5

Working Mom

menjadi phd-worker di kampus university of twente membuka akses sy untuk mengikuti berbagai organisasi2 atau komunitas2 atau courses2 yg ngga lazim ada di kampus asal sy, salah satunya yg baru dua kali sy ikuti, namanya FFNT, Female Faculty Network Twente

FFNT merupakan komunitas perempuan yang bekerja di university of twente dan menyelenggarakan pertemuan2 salah satunya pertemuan rutin satu jam untuk sharing ideas sembari makan siang

modelnya kayak circle time yg diawali saling mengenalkan diri, atau mengungkapkan harapan, atau apa yang sedang menjadi topik di hari itu, kemudian ada guest speaker yg sharing 10-15 menit yg diikuti obrolan panjang dan seru, ala ibu-ibu arisan begituh

dua kali sy sempat ikutan, dua kali ketemu dosen, associate professor, ibu, dan… sukses! (baca: punya rentetan prestasi panjang dan menakjubkan) (note: guest speakernya ngga selalu perempuan, dan topiknya ngga selalu tentang ibu2)

melihat aura pintar dan percaya diri serta mendengar cerita ibu-ibu ini membuat sy rasanya mau duduk aja di pojokan antara kagum, ngiler, sama minder… *ah sy mah apa atuh

dan pertanyaan umum yg terlontar pertama kali dari para para perempuan yg hadir adalah yg satu ini:

apa resep kesuksesan dalam karir anda?

guest speaker 1

A: sy bekerja keras untuk itu (beliau mendapat hibah bergengsi selama beberapa kali berturut-turut), untuk mendapatkannya, untuk mengerjakannya, dan untuk membuat laporannya, dan untuk membuat publikasi setelahnya.. banyak waktu sy habiskan untuk mengejarnya, karena hal tersebut adalah salah satu impian sy

Q: loh, cape dong? keluarga gimana dong?

A: anda tanya resep kesuksesan dalam karir kan?

Q: dududududu

“sebagai ibu yg bekerja, sy yakin semua ada waktunya, berbeda tentunya untuk tiap orang, pilihan ada di masing-masing ibu.. yg sy percaya there’s no such thing as luck, ngga kerja keras tapi mendapatkan sesuatu, NO WAY, kerja keras, disiplin, persiapan itu dibutuhkan untuk mencapai keinginan… dengan peran sebagai ibu yg utama, ya resikonya kita harus memilih peluang yg lebih fleksibel… yg tahu kapan menempatkan yg mana sebagai prioritas ya kita sendiri.. sy bahagia bila sy bisa menggapai impian sy, menjadi ibu yg membesarkan anak dengan sebaik mungkin juga sy lakukan, dan bila kondisi keluarga memungkinkan dan suami mendukung – barulah saat itu sy mengejar karir sy”

me: iya.. ibu ini kelihatan chic dandanannya, gaul gituuuh, tegas, and wooow, she got the look of “she-really-knows-what-she-wants” deh

guest speaker 2

A: 1) TIME MANAGEMENT – make good plans for everything 2) sy menerapkan aturan bekerja 80%, dan sy selalu menyampaikan ini di awal kontrak pada tempat sy bekerja dan teman kerja sy 3) waktu sy otomatis sy bagi untuk bekerja dan keluarga, saat bekerja fokuslah pada pekerjaan, saat bersama keluarga ya fokus juga dong sama keluarga, alihkan energy guilty feeling untuk menikmati apa yg sedang sy lakukan, untuk refleksi dan berpikir sy lakukan saat bepergian misal saat sedang bersepeda

Q: wah, pantas saja anda terlihat selalu happy, is there anything that you’d miss?

A: ya laaah, jelas ada yg sy tidak utamakan, acara2 bersama keluarga besar dan teman dan juga mengajar…

Q: oalaaah…

anak sy dua dan masih kecil, mereka masih membutuhkan sy fokus melalui waktu bersama, nanti ada saatnya mereka hanya butuh kehadiran sy namun sudah bisa menikmati waktu mereka sendiri, semenjak menjadi ibu sy mengubah target2 dalam pekerjaan sy misal dari sejumlah publikasi ke beberapa publikasi berkualitas, sy membuat pertemuan harian rutin dengan post-doc dan phd, dan sy mendelegasikan hal2 yg sekiranya bisa mereka kerjakan, di rumah juga, sy selalu merencanakan jadwal kerja, lembur, dan konferensi dengan suami agar bisa bergantian mengerjakan peran dominan dalam menyiapkan rumah tangga

me: ibu ini terlihat praktis namun sederhana, dengan rambut pendek, dan kostum jeans dan kemejanya.. tegas, dan smart, well.. heylooo beliau bekerja di bidang computer science begituuuu…

nah, mari kita simpulkan sajah tips dari dua ibu bekerja yg sukses inih,

working mom tips

1) know what makes you happy, and be happy!

