4

My Picture-perfect Life

Picture-perfect menurut kamus merriam-webster artinya completely flawless

~ * ~

sudah cukup lama sy ngga nulis, selain malas (yaaa -___-” ngaku!) sy juga patah hati berat.. alasannya klasik lagi, karena sosmed! *alamaaaaaaak apa coba yaaaa…

jadi cerita singkatnya sebelum masa puasa sy “mendengar” selentingan ttg sy yg ngga update status berduka terkait kepergian ayah sy di facebook, iyaaa.. tentang sosmed sy ngga berbau duka-lah.. atau tentang sy ngga woro2 di sosmed (*kasih kabar ke dunia) tentang kepergian ayah… kemudian hal ini memunculkan berbagai label buat sy, parahnya.. juga pd ayah sy!

*aaarrrrgh bete banget pokoknya *mana ngga ada yg diajakin berantem (^^,) *mantan preman

sempet kepancing2 buat nulis ttg hal ini, namun daripada posting tulisan isinya provokasi penuh kebencian mending nunggu hati tenang dan nulis penuh cinta, ya ngga? *eaaaaaa *huehuehue

~ * ~

kemudian beberapa waktu lalu, sy dan Stan – bocah kesayangan, sedang diskusi ttg Summer Camp, yang dinanti2nya sekian lama, selama dua hari satu malam menginap di luar kota bersama teman2.. programnya main mulu deh.. mulai berenang, main bola, menjelajah hutan, sampai api unggun..

yaa itu anaknya..

trus emaknya ngapain dong dua hari?

sy langsung berasa sepi… ngebayangin hiks, sendirian di dalam rumah segede gaban… *galau maksimaaaaal

sempat kepikiran mau kemah sendiri di halaman belakang rumah… hahaha… *emak berjiwa kompetitif!

sambil meratap2 dan mengikuti kemanapun dia pergi di malam sebelumnya sampai dia akhirnya jengah dan bertanya:

  • S: “mama kenapa juga sih”
  • Me: “kan kangen besok mama ditinggal cobaaaa…”
  • S: “emang mama sedih kalau ngga ada aku?”
  • Me: “ya iyaaaa laaaaaah”
  • S: “kita sempet juga kan ngga bareng, waktu mama duluan ke Belanda, aku di Indonesia, tapi mama baik2 aja tuh?”
  • Me: “hah, bagimana baik2 ajanya sih?”
  • S: “ituuuh, ig-nya jalan2 seru mulu!”

dieeeeeng…

jedaaaar…. jedeeer…

sosmed lagi nih – cari gara-gara…

okeeeeh, waktunya: TIME IN! – diskusi sm anak..

fyi: Stan jarang di-Time Out, dari kecil nih, dan sesuai permintaan juga karena menurutnya Time Out itu bikin dia merasa makin ngga karuan.. (Time in vs Time out dibahas kapan2 yak…)

berikut hasil diskusi singkatnya, malam2 soalnya, jadi keburu ngantuk ^^

~ * ~

Me: kita sudah pernah diskusikan ini, tapi refresh lagi yuk nak, bagaimana perasaanmu waktu jauh dari mama?

S: (sedih, terutama hari minggu, senin-jumat sibuk sekolah dan aktivitasnya, wiken sibuk jalan2 sama papa, saat istirahat minggu baru kerasa kangen berat jadinya sedih)

Me: menurutmu bagaimana perasaan mama?

S: (yaa, aku tahu mama juga sedih, iya ya pastinya.. kangen juga pastinya,  tapi ngelihat ig mama fotonya bagus2 *ehem dan jalan2nya kayaknya seru banget, terus tiap wiken, aku lihatnya minggu malam pas mau bubu, malah bikin ngiri kan? kayak mama seneng2 mulu deh pokoknya)

Me: harusnya mama bagaimana?

S: (ehmm… ngga tau juga sih ma….)

Me: gini… kalau ada postingan orang lain berbau sedih, menangis, marah, menurutmu bagaimana?

