang, cuman pengeluaran juga tambah gede lah ya…)

jadi kalau dibilang kecil dan ngga cukup ya sepertinya tidak, buktinya ya masih banyak yg berangkat.. malah beberapa teman yg di Asia merasakan kenikmatan kok… misalnya di Taiwan yg biaya hidupnya cenderung lebih murah…

cuman musti lebih pinter ngaturnya aja.. karena turunnya hobi nelat, tapi bisa diprediksi.. maksudnya bisa diprediksi kalau telat, gituh… jadi kalau berangkat sudah dikasih duit 2x allowance.. begitu nyampe dan punya rekening ntar di transfer untuk bbrp bulan… kalau di awal tahun biasanya ditransfernya April untuk 6 bulan… tapi kalau lagi beruntung mungkin Maret sudah ditransfer…

catatan penting: beasiswa s3 dikti sah-nya berlaku untuk 3 tahun ya, selebihnya silahkan berjuang

nah, mulai 2016, pembayaran beasiswa dilakukan oleh LPDP, jadi katanya sih ngga bakalan nelat, tiap 3 bulan bakalan ditransfer..

apa aja yang dibayarin?

duit spp alias tuition fee (sepertinya kalau di Eropa (selain UK) max 9-10 rebu euro/tergantung jurusannya/cat: ini berdasar hasil browsing beasiswa DIKTI-NESO), duit buku tiap semester, duit asuransi kesehatan tiap tahun, tiket PP 1x, duit settlement sebesar 1x allowance, dan duit bulanan

catatan: yg tidak tertera ya ngga dibayarin!

gampang ngga dapetnya?

loh, kalau syarat utama memenuhi ya gampang buanget ^^

  • punya NIDN,
  • bahasa Inggris memenuhi,
  • memiliki proposal penelitian, dan apalagi:
  • punya unconditional LOA (letter of Acceptance)

seleksi dan interviu imho hanya bersifat cross check data aja, kalau ngaku¬†IELTSnya 8 ya kalau ditanya ya harusnya bisa jawab begitu, *ojo ndlahom… jadi logikanya ya memastikan bahwa datanya benar dan sepertinya bisa selesai tuh phdnya tepat waktu

saya & beasiswa dikti

istilah kerennya, sy resmi menyandang titel Diktiers 

daaaaan¬†setelah baca penjelasan aye diatas, ngga bakalan kan bilang “wow, kamu hebat banget”¬†hehehe.. karena emang ya relatif mudah untuk dosen buat dapetin beasiswa ini…¬†kalau dibilang keren yo ngga gitu-gitu amat.. jadi ngga perlu lah kagum sama sy… dan kalau sudah tahu sekarang bulan Maret, mbok ya nawarin mau transfer2 atau traktir2 gitu sy terima kok ^^ wkwkwkwkwk

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Ikutan Rapat Jurusan

cerita serius (jadi yg laen ngga serius????)

Siang ini adalah pertama kali sy datang ke acara rapat jurusan sy, Teknologi Instruksional, tentang penelitian dan pendanaan. Rapat ini rutin diadakan sekali di tiap bulannya. Agendanya membahas proyek-proyek yang dikerjakan dosen-dosen dan deadline proyek (dan pendanaan) baru. jadi ceritanya emang banyak rapat rutin di jurusan, ini hanya salah satunya. Kenapa sy diundang? ehem, meski bukan dosen tapi Phd Student kan dianggap bekerja, jadi diharapkan sy bisa urun saran buat jurusan, kayanya sih.. atao kalau engga ya sungkan aja, wong semua diundang.

Ada ketua jurusan (kajur untuk S1-S2-S3, ya head of the program), ada koordinator pengembangan jurusan (kpj), tapi sekretaris jurusan tidak terlibat, karena sekretaris jurusan benar-benar urusan sekretariat, 1 orang saja, Kalau untuk kemahasiswaan (S1&S2) ada TUnya sendiri di fakultas, kalau kemahasiswaan S3 ada TUnya sendiri di Universitas. Kami ber-14 (harusnya sekitar 17an), sy satu-satunya yg internasional. Ada 6 pria, – 5 berumur, dan 8 perempuan muda (dan OMG mereka cantik-cantik semua‚Ķ sy serasa lagi rapat di kantor majalah mode, sek, hmmm‚Ķ jadi‚Ķ sy? Ah lupakan ^^, rausah dipikir ya, yg pasti¬†sy yg paling tua -___-“)