2) jadi orang jgn serakah, fokus sama satu tujuan dalam satu waktu, kalau yg lain juga didapatkan yah lumayan kan dapat bonusnya, yg tau tujuannya apa kita sendiri, tutup kuping sama apa kata orang

3) dukungan suami, dua ibu ini sama2 melibatkan suami dan mengkomunikasikan perannya, suaminya juga pada mendukung sih yaaa, dan lagi mungkin juga karena budayanya kali ya

4) disiplin waktu dan diri

me: i am happy, sy bersyukur synya ngga serakah, ngga ambisius buat menang the best thesis award apah the fastest phd ever ato the most famous #phdmum, huehuehue… tau banget kapasitas sy dimana… suami juga tetep asik buat diskusi dan ngedukung sy maunya apa dan mau pergi kemana… buat sy yg masih jauuuuuuuuh tuh ya yg terakhir, disiplin waktu dan diri.. sy masih ngglewes super fleksibel dan super moody beginih… working mom cap 2 kelinci! aaaah help meeeh…

 

 

 

Advertisements
Image
6

Happy Birthday, my Little Explorer

ttoald11

cerita cinta dibalik album “through the eyes of a loving dad

awal bulan ini, sy dapat photobomb dari paStan, hampir 150an boooo, hasil dari foto2 masa sy mudik tahun ini, si henpon langsung ngambek gitu, alhasil sy musti memindahkan foto2 tersebut, yg sy pikir pasti lah ngga jauh beda sama foto2 di henpon sy, laaah kan kami perginya barengan terus..

ternyata….

foto2nya sukses bikin sy baper.. banyak foto2 Stan lah jelas, tapi juga banyak foto sy berdua sm Stan, ah papa… we feel your truly deeply love for us, thank you miamore..

aih, si papa, tau gitu mama rajin touch up dan pake bulu mata anti badai… huehuehue… *pembual

dan diantara tagihan draft laporan data collection dan draft artikel saat ini.. sy malah tergoda keinginan yg amat kuat buat menulis tentang momen2 bersama Stan melalui foto-foto yg ada… menjelang hari lahir Stan… yang ternyata, meski yg guru itu mamanya, tapi Stan mengajarkan banyak hal tentang belajar dan kehidupan… daaaan

so, enjoy..

“through the eyes of a loving dad”

c

((Stan selalu muncul dengan ide tentang belajar sesuatu yg baru, dan ga akan berhenti diulang-ulang sampai DIAnya yg bosan, kali ini edisi belajar seruling, amboy, sy yg ngerasa bs main lgs sok pamer, tapi yg keluar malah nada ga karuan, *uhuk.. belajar lagi maaaaaa! *ambil nafas dalam-dalam))

tteoald4

((bersyukur.. bersyukur.. bersyukur.. dimana saja kapan saja, sy selalu diajak berhenti dan melihat tiap hal yg ada di sekitar sy, oh yes, my little prince, I am so blessed! ))

*abaikan kardus di sebelah sy, they’re not mine!

e

((mama sehat ya, makan ya, dandan ya ma, sisiran ya ma, bedakan ya ma, mama – lipstiknya dong, no – aneh pake lipstik warna gelap, awwwwwwww, setelah paStan sepertinya mulai lelah ngomelin sy belasan tahun, ternyata story-nya to be continued….))

d

((sy yg dulu (sok) pemberani, setelah sm Stan malah jadi penakut abis, dan somehow anak ini bisa ‘mencium’ rasa takut sy… wah maluuuuu, namun dia penyemangat sy… ayo maaaaa… hold my hand, and never let go….))

f

((i love you, i am your son, but i have my own opinion.. and it always ok to agree with disgreement… hahaha, duh lihat deh muka Stan yg keliatan banget ngga setuju meski emaknya sudah serius2 ngejelasin… iya deh.. maafkan mama, mama ngga selalu benar, maklum, mama baru belajar jadi mama, itu alasan sy biasanya… yaaa, kami sering juga berantem kecil2an… hahaha… *emak ogah kalah ))

g

((ayolah ma, istirahat dulu, nanti lagi…. *kecup Stan))

h

((senyumnya, tawanya, adalah kekuatan sy… may happiness always be with you, sweet boy...))

