7

Travelling ke Zuid-Limburg (1)

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart

Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi 1,8km *irit dikit di km tapi lumayan karena jalanan di daerah ini naik turun..
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt

Note: menurut VVV, katanya mau ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt pas summer pas weekend, praktis buat yg irit jalan

This slideshow requires JavaScript.

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

This slideshow requires JavaScript.

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-”

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

This slideshow requires JavaScript.

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

My Review:

-love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)

-stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection

-felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast

-a kind and helpful host..

This slideshow requires JavaScript.

dan yg paling penting adalah….

menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂 si owner yg baik hati ini minta di review di sosmed dan di situs pariwisata.. sy langsung berasa penulis yahud deh… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat tristan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

(to be continued)

 

Advertisements
3

Me Vs Ortu

sy memanggil beliau-beliau: Mami dan Ayah.. sedikit anti mainstream dalam memasangkan istilah, karena dalam perjalanan hidup, kami berganti-ganti panggilan sampai pada satu titik sepakat kalau Ayah lebih cocok dipanggil Ayah daripada Papi atau Papa seperti saudara2 beliau dipanggil anak-anaknya.. begitu pula dengan Mami… yg berasa kurang kalem buat dipanggil bunda atau ibu, hihihi…

dan saking kuatnya panggilan ini, lantas merembet kemana-mana.. teman dekat, saudara ipar, saudara angkat, saudara sepupu, saudara jauh, sampai cucunya juga jadi memanggil Ayah dan Mami…

hubungan anak vs ortu dan cinta kepada orang tua tentu alami, jadi tentu saja sy mencintai Mami dan Ayah… Cinta sy tidak berubah, hanya sy merasa makin memahami cinta sy pada Ayah dan Mami ketika sy menikah, dan lebih-lebih ketika sy memiliki anak…

namun ada juga yg berubah…

Yang banyak berubah dari hubungan kami adalah pola hubungan.. yang ketika sy kecil, lebih bersifat hirarki sekali.. mungkin karena bawaan budaya, atau trennya yg begitu saat itu, syukurlah beranjak dewasa hubungan kami menjadi egaliter, jadi lebih demokratis.. bisa jadi yg ini juga bawaan jaman, tapi sy yakin sedikit banyak ini juga karena anak-anak beliau dengan jujur mengutarakan keinginan untuk itu..

hal ini merupakan hal yang paling berharga dalam hidup sy, karena sy mendapat kepercayaan beliau berdua dalam menjalani pilihan2 hidup sy..

di postingan ini, sy berusaha mendaftar hal2 yg mungkin bisa membantu menjaga hubungan baik dengan orang tua…