Dibuka oleh si dosen muda perempuan, rupanya dia yang tanggung jawab untuk mencatat semua data penelitian di jurusan. Dia yg mengundang, dan jadi moderator, bagian nge-cut dan nyuruh ngomong pokoknya berkuasa penuh saat rapat, ngga ada senioritas apa anak baru (jadi sy juga kena tunjuk – awakmu ngerti opo ora? ngertine teko ndi? mak gluk..serasa ujian lisan ketika semua mata memandang menunggu jawaban sy. padahal kan sy maunya 3D datang duduk diam..apalagi kalo pertanyaannya: “do you get the chocolate out of it?” meskipun lagi lapar berharap ada makanan yang ternyata ngga ada tapi untuuuuung¬†sy ngga jawab: yes i want some chocolates! dengan lantang ^^hihihi… untung masih bisa pake logika).

Ada banyak penelitian yang sedang berjalan, bla bla bla. Topik ini berjalan cepat karena proyeknya proyek yang sudah lama berjalan, hanya ada satu yg agak lama dibahas karena baru tadi pagi eksperimen dilakukan di sebuah sekolah tingkat atas yang katanya memiliki indeks tekanan mental terendah se-Belanda tahun 2015 – jadi anak-anaknya yg paling bahagia deh (tingkat kebahagiaan murid diukur secara rutin dan dilaporkan secara terbuka di surat kabar harian looo, bahagia itu penting!).

Agenda kedua tentang pengajuan proyek, tampak sekali yang memiliki banyak ide adalah sang kajur dan kpj, karena selain mereka berdua belum ada yang mengajukan. Setiap ide dibahas seru (buat sy itu dibantai, karena pertanyaannya bertubi-tubi dan dari banyak orang). Topiknya video instruksional, alat meringkas¬†video berdasar algoritma, pengembangan game manajemen krisis, dan beberapa lainnya (maafkan kalau salah… kupingnya lagi upgrade English 3.7). Pertanyaannya cukup seram2 (apa bedanya dengan bikin trailer film?, apakah itu menurut anda atau ada studi empirisnya? Apakah anda mengembangkan ide berdasar masalah yang ada di masyarakat atau keilmuan? Yang buat sy, dapat paham pertanyaannya aja udah bikin otak harus di-debug) Tapi kelihatan banget sang kajur dan kpj bisa menjawab dengan santai dan amat detail dalam waktu singkat tanpa ada intonasi yang beda. Kebetulan dua orang yang peneliti aktif dan perfeksionis ini adalah dua pembimbing sy (mateng toooooh….).

Setiap penelitian dibahas pula potensi pendanaannya dan siapa yang akan dilibatkan. Berapa juta? masuk mana? buat apa aja?. Hal ini tampaknya penting dilakukan karena jurusan mendanai kegiatan mereka sendiri, misal untuk mengadakan acara gathering non-akademik (makan-makan atau jalan-jalan), atau mengadakan penelitian mandiri, menghadiri konferensi, dan mendanai siswa asing yang bayar sppnya kurang (ME!). Jadi dosen ndak pernah keluar duit buat urunan apapun saat kegiatan jurusan.

Agenda tambahan adalah memikirkan konsep yang akan diajukan ke kampus dan membahas program-program baru di kampus, yaaa sekaligus ngegosipin biro pengembangan kampus yang orangnya banyak banget (pantesan duitnya cepet habis) atau kebijakan yang tidak akademis (misal beli peralatan DJ ^^ atau beli peralatan fitness). Sumbangan ide apa yang bisa diberikan jurusan ke kampus agar kampusnya tetap jaya. Tetap dibahas ada pendanaan apa tidak, atau kalau bikin proposal bisa dibiayai atau tidak. Kemudian karena lagi pada ngga punya ide (ngga semangat karena ngga ada dananya kali?), ya dibahas apakah ada penelitian yang sedang dilakukan yang nantinya bisa diterapkan di tingkat kampus (Wow.. tetep niat loo mikirin kampus)

Acara selesai dalam waktu 1,5 jam (12.30-14.00), lajunya cepat tapi ngga ada eyel-eyelan, tidak ada makanan, hanya 3 thermos kopi yg disediakan. Tidak ada absen karena undangan via email, langsung ada respon button mau datang apa engga ‚Äď jadi langsung ada rekapan (kayanya), ngga ada foto-foto, dan ngga ada yg pegang hp (ngga semfat deh). Hasilnya direkap dalam timeline dan beban tugas penelitian dosen.