i

((iya, sy emang bukan orang yg serius-serius amat, tapi yaaa, emak2 lah yaaa, banyak juga yg dipikirin, dan Stan selalu mengingatkan untuk having fun ^^” btw ini aslinya kami lagi dangdutan, not that slow dance or something… ))

tteoald10

“thank you my sweet sweet boy, my little explorer, have a happy 9th birthday, the days are long (but wonderful), and the years are truly short, my love will always wrapped you like the little prince’s cape”

love

 

 

0

Mom’s Guilty Feeling Vs. Kid’s Illness

My plan to write #TheLostS(e)oul – the story of my trip to Korea last week had gone right away as soon as I know my son had been in such a terrible condition.

(bukannya perjalanan seminggu ke Korea itu ngga keren abis, perjalanan ke Korea Selatan kemaren dahsyat binggo, draft tentang pengurusan visa yang mendebarkan sampai catatan perjalanan ala backpacker alias nggembel alias murah meriah pun sudah menumpuk di hape sebenarnya).

It reminds me to the last time i had to go on a trip (the far ones) was to Bontang, Kalimantan Island, twice within 2 weeks, and when I was done with the trips, Tristan was having such a terrible stomachache – that needed to be examined thoroughly but turned out to be nothing serious though, thank God.

so how would i not have the guilty feeling?

the united mommies in the world would easily put their fingers on me. i am the mom. i leave my son at home. i go on a trip. for my advantage. if anything happens to him, then it is my fault.

*cry*  —- i easily cry when it comes to my baby —-

so how would i survive?

understanding where I stand.

i am a mom of a son. he always be my number one priority and my number one best friend in the world. daily, we spent most of our times together. but i am a human mommy. i do need to have my me time in what i do (at work) and in what i am (at vacation).

he has his dad. 2 grandmas. uncles and aunties. cousins.

everybody loves him as much as i do. everybody cares about him. so if i wasn’t there for him, i know many others do.

and if there’s something happens to him while i’m gone, it is not mommy’s fault. it means to be happened. it could happen too when mommy is around. mommy could not fight all the germs, bacteria, and viruses, right?

0

For My Little Explorer

image

semoga mama selalu bisa disisimu, nak.. sampai akhir hayat mama…

tidak di depanmu karena kau tidak harus mengikuti langkah mama..

kau bebas memiliki duniamu sendiri..

tidak di belakangmu karena mama memiliki mimpi mama sendiri..

mungkin mama sedikit di belakangmu karena mama adalah mama kemal, alias kepo maksimal.. hihihi... ^,^v

u know I love you, my dear…

0

TIPS Menjadikan Anak Hebat, Anak Mandiri

sy sedang menggantikan sahabat saya menguji praktek guru-guru TK di kota Jombang, dalam program PLPG (Diklat Sertifikasi Guru PAUD).. satu kelas ada 11 orang ibu guru.. ada yg hamil, ada yg memiliki anak kecil.. asyik ngobrol untuk mencairkan suasana, tiba2 pembicaraan mengarah pada karakter Anak Hebat atau Anak Mandiri

ANAK HEBAT ituuuuuu anak yang mandiri, kata sepakat seluruh ibu di kelas tadi.. tapi tidak mudah karena anak2 biasanya manja kalau ada ibunya..

bagaimana anak ibu?

*proud mom*

wah anak sy, 6tahun, mulai makan sendiri umur 1tahun.. memilih baju sendiri.. menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri.. mandi sendiri dengan bersih.. sikat gigi sendiri.. practically, mulai bangun pagi sampai tidur lagi dia bisa lakukan sendiri..

WAH, apa resepnya?

1. IKHLAS

ibu2 bengong, kok ikhlas..

“saya looo, ikhlas bila anak saya mandiri..”

hehehehe..

yakin? kalau anak ibu merasa bisa sendiri tanpa ibu, alias tdk butuh ibunya, ibu bisa ikhlas? jujuuuuuur

“hmmm, ya ndak buuu..”

makanya akhirnya kalau ibu ngga ada anaknya mandiri, kalau ibu ada malah manja kan????

“iyaaaa sih.. trus gimana kan saya ibunya…”

ya sudah… sepanjang kita ngga bisa ikhlas mengakui anak kita adalah “seseorang” atau “orang lain yang bukan milik kita” ya begitu deh..