  1. posisikan orang tua sebagai sahabat, bertukar pendapat dan diskusi untuk menunjukkan dunia dari mata kita, dan keep in touch (they would love to get lots of our pictures and stories)… kalau dasarnya sudah sahabatan, then consider you are very lucky! well, Mami dan sy sama-sama di bidang pendidikan, jadi sy bisa minta job ke mami eh maksudnya sy bisa berdebat tentang teori2 pendidikan dan semacamnya, debat tanpa akhir biasanya nih, karena kadang sambil bawa2 buku teori atau sampai browsing segala… kalau sama Ayah, sy mencoba meluaskan topik obrolan ngga sekedar kabar beliau dan sy, gosip keluarga besar, atau tentang mobil kayak biasanya, pernah nyoba ngobrolin tentang tren travelling saat ini dan ternyata asik juga
  2. posisikan orang tua sebagai sesama orang dewasa, karena posisi yg setara, hubungannya juga musti seimbang dong, bukan hanya orang tua yg merasa harus berusaha berkontribusi terhadap hidup kita, kitanya juga musti berusaha mengisi hidup mereka.. bukan hanya mereka yg punya peran “pemberi saran” melainkan kita juga… berikan masukan, saran, bantuan – sesuai porsinya, we’re facing our problems and so  are they… nah, karena orang tua sy begitu mandiri, sy sering lupa kalau mereka mungkin juga butuh ada yg mengingatkan ttg teknologi, kesehatan, atau hal-hal besar kecil lainnya
  3. blast from the past (ini nyontek item list sy untuk pernikahan di sini) sepanjang hidup kita, hadirkan saat2 bersama orang tua kita yang bisa dikenang dengan senyuman atau bahkan bikin ketawa.. tertawa bersama atas kenangan lama itu membahagiakan! bisa juga foto2 lama dikemas ulang atau dibuat format barunya.. atau bongkar barang2 lama buat dibikin video koleksi atau apalah (ini karena kebetulan Mami dan Ibu (Ibu adalah panggilan sy untuk ibu mertua) hobi nyimpen barang2 masa lalu… *alamaak)
  4. bikin kenangan baru, ajak orang tua buat nge-date atau bila memungkinkan – lakukan hal yg sama-sama baru pertama kali melakukannya.. hubungan orang tua dan anak tetap butuh momen2 yang mendekatkan meskipun secara alami hal itu sudah ada..
  5. NEVER take them for granted, sampaikan cinta dan rindu, sampaikan apresiasi atas usaha mereka selama ini, they’ve done what they could do and it might be the best they could at those times… sure, they made mistakes, but hey.. who we are to judge?

lantas, apakah sy sudah melakukan semuanya?

sayangnya belum.. sedihnya belum…

dan sebenarnya ini termasuk bagian dari daftar shoulda-woulda-coulda (baca: grief & guilt) setelah berpulangnya ayahanda 24/4/2017, tepat seminggu sebelum ulang tahun beliau, dan sy ribuan mil jauhnya, dan sy ngga bisa memegang tangannya di saat-saat terakhir, dan sy ngga sempat minta maaf, salim, sungkem, bilang sayang ke Ayah, mengirim foto terupdate, cerita ttg perjalanan2 sy.. T.T

(sebuah catatan hati: Ketika Ayah Pulang)

jadi tunggu apa? katakan cinta selagi bisa yaa…

“it takes both sides to build a bridge”

 

 

 

5

Working Mom

menjadi phd-worker di kampus university of twente membuka akses sy untuk mengikuti berbagai organisasi2 atau komunitas2 atau courses2 yg ngga lazim ada di kampus asal sy, salah satunya yg baru dua kali sy ikuti, namanya FFNT, Female Faculty Network Twente

FFNT merupakan komunitas perempuan yang bekerja di university of twente dan menyelenggarakan pertemuan2 salah satunya pertemuan rutin satu jam untuk sharing ideas sembari makan siang

modelnya kayak circle time yg diawali saling mengenalkan diri, atau mengungkapkan harapan, atau apa yang sedang menjadi topik di hari itu, kemudian ada guest speaker yg sharing 10-15 menit yg diikuti obrolan panjang dan seru, ala ibu-ibu arisan begituh

dua kali sy sempat ikutan, dua kali ketemu dosen, associate professor, ibu, dan… sukses! (baca: punya rentetan prestasi panjang dan menakjubkan) (note: guest speakernya ngga selalu perempuan, dan topiknya ngga selalu tentang ibu2)

melihat aura pintar dan percaya diri serta mendengar cerita ibu-ibu ini membuat sy rasanya mau duduk aja di pojokan antara kagum, ngiler, sama minder… *ah sy mah apa atuh

dan pertanyaan umum yg terlontar pertama kali dari para para perempuan yg hadir adalah yg satu ini:

apa resep kesuksesan dalam karir anda?

guest speaker 1

A: sy bekerja keras untuk itu (beliau mendapat hibah bergengsi selama beberapa kali berturut-turut), untuk mendapatkannya, untuk mengerjakannya, dan untuk membuat laporannya, dan untuk membuat publikasi setelahnya.. banyak waktu sy habiskan untuk mengejarnya, karena hal tersebut adalah salah satu impian sy

Q: loh, cape dong? keluarga gimana dong?