Bagaimanapun pertemuan ini cukup efektif untuk menjadikan Universitas ini terpampang namanya di 10 besar universitas dunia yang paling banyak publikasi bidang Teknologi Pendidikan (2010-2013) seperti yang sy baca di buku Educational Media & Technology Yearbook (Springer-2015) note: baru baca sampai daftar isi aja kok ^^. TPWoW kan.

Daftar nama universitas diatas bisa jadi referensi buat yang mau lanjut s2 atau s3 bidang Teknologi Pendidikan yaaa.

0

Program Talent Scouting Dikti

ok, postingan ini adalah salah satu simpenan berdebu yang sudah super duper lecek di folder draft ^^ lah kenapa file-file dikti tersimpan di draft? yaaaa belum berani published soalnya belum pasti berangkat… selama masa talent scouting, bapak-ibu profesor instruktur program ini sudah wanti-wanti seribu kali:

anda belum tentu studi lanjut ke luar negeri kalau belum naik pesawat untuk berangkat!

hiiiiiiy, ngeri yaa..

dan ini terbukti loh, saya sempat bertemu dengan beberapa bapak-ibu dosen yang meski sudah ikut program talent scouting, dinyatakan lolos beasiswa, sudah mengurus ini itu di Jakarta, (mungkin juga sudah syukuran dan mengundang tetangga dan sanak saudara) lantas … tidak jadi berangkat karena berbagai macam sebab >.< ouch

padahal kalau ngga woro2 itu juga menyusahkan dan membuat rikuh looo, ngga enak gitu jadinya, kesannya dadakan buangeth..  karena ngga sempat pamitan sana-sini sewaktu berangkat.. trus bablaaaas dan dibilang pergi2 seenaknya meninggalkan bla bla bla dan dicap ngga bertanggung jawab, apa enaknya cobaaaah *esmosi jiwa

kalau saya memilih akhirnya¬†mending rikuh yang ngga pamitan tapi jadi pergi daripada pamitan berangkat terus ngga berangkat-berangkat, ya ngga sih? ya kan? tapi yaaa semua-semua jadi serba salah gini… >.< lo ini mau cerita apa sih.. *maaf pembaca

oh iya.. here it is..

Note: Program Talent Scouting yang saya ikuti adalah tahun 2014, berlangsung selama 2 hari (tahun berikutnya hanya 1 hari)

Program apa sih ini?

Talent Scouting Dikti adalah kegiatan pengarahan yang diadakan oleh DIKTI untuk dosen PTN dan PTS di Indonesia yang berminat melamar Beasiswa Luar Negeri (BLN) Dikti.

ada proses seleksi ketat, seketat slim jeans yang kekinian itu… kansnya lebih gede buat dapatin beasiswa dikti, NAMUN ngga janji yeeee…

Acaranya dilaksanakan 2 hari di berbagai kota di Indonesia. Bagi peserta dari luar kota yang terdaftar di kota tertentu akan mendapatkan free akomodasi dari Dikti, tapi transportasinya engga, sejatinya ya Universitas dong yg bayarin atau modal sendiri lah, toh kita juga berlibur ini ^^ #healthywealthyvacation

Syarat dan lalala-nya bisa dilihat di website Dikti dong ^^

karena banyak yg melamar kayanya syaratnya agak gila-gilaan cukup berbobot demi menyaring ratusan atau mungkin ribuan dosen (ngetren ngga sih beasiswa dikti ini?? dicaci tapi dinanti eaaaaa….) satu syaratnya ITP Toefl 600 gitu, atau IELTS 6.. (padahal sebelumnya cuman 550 coba… apa sy yg lupa yaaa, maafkeun)

sayaaaa? krn TOEFL ITP sy nge-pres 600, ya ngga berharap banyak bisa dipanggil, apalagi usia ngepas panget dengan limit sementara dosen yg lebih muda, lebih berprestasi, dan lebih semangat sekolah juga banyaaaaak

*trus pasrah

nah, namanya juga dikti, mereka ngga ada timetable gitu kapan pengumuman, konfirmasi, dan kapan pelaksanaan, MAKA yaa silahkan rajin-rajin cek website Dikti..

pengumuman hasil seleksi Talent Scouting¬†keluar pas sebelum sy ribet2 berangkat ke Busan dengan bu¬†Damajanti, alhasil baru baca di Kuala Lumpur sewaktu masa transit, syukurlah sy diterima… namun jadi panik karena¬†udah mepet banget dengan deadline konfirmasi kehadiran..

dan alhamdulillah, waktu pelaksanaannya pas setelah sy balik dari Busan..