S: (yaaa, aku baca selintas aja, malah kadang malas lihatnya…)

Me: mama pernah posting sekali sih tentang kita, ini nih… bagaimana pendapatmu?

IG1

S: (iya aku lewatin, malah bikin sedihnya kerasa…)

Me: mama juga nak, dari posting, sampai balasin komen satu2 itu malah bikin nangisnya ngga berhenti, dan komennya itu ngga saat itu aja, dari subuh pas posting… siangnya… sorenya… malamnya, besoknya, besoknya lagi… ada aja yg komen atau dm… tau kan mama tuh nangisan… terusan deh nangisnya… jadi ya sekali itu aja.. atau nunggu kalu mama kuwat bingit…

—- silent —-

Me: okeh, jadi postingan sosmed yg bagaimana yg kamu suka?

S: (hmmm… yg ngasih tau sesuatu yg seru… atau yg lucu, atau yg fotonya bagus banget)

Me: jadi kamu suka postingan ig mama kan, like semua yaaa *sambil ngancem *wkwkwkwk

Me: saat ini mama suka posting di ig sebagai album foto mama, yes, I wanna keep my memories there, and yes, it also means I wanna share my moments..

tapi terutama yg indah.. atau… dibuat bagaimana sehingga tampak indah

karena apa yg terjadi dalam hidup itu selalu indah… 

…pada waktunya…

dan ini juga jadi pengingat untuk diri sendiri…

jadi… yaaa.. sekali lagi itu sekedar album…

it is truly mine, but it is not truly me.

akun mama itu album foto dari kejadian yg -inginnya- akan diingat dengan indah…

meski aslinya pada saat itu mungkin tidak…

karena yaaa hidup yang sebenarnya kan tidak sempurna, tidak picture-perfect, mama tidak selalu makan enak, tidak selalu jalan2, tidak selalu tertawa…

ya, anakku, mama bagikan apa yg mau mama bagikan.. akun mama, apapun itu memang itu hak mama, namun mama seringkali berpikir lagi dan lagi ttg sesuatu yg akan di-share di sosmed… bukan karena mama guru aja, tapi karena mama sadar orang lain juga punya hak ngelihat yg bagus2… tujuannya yaaa kebanyakan memang hanya memberikan update berita, secara hidupnya jauh dari keluarga… terus juga ada sedikit harapan syukur2 yg di-share bisa menginspirasi orang lain atau memotivasi… begitu…

— berpelukan —

~ * ~

kemudian browsing posting masa-masa berduka… sedihnya keliatan kan? kan??

T.T

ig5ig4ig3Ig2

 

 

 

 

 

 

 

16

Setelah Ayah Pergi

hari sabtu, ayah mendadak masuk icu

berita ini sy dapatkan ketika sy dan tole hendak ke arnhem, jantung sy berdetak keras, sy merasa ngilu sekujur tubuh, keluarga sy bukan pecinta aksara maka tak banyak keterangan di depan mata.. inginnya sy membatalkan pergi, hanya ingin di rumah saja, meminta dan menundukkan hati dan kepala, namun kepergian kali ini sebenarnya buat napak tilas pencarian tas tole yg ketinggalan seminggu sebelumnya, tak bs ditunda juga.. (syukurlah tasnya ditemukan.. ) kami banyak berjalan hari itu berdua, sesekali kami berhenti, untuk memberikan kesempatan sy menangis dan berdoa

no news is good news… sometimes… right?

di surabaya, suami sy menuju rumah sakit sepulang kerja, dan mengirimkan banyak foto ayah dari kejauhan dan hasil diagnosa… juga foto mami dan saudara2 yg menunggu di luar icu… mengobati rindu… meniupkan cinta setinggi-tingginya..