A: anda tanya resep kesuksesan dalam karir kan?

Q: dududududu

“sebagai ibu yg bekerja, sy yakin semua ada waktunya, berbeda tentunya untuk tiap orang, pilihan ada di masing-masing ibu.. yg sy percaya there’s no such thing as luck, ngga kerja keras tapi mendapatkan sesuatu, NO WAY, kerja keras, disiplin, persiapan itu dibutuhkan untuk mencapai keinginan… dengan peran sebagai ibu yg utama, ya resikonya kita harus memilih peluang yg lebih fleksibel… yg tahu kapan menempatkan yg mana sebagai prioritas ya kita sendiri.. sy bahagia bila sy bisa menggapai impian sy, menjadi ibu yg membesarkan anak dengan sebaik mungkin juga sy lakukan, dan bila kondisi keluarga memungkinkan dan suami mendukung – barulah saat itu sy mengejar karir sy”

me: iya.. ibu ini kelihatan chic dandanannya, gaul gituuuh, tegas, and wooow, she got the look of “she-really-knows-what-she-wants” deh

guest speaker 2

A: 1) TIME MANAGEMENT – make good plans for everything 2) sy menerapkan aturan bekerja 80%, dan sy selalu menyampaikan ini di awal kontrak pada tempat sy bekerja dan teman kerja sy 3) waktu sy otomatis sy bagi untuk bekerja dan keluarga, saat bekerja fokuslah pada pekerjaan, saat bersama keluarga ya fokus juga dong sama keluarga, alihkan energy guilty feeling untuk menikmati apa yg sedang sy lakukan, untuk refleksi dan berpikir sy lakukan saat bepergian misal saat sedang bersepeda

Q: wah, pantas saja anda terlihat selalu happy, is there anything that you’d miss?

A: ya laaah, jelas ada yg sy tidak utamakan, acara2 bersama keluarga besar dan teman dan juga mengajar…

Q: oalaaah…

anak sy dua dan masih kecil, mereka masih membutuhkan sy fokus melalui waktu bersama, nanti ada saatnya mereka hanya butuh kehadiran sy namun sudah bisa menikmati waktu mereka sendiri, semenjak menjadi ibu sy mengubah target2 dalam pekerjaan sy misal dari sejumlah publikasi ke beberapa publikasi berkualitas, sy membuat pertemuan harian rutin dengan post-doc dan phd, dan sy mendelegasikan hal2 yg sekiranya bisa mereka kerjakan, di rumah juga, sy selalu merencanakan jadwal kerja, lembur, dan konferensi dengan suami agar bisa bergantian mengerjakan peran dominan dalam menyiapkan rumah tangga

me: ibu ini terlihat praktis namun sederhana, dengan rambut pendek, dan kostum jeans dan kemejanya.. tegas, dan smart, well.. heylooo beliau bekerja di bidang computer science begituuuu…

nah, mari kita simpulkan sajah tips dari dua ibu bekerja yg sukses inih,

working mom tips

1) know what makes you happy, and be happy!

2) jadi orang jgn serakah, fokus sama satu tujuan dalam satu waktu, kalau yg lain juga didapatkan yah lumayan kan dapat bonusnya, yg tau tujuannya apa kita sendiri, tutup kuping sama apa kata orang

3) dukungan suami, dua ibu ini sama2 melibatkan suami dan mengkomunikasikan perannya, suaminya juga pada mendukung sih yaaa, dan lagi mungkin juga karena budayanya kali ya

4) disiplin waktu dan diri

me: i am happy, sy bersyukur synya ngga serakah, ngga ambisius buat menang the best thesis award apah the fastest phd ever ato the most famous #phdmum, huehuehue… tau banget kapasitas sy dimana… suami juga tetep asik buat diskusi dan ngedukung sy maunya apa dan mau pergi kemana… buat sy yg masih jauuuuuuuuh tuh ya yg terakhir, disiplin waktu dan diri.. sy masih ngglewes super fleksibel dan super moody beginih… working mom cap 2 kelinci! aaaah help meeeh…