Ngapain aja sih ini?

Intinya:

  1. pengarahan bagaimana memulai untuk studi Doktorat di luar negeri
  2. bimbingan untuk memenuhi persyaratan mendapatkan beasiswa Dikti

Topik SATU

memulai studi berkisar tentang: kenapa kok musti di luar negeri, negara mana sih yang memungkinkan (ada beberapa negara yang tidak memungkinkan karena tidak memiliki hubungan baik dengan dikti, karena suka2 naikin SPP), sistem studi phd di berbagai negara, mencari supervisor, membuat proposal, menghubungi supervisor.

Topik DUA

mendapatkan beasiswa dikti berkisar tentang: persyaratan, dokumen, tips wawancara

well of course we can also browse this information over the internet but I think by joining this program let me focus on this stuff at least for these two days, which I often found it hard to do among the teaching schedule ^^

Pelajaran yang paling berharga?

Studi S3 itu berlangsung cukup lama dan paling penting yang ditekankan para instruktur adalah:

hubungan kita dengan Supervisor

jadi:

Mencari supervisor adalah satu tahapan penting dan PERSONAL.

sebagai orang nerimo, mungkin bisa jadi kita berfikir, oh come on, sy kan murid ya nanti sy akan nurut dengan apapun yang dibilang si profesor. yaaa, ok. tapi kadang tidak berlangsung semulus itu looo, ada beberapa teman yang harus berjibaku buat menjaga hubungan baik dengan si profesor, dan ngga sedikit yang gagal sehingga berpengaruh terhadap studinya…

NGERI! pake buanget…

Jadi ya, kita harus meneliti dulu dan mengenal dengan baik calon supervisor kita (bold + italic + underlined + bigger font size)

karena itu tahapan pertama yang sy lakukan saat Talent Scouting adalah:

MEMBUAT DAFTAR CALON SUPERVISOR

Bagaimana caranya?

Ya nyari. ya browsing. Berdasarkan keywords yang kita inginkan dalam topik kita? waaaah harus sudah punya topik??? yaaa kira-kira begitulah…

topik saya adalah digital storytelling..

maka sy mencari artikel di jurnal internasional terbaru tentang digital storytelling..

sy mencari dengan keywords topik + negara yang saya tuju

karena kebanyak topik ini trend-nya di Amerika, sedangkan sy memilih untuk tidak ke negara tersebut,  maka sy browse:

“digital storytelling” “article” “new zealand”

Nah, dengan begini sy akan mendapatkan daftar artikel jurnal dan yang fokus atau ditulis profesor dari negara NZ saja.. untuk tujuan ini, maka yang sy catat ya nama-namanya + asal universitasnya..

kemudian sy cari yang tidak hanya sekali menulis ttg hal tersebut,

maka daftar sy bisa menyusut drastis dong.. ^^ nah dari situ sy bisa berburu nama2 professor yg sekiranya di bidang yg sama dengan sy…

daftar ini nanti tidak hanya berguna diawal namun saat kita menyusun proposal juga bisa ditanya2 ttg literaturnya loh.. sy pernah menghubungi seorang profesor di Hong Kong dan beliaunya dengan ramah membalas dengan berbagai link tentang literatur yang beliau gunakan.. YES..

Mencari program doktoral berdasar jurusan

misalkan jurusan saya, Teknologi Pendidikan, atau Educational Technology atau Instructional Technology, maka saya mencari dulu, di Uni mana yang ada departemen ini..

ngga banyak loo..

Misal kalau sy masukkan:

“Educational Technology” “PhD”¬†“UK”

saya hanya menemukan SATU program PhD bidang Teknologi Pendidikan di Jurusan Teknologi Pendidikan ( PhD in Educational Technology )

SATU loooo…

ya kalau saya mau ke UK maka ngga banyak pilihan dong… atau saya tetap bisa melakukannya namun dalam lingkup Pendidikan secara umum, jadi PhD in Education.. nah.. ini yang riskan kalau jadi dosen di Indonesia, karena akan jadi kebanggaan dan lebih diakui kalau BUNYInya sama, S1-S2-S3 di Jurusan Teknologi Pendidikan, begitu…