^,^v

anyway, anak sy anak hebat, sy bersyukur untuk itu, tapi anak sy tetap anak2 biasa kok, kadang masih suka ngompol dan masih suka ngga tau waktu main

apalagi selain ikhlas? berikut TIPs yang lain untuk Menjadikan Anak Mandiri (yang masih sy pelajari juga kok)

2. melatih anak berkomunikasi verbal yang baik

dengan kemampuan komunikasi yang baik, maka anak mampu menyatakan apa yang diketahuinya dan apa pendapatnya tentang hal-hal tertentu.. dengan begitu kita bisa memperkirakan kemampuannya dan memberikan bantuan sesuai kebutuhannya..

3. melatih anak menerima kritik

salah satu unsur penguat kemandirian adalah self-esteem.. self-esteem akan muncul bila anak mengenal diri sendiri, kelebihan dan kekurangannya.. tahu apa itu kritik dan bagaimana menanggapi kritik perlu dibicarakan dan dilatihkan…

4. membiasakan diri memberikan pilihan pada anak

dengan memberikan pilihan, maka anak terbiasa berpikir, merasa dihargai, dan terbiasa refleksi sebab-akibat pilihannya..

5. melatihkan sesuatu secara bertahap

misalnya minum susu di pagi hari, mulai dari memintanya membantu menyiapkan susu setiap pagi, sambil dia menyiapkan dengan dibimbing ibu, sampai dia bisa melakukan sendiri tiap hari..

what do you think, mommies?

0

Ketika emak2 ini sedih

Happy Monday

ketika Indonesia disibukkan komentar, twit, komen, dan segala macam postingan tentang capres, sy malah ingin menulis tentang kesedihan..

jadi inget pernah disentil coachRenee saat sy menyatakan:

I’ll do my best to be happy

so you’re not a happy lovely person..” kata beliau..

Looo, gini loh coach… I’m a human (and a mom 😉 )

there were some bad times, and some were really really hard.. so all I can do is trying to be happy with every single breath i could grab..

entah ada keadaan yang benar-benar sulit, atau masalah ringan yang datangnya bersamaan, sedih ngga sih… tapi yaaa ngga suka larut dalam kesedihan…

karena itu, ketika emak-emak ini sedih….

1. sy membicarakannya dgn Stan

sebagai ibu yang selalu bersama anaknya, sy ngerasa ngga adil kalau sy mendadak dangdut.. eh mendadak bete surete.. jadi yaaaa… sy mengawali “kesedihan” dengan mengaku sedih pada anak..

[.. di satu sisi mungkin sy bukan ibu yang baik karena mengharapkannya maklum dan mengerti bila saja stok kesabaran sy mendadak hangus, kan sy lagi bete, laaaaaah dia kan anak kecil, masa iya harus “mengerti” ibunya? ._. ..]

sebenarnya sy mengharap dia mengerti bahwa sy mencintainya sepenuh jiwa, bahwa dalam keadaan apapun sy -sedih atau marah- dia bisa memeluk sy… karena pasti dia BUKAN sumber kesedihan melainkan sumber kebahagiaan sy…

anyway, ternyata dengan membicarakan hal ini, sy belajar menganalisa keadaan sy secara sederhana (karena harus memilih kata-kata yang mudah dimengerti anak) dan ketika sy bisa menggambarkan “sistem” keadaan sy saat sedih, sy lebih memahami diri sy sendiri… i am awesome!  karena sy tahu sy terbiasa cepat emosional dalam menghadapi sesuatu, sekarang jauuuuuh lebih baik..  (memuji diri sendiri aja, lebih baik dari menjelekkan orang lain kan?) meskipun butuh waktu lama karena sy tdk selalu bisa tdk bohong sm diri sendiri… hehehe…

kalau ngomongnya sm suami beda, secara dia adalah orang yg logis, rasional, dan cerdas, (maka bawaannya makin bete dan sedih… ) curhat sama dia akan membawa sy dalam keadaan yg makin hancur berkeping-keping (karena kelemahan sy makin dikeluarkan semua) meskipun setelahnya sih sy merasa lebih mengenal diri sendiri dan pelukannya membuat sy kuat bangkit lagi (uhuy!)