you’ll make it, ayah, all i know is you’ve been such a strong guy 

hari minggu, ayah masih di icu

dan sedang ada lomba marathon di kota, tole terdaftar sebagai peserta sejak bulan sebelumnya.. 1km.. marathon pertamanya.. he’s not getting any better he needs further treatment… begitu pesan selanjutnya… they prepared him for the treatment.. entah sy jadi sensi atau apa, tapi dalam marathon anak ini sy malah dilihatkan anak-ayah yg berlari bersama… yeah, right…

usai marathon, sementara tole meneruskan bermain, sy memilih pulang saja, badan sy makin menggigil, jaket tambahan yg sy pakai masih kurang saja rasanya…

he is okay, pesan suami setelah operasi ayah usai… he needs some rest, they’ll do more treatments in the morning.. ah syukurlah meski hati belum lega, hanya mami yg menunggu sementara semua memutuskan untuk pulang… okay.. tapi sy tetap tak sanggup memejamkan mata… sampai pesan mami sy terkirim ke grup memanggil adik sy..

dan adik sy menelfon dan terbata.. ayah sudah ngga ada…

hari senin, setelah ayah pergi

sy ngga punya kekuatan apapun, sy menangis tergugu sendiri, cuman itu yg sy bisa… terus… terus… terus… sampai terasa sakit di hidung dan perih di mata dan kepala.. terasa sakit.. dan sakit… dan sakit semua… hampir subuh, sy memaksakan diri untuk mandi dan tetap menangis dibawah aliran air hangat entah berapa lama…

ketika tole bangun, sy menyampaikan berita duka.. sampai dia memeluk sy daaaan sy mulai menangis lagi jadinya… please don’t cry like this, you will make me cry too… katanya…

tapi tak bisa… sy hanya mengurung diri di kamar, menangis dan menangis bisanya… but i promised him it will only be today… since i really couldn’t do or think anything but cry and cry, I feel so useless being so faraway from home in this kind of moment

sy beruntung masih ada tole bersama sy, yang mengingatkan berkali2 untuk makan dan minum, dan memeluk sy mengingatkan untuk tetap kuat dan tabah…

sy berbaring di tempat tidur menatap layar hp seharian, mengikuti acara persiapan, proses pemakaman, dan kemudian proses persiapan pengajian.. sy menitipkan ke semua yg ke rumah untuk mengirimkan foto dari berbagai pandangan mata.. dan sy kembali menumpahkan air mata sampai sy tertidur…

hari selasa, setelah ayah pergi

sy merasa baik2 saja.. sy pun memutuskan ke kampus.. yaaa, dengan mata bengkak… tapi gapapa.. sy bisa bangun, menyiapkan sarapan, lantas bersepeda sambil tersenyum pada dunia… sampai setibanya di kampus… mau ngga mau ketika ditanya kenapa kemaren ngga masuk dan sekarang muncul dengan mata sembab – sy harus menyampaikan tentang kepergian ayah dan menjawab pertanyaan tentang pemakaman beliau, dan yaaa, sy mendapat pelukan… dan serentetan seruan bahwa sy ngga mungkin dalam keadaan okay dan kalau sy membutuhkan distraction harusnya sy pergi jalan2.. tidak di rumah, tapi juga tidak di tempat kerja… mendapatkan pelukan lagi membuat sy kembali ingin menangis… namun tetap yakin mengatakan, okay, but i will be okay soon.. sebelum pulang sy mampir ke mantan rumah kos sy, memeluk bayi2 kesayangan, anak2 ibu kos yg baik hati.. children’s laughters are amazingly lovely…

hari rabu, setelah ayah pergi

sy mulai menjawab pesan2 yang terkirim melalui whatsapp, I cannot believe how many groups I’m into, dan sosial media… sesekali terisak bila mendapat pesan personal, yg tidak dikirim dalam grup dan tidak copas maksudnya… dan seharian kembali sy menyibukkan diri berkomunikasi dengan saudara jauh dan teman-teman lama yang sudah lama tidak sy sapa… yaa, sambil sesekali menitikkan air mata… mengamini semua doa, ayah.. ayah.. doaku teriring untukmu…