(padahal bisa jadi PhD bidang pendidikan topiknya Teknologi Pendidikan dan yang membimbing juga Profesor bidang Teknologi Pendidikan.. *sigh)

Ok, setelah menemukan Jurusan yang kita tuju, kita bisa mencari daftar nama dosen yang ada disana. Pastinya juga ngga banyak kok, jadi penelitian berikutnya fokus pada daftar nama dosen-dosen tersebut.. apa preferencenya laki-laki/perempuan? lantas baca saja publikasi masing-masing dosen, mana yang sekiranya menarik minat kita? atau bahkan kalau kita agak sakti, mungkin dari fotonya kita bakalan kerasa bakalan cocok atau engga dengan orang tersebut.. hihihi..

Setelah itu baru deh dapat beberapa nama (dan imelnya ya) yang potensial.. Nah, itu baru satu negara dan satu universitas…

Nah.. mencari daftar supervisor ini sy lakukan dalam semalam, maklum excited, pelajaran baru ^^ dan dengan program ini yaa itu tadi, bisa fokus nyarinya…


Selamat hunting beasiswa yaaa…

0

Link Beasiswa

hmm… baru dapet BCan tentang link Beasiswa niy.. kemudian sy pisahkan mana link dari Uni dan mana dari lembaga atau negara, untuk link-nya belum sy cek satu2 ya, cek sendiri dulu…

Lembaga/Negara

  1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
  2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
  3. DIKTI Scholarship
    a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
    b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
  4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
  5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
  6. USA Government Scholarship
    a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
    b. (http://www.iief.or.id)
  7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
  8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do?contentsNo=78&menuNo=349)
  9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
  10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/mfa/abouttheministry/departments/pages/scholarships%20offered%20by%20the%20israeli%20government%20to.aspx)
  11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/en/contenu/the-emile-boutmy-scholarship)
  12. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
  13. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
  14. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
  15. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx?cid=97&id=1422)
  16. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
  17. United Kingdom Government Scholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
  18. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizenship/scholarships/pso/requirements/)
  19. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)
  20. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
  21. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
  22. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
  23. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
  24. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous?NavigationTarget=navurl://c28c70fde436815fcff1257ef5982a08)
  25. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
  26. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
  27. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)

UNI

  1. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
    students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx
    )
  2. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
  3. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/in/graduate-school-fellowship/paramadina-medco-fellowship-2013.html)
  4. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
  5. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationalstudents/scholarshipsandgrants/all/uts/)
  6. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
    c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice
    )
  7. Rtsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30
  8. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/apply/graduate/scholarships/before-application)
  9. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
  10. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
  11. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/future_students/international/scholarships_and_awards/macquarie_university_international_scholarships/)
1

IELTS ~ the result

I took the IELTS for the first time, here is the story

Sooooooo, i finally got my result, the ielts result..

And i got just what i have predicted… Great at listening > 8,5! So-so at reading and speaking > 7! But low at writing….. Arrrrrrrrrgh….. I should have prepared physically, knowing that my right hand is not always in a fit condition for writing…

For the overall band, it is 7.well it is enough for some countries but i also read that some university require no band less than 6,5….

I hope this result could take me somewhere new…

I just listed that in 2012 I went to > Spain (Madrid, Valencia, Barcelona) and Indonesia (Denpasar, Jakarta (2x), Bontang – East Borneo (2x))

How about 2013?

yaaaah, musti sadar diri deh… 2 minggu persiapan itu masih kurang lo mbakyuuuu… koyok pinter2o, prasane sulapan tah… hiks *nangis gegerungan

lagian nilai yg sy dapatkan sudah sesuai dengan persiapan toooo.. belajar dan latihan nomor satu adalah LISTENING.. ya udah dong.. terima aja listening bisa dapat 8,5 whoaaaaa…. bisa ya bagus gituh, wkwkwkwkwk

HIPOTESA:

dulu beberapa kali latihan perkiraan listening sy adalah 7 sampai 7,5.. 2 minggu latihan bisa naik 0,5..

untuk menaikkan 0,5 (sy) butuh 1 minggu latihan tiap hari sekitar 20-30menit

NEXT PLAN:

Listening: krn kemampuan sy dasarnya 7,5, maka paling tidak sy butuh 1 minggu latihan

Speaking: sudah 7 yaaaa 1 minggu cukup lah

Reading: sudah 7 juga, artinya 1 minggu juga

Writing: hiks… butuh 2-3 minggu nih…