 

 

 

2

Tangga Rumah Londo

Rumah londo jaman bahuela itu terkenal dengan kelangsingannya… tidak melebar tapi meninggi ke atas, biasanya ada 2 lantai plus attic, dan memanjang ke belakang… konon, katanya hal tsb dikarenakan dahulu kala pajak dihitung dari lebarnya rumah aja, dan atas nama kenyamanan, ruangannya dibuat sebesar-besarnya dan mengorbankan ruang untuk: TANGGA, dan keistimewaan ini sampai terkenal sebagai salah satu ciri khas rumah Belanda.

the Dutch Stairs

cof

yap… tangga di rumah londo (bangunan lama, yes…) alias Dutch Stairs sering disebut sebagai: “Death” Trap (trap itu tangga dalam bahasa Belanda) saking curamnya dan imut2nya si tangga inih, belum lagi biasanya arahnya berbelok, pas belokan itu bentuk tangganya ya segi tiga gitu dong..

kalau lihat foto tangganya doang nih, pasti sy mengira yg pernah tinggal di rumah ini adalah keluarga kurcaci yang bikin tangga didalam rumah pohon… ngga bakalan nyangka kalau ini adalah rumah orang Belanda yg dikenal tinggi besar… (opo maneh nganggo sandal kayu… ealah… impossible meneer...)

sebenernya di Indonesia, sy blm pernah tinggal di lantai atas, ada lantai atas di rumah mymommy pun, sy naik ke lantai atas rumah sy cuman buat nimpuk adek sy kalau sdh dipanggil dan ditelfon tetep ngga nyahut… lagiaaaan, tangga rumah di Indonesia biasanya cukup lebar buat naruh pantat emak2 yg mo pose wefie canteeek bebarengan…

nah, dapat rumah yg dibangun jaman bahuela (baca ceritanya di sini), otomatis sy dapat warisan “the Dutch Stairs” ntuh… oh oh oh… cinta pandangan pertama ketika buka pintu depan… look at those cute stairs ^^, no death trap laaah , sy pikir… jelas sy pede aja lagi… karena sebelumnya waktu sy sempat tinggal di apartemen lantai ke-5 tanpa kemewahan lift, sy sempat melatih jempol kaki sy buat mencengkram tangga imut2 namun lebih simetris itu.. bahkan dapat anugrah zero-accident-award selama 11 bulan berturut-turut.. *proud

however, it turned out that it wasn’t that cute >.< 

the dutch stairs turned into a steep slide one early morning and helped me getting faster to the ground… *bruk

oh la la, suddenly I got a world map tattooed on my body…

ampuuuun, ndoro meneeer…

I ain’t no ninja mom after all

 

3

Mencari tempat tinggal (4)

sebagai “mahasiswa” baru di kampus utwente, sy punya jatah housing untuk difasilitasi kampus selama 1 tahun, artinya: mendapat tinggal full-furnished di luar maupun di dalam kampus (tentang housing university of twente baca di sini) pada saat itu sy merasa amat beruntung karena di tengah antrean pencari housing full-furnished kampus, sy mendadak bisa dapat tempat tinggal dalam waktu kurleb seminggu sebelum keberangkatan…

de stadsweide

sebulan pertama sy nengkri cantik dulu di apartemen naungan kampus utwente namun lokasi di tengah kota, de stadsweide, apartemen sharing ber3 dan semi-furnished – yg buat sy jadi super furnished gegara tinggal bersama 2 cewe post-doc baik hati super sibuk, yang pernik2 tempat tinggalnya lebih-lebih (sampai sy diminta bawa beberapa pas keluar dari apartemen cobaaaa ^,^) lantas lokasinya inih, yg bikin keinginan shopping tidak bisa dipasung, pulang dari kampus selalu nyempetin buat melipir ke v&d atau hema yg waktu itu lagi sale gila-gilaan (karena v&d mo tutup, hema-nya mo pindahan)..

