8

Helsinki Trip: persiapan backpacking bersama anak

selama ini, sy selalu memilih perjalanan sendiri – #solotravelling

karena iya.. kalau berdua ato berkelompok kecil sy banyak berantemnya – i am cranky whenever i got tired, jadi super duper judes gilak.. trus kalau berbanyak – segrup tour gituh sy seringnya sakit – capek ati krn diatur2 sepanjang waktu, trus kebawa sampai sakit fisik… nah loooo.. makanya kalau bisa sendiri ya sy akan pergi sendiri kayak anak  ibu2 yg minggat trus nyasar di jalan.. hahaha..

kali ini sy nekat ngajakin stan curi2 jalan ala backpacker gitu ke finland, “curi2 jalan”  karena sebenarnya perjalanan ini adalah bagian dari perjalanan kami mudik ke Indonesia tahun ini, ngeri karena stan agak2 mirip emaknya kalau cranky, trus ngebayangin apa bisa 2 orang cranky dibarengin???

mana stan belum pernah mengikuti perjalanan ala backpack pulaaaa.. karena itu, dari planning 2-day trip sy pangkas jadi 1-day… itung2 pemanasan buat backpacking berikutnya lah yaaaa….

—- persiapan backpacking bersama anak —-

1.tiket (murah)

sy naksir berat sm alitalia sama finnair diawal browsing…

kemudian singkat cerita sy jatuh hati sm finnair.. kalau ke websitenya, dari amsterdam ke beberapa tujuan negara di asia, ada pilihan stopover di helsinki, kemudian nanti akan disuguhin pilihan2 berdasarkan durasi dan harga.. jadi kalau kita mo transit 1/2/3 hari di hari2 tertentu maka harganya juga akan berubah makin murah ^^,

misal harusnya penerbangan ke singapura normalnya 700 euro, kalau stop over di helsinki (tergantung pilihan hari) bisa keluar pilihan 640/600/500-580/dst gituh… itu harga pulang-pergi looo…

2.barang bawaan

sy pisahkan yg berat2 masuk bagasi (gratis sampai 23kg) dan ada 1 backpack berisi botol minum kosong, buku, gadgets, dan makanan, dan 1 koper kabin berisi keperluan ganti dan toiletries selama di Helsinki saja

makanan yg sy bawa camilan berat seperti gorengan bakso, roti tawar (dan selai – huehuehue), dan camilan ringan seperti coklat + permen – sebanyak yg sy bisa, biar ga banyak jajan yg ga perlu di negara tujuan, hahahaha – golongan emak irit banget yaaa

3.itinerary

kalau pergi sendirian sy bisa aja cuek bebek dengan alasan spontanitas tapi kalau bawa anak sy sedikit parno, jadi deh sy browsing agak lebih banyak dari biasanya buat atur itinerary ^^

dengan itinerary ini sy juga memperkirakan: mainan atau buku yg musti dibawa untuk mengisi waktu stan dalam perjalanan..

di Helsinki, karena cuman sehari, maka tujuannya adalah ke Soumenlinna island, trus ke pasar kota, sisanya baru putar2 kota

4.(ekstra) budget

iya.. lagi2 kalau sendirian sy pede aja apa adanya.. malah pernah dari jakarta ke madrid-valencia-barcelona trus  pede aja dengan sangu sejuta (yg akhirnya cukup buat beli makan doang selama 8 hari) biaya lain2 (beli suvenir dan hostel) minjem dooong sm sahabat yg baik hati wkwkwkwk

bareng anak, sy ngerasa musti punya budget buat pengeluaran dadakan, misal kalau ngga memungkinkan tidur di tempat umum, maka akan harus menyiapkan dana buat hostel… atau minim siap lah buat ngafe (trus nunut tidur di sofanya)

5.komunikasi dan maps

lagi2 karena jadi sedikit parno, menjaga kalau ada apa2 di jalan, maka sy juga memeriksa lebih awal ttg jaringan komunikasi selama perjalanan, dan download offline maps, dan meminta swami buat standby memantau perjalanan kami dari kejauhan (meski dianya ngiler2 karena ngga kesampaian ikutan, whahahaha, tegaaaaa)


nah dengan 5 persiapan ini, sy dan stan siap menjelajah bagian kecil dari negara Finlandia pertama kali, baik buat stan ataupun sy

next story: perjalanan backpacking ke Helsinki

 

 

Advertisements
7

Zuid-Limburg – Drielandenpunt – Hotel Eijsden

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart
Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi hanya 1,8km
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt, ngga sampe 2km tapi 40menitan gegara jalannya naik turun

Note: menurut VVV, katanya ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt tiap wiken selama spring-summer, praktis buat yg mau irit jalan

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg

2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto2 di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-“

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

Recommended

  • love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)
  • stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection
  • felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast
  • a kind and helpful host..

dan yg paling penting adalah: menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂

ceritanya… memang hotel yg bentukannya rumah lama ini cantik banget, sy semangat banget foto sini foto sana dong.. apalagi ada old pictures corner, book corner, games corner, SUKA! trus ngobrol2 sm si owner.. lah ujungnya si owner yg baik hati ini minta di review aja di sosmed (IG & Blog) dan di situs pariwisata (trip advisor).. sy langsung berasa seleb deh hahaha… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat Stan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