2. sy menguatkan hati bahwa: “i’m still fully blessed!

ini lo ngga seberapa… i’m still fully blessed!

seringkali sy malu hati.. misalnya pernah sy bareng Stan sedang tidak ada kendaraan, dan di siang hari yang terik sy harus naik ojek, atau naik angkot, atau bahkan berjalan kaki.. kadang Stan bisa jalan sendiri, kadang kalau sdh ngantuk yaaaa harus digendong laaaaa *emak perkasa .. cuman kadang kalau naik angkot, ada yg ga peduli kalau penumpangnya yg mau turun ini emak2 yg gendong anak dan bawaannya bejibun!

rasanya? lelah bercampur marah… pertamanyaaaa…. pertamanya looooo…

tapi kemudian sy mikir… i’m still fully blessed!

sy loo naik ojek atau angkot artinya sy masih punya duit.. meski itu receh2 hasil ngumpulin sana sini (termasuk dari dompetmu, nak.. maaf yaaa…)

kalau pas recehannya ngga cukup pun, sy kan jalan kaki, nah.. artinya kaki sy masih sehat, gendong anak 6 tahun, looh, sek dempal toh..

lantas apapun yg terjadi di jalanan, kalau sampai rumah, (looo ya sek punya rumah…) entah rumah mama atau rumah sy sendiri, sy masih bisa ngadem di kamar ber-AC sambil ngider di socmed pake smartphone dan main games pake iPad.. (gadget mo dijual ga dikasih sama yg ngasih.. lah kerjanya pake itu… hahaha.. kelas menengah ngehe yo synya ini…)

mau mengeluh? malu dooong…

3. sy mencoba mencari hikmah

ketika lg ngga megang duit (misal: tunjangan gaji ngga keluar hampir 4 bulan… lantas kok ya pas ngga bisa ngamen…), lantas musti ga jajan, bahkan ga bisa belanja, mo makan nunggu traktiran sahabat yg baik hati (you know who you are, mbak..) atau (banyak) malaikat yg lagi lewat…

and you know what?

berat badan sy berkurang, (aha!) dan sy merasa hidup lebih sehat (karena banyak jalan kaki.. hihihi).

trus pernah dalam seminggu ngga ada hari tanpa dicaci maki (all at once… entah di kantor – melakukan kesalahan yang bodoh berkali-kali, lantas dapat komentar atau bahkan surat peringatan dari pimpinan, entah mobil nabrak trus orangnya minta ganti duit berjut-jut.. Yaa Tuhan.., entah iPad ketinggalan di tempat umum, entah berselisih dengan keluarga besar, entah tagihan seabrek datang bersamaan)

and you know what?

sy menyadari bahwa sy punya kekuatan baru yg sebelumnya sy ngga pernah niat belajar… *mendadak kreatif

nah.. mungkin sy ga akan melakukan sesuatu, belajar sesuatu, berani keluar dari comfort zone, bila tidak dipaksa dengan semua keadaan yang membuat sy sedih.. blessings in disguise…

4. sy melakukan hal sederhana yang menyenangkan

yaaa… ternyata #bahagiaitusederhana

memeluk anak, jalan kaki pagi hari, melihat langit sambil berkhayal, main berantem sm anak, nonton tv, memasak, main games, tidur diatas sprei yang baru dicuci adalah hal sederhana yang bs membuat sy kembali tersenyum, aaaah, hidup ini indah yaa..

5. sy membantu orang lain

mendengarkan keluh kesah orang lain (untungnya lumayan ada aja mahasiswa yang suka curhat, hehehe), menyumbangkan tenaga, mencari baju lama yang bisa disumbangkan, ada banyak lah hal yang ternyata bs diberikan untuk orang lain… makin sadar gitu loh, sy masih PUNYA sesuatu… ojo melas2 tooo..

 

ada ide lain?

 

0

Happy Int’l Women’s Day

woman … what would be great for a woman…

i’ve read somewhere in twitter, there’s a woman who wrote her story about how she sacrifices herself for her husband and children.. she devoted her life for her family.. well, according to Javanese culture, or most Indonesian culture that is the way, the only way a woman should be…

actually, i don’t do really do that. i prefer to have my own me time. my own passion in life. my own story. but i just can’t help feeling guilty about those stuffs. so sometimes i just do what the culture says.

however i believe most men do not feel guilty bout that, I think…

if a woman succeed

people think her family must be suffering

if a man succeed

people think his family must be happy

if a woman hurt her back

people think she is too lazy too do exercise

if a man hurt her back

people think how hard he had worked

well..

i think i keep my own passion in life. that what makes me, ME.

happy Women’s day