mondriaan

kemudian 11 bulan berikutnya sy lewati dengan nyaman tentram jaya juga di apartemen naungan international housing office utwente, apartemen mondriaan yg semi-private dalam kampus, errrrr ekstra olah raga naik turun tangga lagi (baca ceritanya di sini), huehuehue, dan dapet tetangga yg super seru buat ngobrol ngalor ngidul meski umurnya kurang dari setengah umur sy beda dikiiiit.


nah, kesalahan sy adalah:

membiarkan diri terlena dan menafikan kenyataan bila mencari tempat tinggal (+di belanda)(+berdua sama anak)(+phd dgn beasiswa dikti) itu relatif tidak mudah… relatif.. iyaaa.. relatif… namun ternyata amat sangat tidak mudah buat sy… tau gitu kalau perlu dari awal deh sy langsung berburu tempat tinggal *terisak-isak *drama usaha via email untuk merayu pihak housing kampus untuk memperpanjang sampai sy dapat housing ngga berhasil juga, otomatis sy musti usaha lewat jalur lain..

pada masa itu sy masih kekeuh dengan kriteria tempat tinggal idaman:

  • musti deket kampus (secara waktu sy akan habis di kampus)
  • paling engga ada 2 kamar tidur (rencana mo bawa anak)
  • NO MORE 4th – 5th floor – sudah cukup langsingnya pegelnya kok… hahaha…

untuk mencarinya, ada berbagai alternatif yg membuat sy install fesbuk apps lagi (*alesaaaaan):

  1. grup2 fesbuk > nongkrongin grup2 fesbuk marketplace utwente-itc, saxionsaxion, dan housing di enschede dengan cara ini, biasanya bisa mendapat tempat tinggal lungsuran, maksudnya dari penyewa sebelumnya.. yaa, ada temen yg bahagia banget bisa dapetin apartemen bagus, ga bayar makelar rumah, lokasi di centrum (city center) beserta barang2 milik penyewa sebelumnya yg diberikan dengan harga paketan promo… asyik emang, sayangnya tawarannya jarang banget, daaaan pernah sy cape ngelihat fesbuk, mutusin buat absen bbrp hari aja, eh ternyata malah pas ada tawaran asik yg pas sy hubungi sdh hilang deh…
  2. fesbuk page > via makelar officialnya kampus, de veste, buat dapetin studio/private room un-furnished dalam kampus, yang di-iklanin di fesbuk (tapi musti register imel dulu di websitenya yaa)… dalam sebulan biasanya ada 3-6 studio/room yg ditawarkan, dan kurleb 8 bulan sy ikutan apply, daaaan belum beruntung, jadi sebel juga pas tahu ada student yg belum lama dateng namun sdh bisa boyongan kesana… kok bisa??? yaiyaaaa, sistemnya LOTRE, jadi… yaaaa I would need tons of luck.. pssst, bahkan saking desperatenya kadang sy ngga isi form sekali doang, hihihi, versi inggris dan versi londo sy isi semua formnya… ^.^v
  3. website makelar rumah macam: smartwonen, funda, huurwoningen, domica, (browse the names) etc biasanya berbayar (ongkos adminnya sampai sekitar sebulan uang sewa), dan tempat tinggal yang ditawarkanpun jarang ada yang terjangkau sama kocek, beberapa kali sy menemukan studio atau apartemen yg asyik, ngga bayar banyak, eh tapi ngga disetujui karena pendapatan dianggap kurang (biasanya diminta pendapatan 2-3 kali lipat harga sewa rumah), atau karena pendapatan sy adalah beasiswa dari non-londo, atau karena tempat tinggalnya ngga sesuai untuk anak…
  4. website makelar rumah yg sepertinya non-private, karena bisa punya akses ke database kependudukan.. yang sy ikutan ada dua, woonplaats dan domijn, dan sistemnya lotre… hiyaaaaa lotre lagi… di dalam websitenya dibagi jadi 2 kategori, dibawah atau diatas 710.. untuk kategori dibawah 710, biasanya dalam kisaran 450-600an, lumayan sih.. cuman sekali lagi, sistemnya lotre.. untuk satu tempat tinggal yg murce kadang yg apply mencapai 200an… >.< lantas akan kepilih 3 kandidat buat datang ke open house, kans paling gede ya kandidat 1 laaaa, dan selama berbulan2 sy dikabarin jadi kandidat pun baru sekali – itupun kandidat ke-2, dan belum berhasil, oh ya.. untuk bisa apply ke agen rumah ber-subsidi ini harus sudah memiliki IB60 (pernyataan pendapatan dari dinas pajak, silahkan browsing, ngedapetinnya bisa pertelfon atau rikues online, sy rikues online krn bisa mabuk kalau dengerin bahasa belanda via telfon, meski bisa juga rikues via sekretaris departemen, hihihi)