11

Perjalanan 31 jam

====================

Cerita sebelumnya

====================

5 days before departure, 7pm

*mewek *panik *koret2 tabungan

huaaaaaaaa, datang ke Gallery Garuda di Ciputra World Mal Surabaya bawa celengan ayam minta mundurin jadwal kayak bayaran kredit panci… sayangnya semua kelas penuh sampai akhir  jaman bulan..

drama >>> “jadi… kelas bisnis pun ngga ada yah mas yah????” untuuuuung si mas ngga langsung memandang jijik dari ujung rambut sampai ujung kaki kayak di sinetron2 ituh *zoom in *close up… wkwkwkwk… emang kalau ada mau mbak bayar extra 100% 200% 300%? *melet

3 days before departure, 9pm

cek mailbox, eh dapat imel dari Garuda, ga dibaca…

1 day before departure, 1pm

dapat imel lagi dari Garuda, apa ya garuda ini, kirim2 imel mulu… ^^ akhirnya baca deh, terutama karena kali ini imelnya pake nama pengirim, terasa lebih personal, jadi lebih menarik buat dibaca,

Semua penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Jakarta pindah ke Terminal 3 Ultimate. Sedangkan untuk penerbangan Internasional masih tetap di Terminal 2E. Oleh karena itu kami informasikan untuk penerbangan connecting Internasional minimal connecting 3 jam.  Kami sarankan untuk merubah tiket dengan jeda waktu connecting 3 jam. (Bunga)

pesawat sy dari Jakarta ke Amsterdam tercatat jam 9pm, jadi ke Jakarta awalnya jam 6pm.. karena sore, maka pagi sampai siang sudah sy jadwalkan untuk jalan2 pamitan…

dan setelah telfon ke call-center Garuda, sy diminta berangkat jam 2.50pm, HAIYAAA, terus pake acara diminta standby jam 1pm di bandara Juanda… *helllluuk apa kabar acara pamitan… *lunglai

======================

perjalanan super seru dimulai

======================

departure day, 2pm

CS Garuda Juanda airport, setelah sibuk telfon sana sini, akhirnya memberikan kabar kalau sy akan naik pesawat yg jam 3.50pm.. suami dan anak sedikit lebih ceria nambah 1 jam pelukan…

dan sy pun check in… eh, di meja check in, si mas garuda bilang kalau sy harus sesegera mungkin naik pesawat, yg 2.50.. looo, 2.20pm nih, huaaaaaa… setengah panik, eh sepenuhnya panik, sy lari ke luar tempat check in, my dears, where are you? I have to go now… hiks…

sedikit kata, hanya pelukan erat..

pamitan itu berlangsung singkat..

pergi kali ini rasanya lebih berat..

dan kesedihan itu makin melekat, pekat!

masuk ruang tunggu, penuh sekali ternyata… penerbangan sebelumnya ke Jakarta belum berangkat juga, oh la la… semoga semua berjalan baik-baik saja.. memang ada apa dengan Terminal baru Soetta?

penerbangan 2.50pm delay menjadi 3.10pm.. lantas telat 30menit.. 3.40pm baru antreeeee masuk pesawat.. nyampe seat sekitar 20menit, dengan kondisi pesawat angeeeeeet tanpa ac, sampai semua penumpang keringetan… untung ngga bau ayam… *huweeek entah berapa lama kami di dalam pesawat sebelum akhirnya pesawat lepas landas…tapi paling tidak ada harapan sy akan menjadi orang2 pertama yang melihat bandara baru bukan? *semangat biar ngga mewek

oh God, it is going to be such a trip..

jakarta, terminal 3 ultimate soetta touch down, 5.20pm

touch down Jakarta, semua ngga sabar pengen ngelihat terminat baru… namun apa daya, ternyata tangga turun masih belum muncul, wkwkwk… kembali lagi yang didalam berhangat2 ria tanpa ac sampai 15 menitan… itu pun bus pengantar dari tengah lapangan ke gedung masih pakai nunggu lagi… >.<  hmmm, garuda yaaaa….  *pssst ini pertama kali sy naik garuda bayar sendiri, maunya nyamaaaan tapi yaaaaah…

jakarta, terminal 3 ultimate soetta, 5.50pm

sy berjalan bersama serombongan penumpang menuju gedung utama saat sy mendengar panggilan “garuda transit internasional!” sy akhirnya menghampiri masnya dan diantar lagi ke pintu menghadap ke lapangan kembali… dan diminta menunggu bus warna putih/kuning, hiyaaaa ga jadi lihat bandaranya reeeeeek… *penonton kecewa ya udah, lagi2 lihat ruang tunggu aja…