hari kamis, setelah ayah pergi

bertepatan dengan King’s Day di Belanda, sy ingin ke Amsterdam berada dalam keramaian, namun tole meyakinkan untuk pergi ke taman sepi, jalan kaki, hanya kami, mendengarkan hati… tapi sempat juga kami mampir kedai ice cream favorit untuk menikmati hari yang cerah tapi sedang hujan… we can have fun on such rainy day, kata tole.. malamnya sy kembali menangis (menunggu tole tidur tentunya) mengingat masa lalu… dan menulis tentang Ayah with a dim picture of drowned past…

hari jumat, setelah ayah pergi

ingatan masa lalu membuat pikiran sy mendadak dihantui dengan penyesalan,

i should have… i would have… i could have…  shoulda, woulda, coulda… i gotta list them out, pikir sy awalnya.. tapi kemudian sy menatap tole…

imagining my son would tell me all the should woulda coulda – all the guilt,

then i consider what would I say to my son…

then somehow I know what my father would tell me…

trus menangis lagi… T.T

tapi kembali menulis pada dunia tentang hubungan dengan orang tua setelah kita dewasa disini

hari sabtu & minggu, setelah ayah pergi

mengawali hari dengan video call dengan keluarga amat menyenangkan hati, meski dengan koneksi yg ajaib.. yaa, kami biasa ngobrol dengan tawa keras dan sarkas… tapi sy bs merasakan duka mereka…

wiken ini meski sy tak ingin pergi tapi tetap kami harus pergi (perjalanan ke Zuid Limburg), karena segala sesuatunya sudah dipesan di awal bulan ini, perjalanan yang membuat sy (dan tole) banyak berjalan kaki (hampir 30km dalam dua hari), skenarioNya memang menakjubkan sekali… membuat sy makin banyak belajar, setelah ayah pergi…

I was given the opportunity to walk my sadness away

to learn how not to let all the guilt and grief stay

to understand that it is always okay not to feel okay

and cry once in a while if I may

0

Yellow Mellow Mode On

“You do not have to be good.
You do not have to walk on your knees
for a hundred miles through the desert, repenting.
You only have to let the soft animal of your body
love what it loves.
Tell me about despair, yours, and I will tell you mine.
Meanwhile the world goes on.
Meanwhile the sun and the clear pebbles of the rain
are moving across the landscapes,
over the prairies and the deep trees,
the mountains and the rivers.
Meanwhile the wild geese, high in the clean blue air,
are heading home again.
Whoever you are, no matter how lonely,
the world offers itself to your imagination,
call to you like the wild geese, harsh and exciting –
over and over announcing your place
in the family of things.”
― Mary Oliver

Quote
0

Cobalah Mengerti

Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami, masih terus berfikir
Bila harus memaksa atau berdarah untukmu
Apapun itu asal kau mencoba menerimaku

Dan kamu hanya perlu terima
Dan tak harus memahami, dan tak harus berfikir
Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu
Jadi tetaplah di sini dan mulai menerimaku

Cobalah mengerti semua ini mencari arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan

0

The Lost Camera

I lost a camera hiks…

Friday.. I gotta go to the campus, so I left my camera at the school

Saturday.. I didn’t go to the school

Monday.. I didn’t go to the school, Deta n Veve said they saw the camera on the desk

Wednesday.. I came to the school, I didn’t see any camera, I thought somebody must have kept the camera for me

Friday.. Nobody knows where my camera is 😦

Yes, I’m sad because of the camera, but loosing it at the school is what most annoying me..

It’s a preschool for God sake!

D***! It should be honesty there.. It should be the safest place in the whole planet..

But I’m truly sad for the memory..

I got Pipiya’s pics the last time I saw her, at the airport, saying goodbye when I went to Sydney.. sometimes whenever I miss her, I look at the picture and it could bring me back to the airport and make me feel her kisses on my lips.. 😦

Khalila’s farewell party pictures were also there.. Aarrrgggghhh

Oh God, why? I wonder why me..