sy jelas dong, berbulan-bulan memasukkan pencarian rumah di jam2 pertama di kantor… fesbuk dan website makelar2 rumah jelas ter-bookmarked.. nah ini yg bikin capek, habisin waktu, dan bikin stress gegara waktunya makin mepet sama jadwal pengusiran ^.^ alias habis kontrak… makanya lantas overthinking: harusnya mungkin dari awal sy sudah mulai mencari, secara belum begitu jodoh sama sistem2 ala lotre ginih…

lantas apa sy dapat tepat waktu? tidak, pemirsaaah…sampai habis kontrak, ternyata sy ngga berhasil dapetin tempat tinggal… padahal bocah kesayangan sudah sampai di londo…
namun, di detik2 terakhir, syukurlah, ada keluarga yg berbaik hati (namun smg ngga depresih) menerima kami berdua yg gesrek inih *-___-* dan bonusnya: they happened to be such a super cool couple with adorable babies *bikin jadi pengen punya bayi lagi *halah *abaikan


setelah pindahan, sy ngga lagi ketat dengan persyaratan impian sy, mau studio, apartemen, rumah.. semua-semua diklik, semua semua dilamar, apa aja mau deh, asal lokasi ngga bikin trayek sepedaan makin jauh gituuuu… mau kamar satu apa dua apa tiga, asal harga masih terbayar ya hayuuuuk…

*mauan yaaa
akhirnya yaaaa, akhir bulan lalu, sy menjadi kandidat ke-3, untuk sebuah rumah, rumah looo bukan apartemen atau studio, rumah londo yang dibangun tahun 1922… rumah londo biasanya tidak hanya satu lantai, ada ruang bawah tangganya, ada attic-nya, juga halaman belakang.. kamarnya lebih banyak dari yg kami butuhkan, dan  lokasinya lebih dekat ke pusat kota daripada ke kampus.. setelah open house berlalu, pas sy telefon nanya kemungkinannnya dijawab: “oh, kamu kandidat ke-3 (*i know), ada kemungkinan kandidat ke-1 atau 2 menerima, jadi tunggu email dari kami saja ya…” haiyyaaaa, itu sih sy tau, eniwe… sy ngga terlalu super berharap juga sih jadinya… apalagi setelah dibilang salah satu persyaratan adalah IB60 2015 & 2016 sementara sy cuman punya yg 2016 aja.. pasrah bangeeet…

tapi kayanya justru karena pasrah gitu malah syukurlah kami dinyatakan sebagai pemenang haisy, penyewa maksutnyeee *jump for joy

happy ending? well, ehmmm, gimana yaaaa… ternyata pindahan ke sebuah tempat tinggal yg un-furnished ngga semudah yang sy bayangkan, meski sudah pernah baca2 sebelumnya, misal dari referensi wajib ibu ratu “queen of babble” atau dari website ACCESS

ribet ending tepatnya…

-to be continued-

10

Sakit FLU!