IMG_20160810_174952

ruang tunggu bus di terminal 3 ultimate soetta pinggiran >.<

 

jakarta, terminal2 soetta, 7pm

melewati terminal 2 domestik lama yang sudah pada tutup toko2nya, hiiii syereeeem… serasa melewati kota mati.. mau foto ga berani takut malah ada yg bergaya gimana coba, karena masih ada waktu 2,5 jam, setelah melewati imigrasi, sy memutuskan untuk makan malam di Great Indonesia, ini cafe paling dekat sama gate, dan sy naksir salmon gorengnya (sekitar 100k, harga makanan kecil 30-50k, makanan gede 50-100k)…

nyam nyam nyam…

IMG_20160810_184614

Great Indonesia Cafe Bandara Soetta Terminal 2

garuda jak 9pm to ams via changi, singapore (3hrs transit + security screening)

amsterdam, schiphol, 8.30am

touch down! dengan mata sembab karena nangis di pesawat gegara nonton “Mother’s Day” >.< *bad choice, huh

setelah melewati imigrasi, sy cukup lama menunggu koper, hampir sejam! (udah sempet waswas kalau ilang aja tuh koper)

kemudian selain disambut suhu 11`C (What a Summer!) ditambah kabar tidak ada kereta api langsung Amsterdam – Enschede… hiyaaaaa….

jam 11 sy diarahkan Amsterdam – Utrecht, kemudian karena delay sy ketinggalan kereta lanjutan deh, yaaa sambil nunggu, sy sempatkan lunchie di Julia (pasta gitu..) di Utrecht Central, daaaaaaan apesnya kereta yg sy naiki ke Enschede setelah nunggu lamapun harus berhenti di Deventer buat ganti gerbong, hiks hiks jadilah sy harus pindah2, dengan koper 20k dan tenaga sisa… karena rata2 keretanya yg dua lantai begitu… 20k begitu…

last but not least, sesampainya di Enschede, hujan mulai turun, dan, sy masih harus mengangkat bawaan ke apartemen sy >.< iya… ke lantai paling atas ntuh!

*pijaaaat dooong

surabaya-jakarta-singapore-amsterdam-utrecht-deventer-enschede

total perjalanan seru kali ini = 31 hours

alamaaaaaaaaaak

 

0

Travel Note

Road Trip Surabaya – Bandung – Surabaya

menghadiri undangan sidang terbuka promovendus danang, seorang teman baik di jurusan, di saat menjelang hari raya idul fitri 1433 h, kami -saya dan 4 teman dosen, memutuskan untuk road trip Surabaya ke Bandung

kami menyewa avanza, dengan tarif lebaran, dan seorang supir, dengan tarif lebaran pula ^^,

minggu-senin, 12-13 agustus

4pm

berangkat dari SurabayaGresikLamongan, isi bensin full tank, 170,000

6pm

Tuban, BUKA puasa di RM Wahyu Utama II, sholat maghrib

7pm

Tuban, Masjid Agung, Break time, lanjut ke Rembang

9.35pm

Juwana, Break time

10pm

Pati, depan Pabrik Kacang Dua Kelinci, Lanjut ke Kudus – Demak (lantas naik tol tidak masuk Semarang)

11.55pm 

Kendal – Pekalongan – Tegal (alternatif bila sahur jam 2am di Tegal, banyak resto 24 jam, misal Resto Pringsewu)

3am

Brebes, SAHUR di RM Mantap 24 jam, isi bensin full tank 170,000

4.30am

Tol Brebes-Sumedang (tidak ke Cirebon), Rest Area KM 227 line B, Subuh, Break for a while

8am

Macet di Jatinangor ^^,

9.30am

masuk Bandung, kesasar kemana2 sebelum menemukan Hotel Bukit Dago, tarif mulai 145rb/malam

 

thanks to my hubby yang sudah mengingatkan untuk merencanakan perjalanan dengan perkiraan BUKA dan SAHUR di kota yang banyak resto/warung 24 jam-nya.. dan alhamdulillah, perjalanan sesuai dengan rencana ^^ buka di Tuban, sahur di Tegal/Brebes.. thanks to maps.google.com ^^, dan blog2 travellers yg berbagi info kuliner…

berbeda dengan keberangkatan yang direncanakan, perjalanan pulang berlangsung spontan, dengan berbekal hanya harapan, dengan hasil yang lumayan membuat jantung kebatkebit hampir melewatkan jam sholat, buka, dan sahur pada waktunya…

selasa-rabu, 14-15 agustus (rute sama dengan Surabaya-Bandung)

3pm

berangkat dari Bandung, kesasar ke Tol Jakarta, putar balik di tol padalarang, eh macet di Jatinangor

6pm

Sumedang, buka puasa di RM Joglo Sumedang, musholla tersedia, tempatnya nyaman, harganya relatif tidak terlalu mahal (misal 28rb untuk nasi + ayam bakar + sayur asem + ikan asin + tempe + tahu + tajil kolak + teh tawar hangat)

3.30am

Juwana-Kaliori, setelah sekian lama mencari tempat makan, sampailah pada warung in the middle of nowhere, warung murah meriah, sahur kenyang dengan 51rb saja ber5…

4.30am

Subuhan di Lasem, Seaview

6.30am

mengintip WBL di waktu pagi

8am

sampai di Surabaya