sy sakit flu.

ngga sekedar uhuk2 atau srat srooot, tapi ini paket lengkap, mungkin termasuk paket hemat winter.. lengkap dengan demam 2 hari, yg bikin sy ngga bisa bubu nyenyak karena hampir tiap jam bangun, pipis, minum air segelas, dan berulang pagi siang sore malam berpuluh2 kali.. lengkap dengan bapil hidung mampet, yaiyalaah.. lengkap dengan sakit kepala yg kalau datang ngga pake permisi… lengkap dengan merinding disko kena dingin dikit aja, saat winter pula, hadeuh jadi mo pipis ke toilet aja musti berjaket ria trus pas mo duduk aja berasa mo duduk di salju, brrrrrrrr.. lengkap dengan badan pegal2 berasa habis nguli di pasar ikan sydney..

dan, rasanya juga kali ini, sy melakukan semua semua yg sy ingat ttg mengatasi sakit flu:

rajin mandi dan bersih2

jadi hampir tiap hari kayanya deh sy mandi, iya dong air hangat, plis deeeh.. mandi air hangat membuat hidung plong dan sakit kepala jadi menjauh sementara, badan juga segar dan sementara pegalnya juga hilang (*laaaah biasanya ndak mandi tiap hari toh mbak’e? psssst, ngga usah dibahas itu yaaaa…)

merendam kaki dengan air hangat

sambil membunuh bosan karena harus istirahat di rumah, merendam kaki dengan air hangat itu menenangkan, sambil potong kuku.. menurut mamiku dan oma-oma di korea ditambah garam juga lebih ok.. atau tablet mint yg bisa dibeli di hema… semriwing…

kostum kebesaran

saat flu, waktunya pake kostum khas anti kedinginan, sweater, jaket, kaos kaki, ponco, semua2 deh, dari pada kemana2 pake selimut ^^,

keep on moving

tidur terus, menurut sy sih ngga asik meskipun sakit, melenturkan badan, sedikit jalan kaki (dan cuci mata) juga akan membantu sirkulasi darah bukan? lagian sy tetap musti antar jemput Tristan

asupan makan

memperbanyak sayur dan buah, daaaaan makan makanan yang berkuah – hangat pula… aduh sup itu rasanya jadi makanan paling lezat sedunia… enak banget di mulut dan ke badan… ngga enaknya harus masak sendiri  gitu aja 😦 eh indomie goreng juga enak bangeeeeeeeeeeeeet… hahahaha… dodol…

asupan minum

saat flu, kemungkinan dehidrasi musti dihindari, bukan cuman minum air, sy usahakan minum air hangat (lah air krannya adeeeeeeem bingit…) lantas nyetok madu dan lemon.. ini sampai sempat bosan… jadi kadang lemonnya diperas, kadang diiris2 aja.. saking bosennya sama rasa madu dan lemon, sy selingi dengan cappuccino… *ealah hahahaha.. sy sempat curiga soalnya, jangan2 sakit kepala gegara ngga ngopi gituh..

vitamin

ini nih kalau ngga sakit parah gini sy ngga bakalan inget minum multivitamin/ multimineral/ multinutrisi, sy memang agak kurang gizi gegara kurang asupan sayur dan buah di masa lalu, hiks… (((kurang gizi kok bangga)))

be happy

yaaa, waktu bosen bed rest dan bosen ngegame trus mantengin twitter & twitwar itu sy makin sakit kepala, mumeeeeeeet…. jadi kemudian ganti nonton oddbods, hahaha.. pokoknya mikirnya juga yg bikin hepi..

beli tisu yg bagus

mampet, meler, pilek, memang menghabiskan tisu, dan pake tisu biasa itu alangkah ngga enaknya ke bagian bawah hidung, sampai lecet semua… dasaaar, alhasil emak pelit segera berlalu dan memborong tisu2 eksklusif, halah..

————————————————————

hayuuuuk, tambahin dong, apalagi tips buat mengatasi sakit flu berkepanjangan kaya gini???

7

5 alasan buat PhD

hello 2017, tenan to (=beneran kan), kalau ketemu deadline tuh yg dilirik malah blog… #procastination ? atau keinginan menyelesaikan sesuatu meski yang penting malah belum kelaaaar… Yaa Tuhan.. *tutup muka *jari teteup ngetik ^^ saat ini rasanya pengen invisible, ga pedenya meningkat drastis berasa manusia paling bodoh sedunia… hiks…

dan membuat pertanyaan yg sama muncul berulang-ulang:

” Ngapain PhD ?!?@!#$?! “

==================================================

1.kesempatan buat refreshing dari pekerjaan

sebelum ini, sy mengajar.. ya tk, ya guru tk-nya, ya mahasiswa… pengajar itu merupakan satu profesi yg mudah menjenuhkan, yaaaa meskipun materinya selalu update dan seru bin menarik (bayangin toooo, kalau guru tk tuh yg diomongin lagu baru atau sajak baru, kalau pas ngajar teknologi pendidikan yg diomongin teknologi baru, aaaah I love my subjects) tapi outlinenya tetep sama bertahun-tahun loooh… lantas anak2 atau mahasiswa2 memang beda (kecuali ada yg ngulang) tapi polanya selalu sama… ada yg bandel dan jadi kesayangan bunda *uhuy, ada yg rajin, ada yg pinter, ada grup si beken, ada juga si tukang copy paste… jadi kalau outline dan polanya sama.. wuih… setelah 20 tahun mengajar ya lumayan mblenek kalau orang surabaya bilang..

libur mengajar itu juga berarti bebas pesan beruntun atau curcol berkepanjangan dari mahasiswa, ortu mahasiswa, pacar mahasiswa, atau ortu anak2 tk via wa, email, twitter, skype, ig, facebook, line, oh la la… sampai pengajarnya ngga sempet curcol inih…

maka… mendadak pause mengajar itu seakan refreshing.. dan pengajar itu butuh banget refreshing.. biar kangen ngajar, trus pas balik ngajar bisa lebih baik *aamiin..

(meski begadangnya tetep aja… begadang nyiapin materi atau media, ngga ada begadang koreksi, ngga ada begadang nulis progress report nak-kanak ^o^ diganti begadang baca atau nulis)

2.kesempatan buat belajar sepuasnya

ketika sy menjadi pengajar, ini sy lo yaa… sy merasa belajarnya cupet.. belajarnya buat besok-besok yg mau diajarkan aja, dan kalaupun berkembang yaaaa masih di dalam lingkaran kecil yang sama.. laah trus kalau yg diajarkan outline sama berpuluh-puluh tahun kan kerangka belajarnya ya gitu-gitu aja toh.. iya sih, dari sisi lain bisa jadi itu maksudnya belajar lebih dalam, tapi di sisi lain, merasa kurang gahul hahaha… masak pengajar kudet, kan ngga seru, ya ngga?

maka buat sy itu pertanda buat kembali me-nol-kan pengetahuan sy, kembali merangkak untuk belajar apa aja dan sepuasnya, dan bukan cuman hard skills tapi juga soft skills…

3.kesempatan buat memperbaiki diri

makin bertambah usia, sy makin sering menemukan kekurangan2 sy…

sebagai pengajar yg so far belum berminat buat jadi pejabat memiliki tugas lain selain mengajar (dan meneliti & mengabdi – tridharma ini), sy hanya memiliki tujuan jangka pendek, per-semester lah paling banter.. planning lengkap, modifikasi media, evaluasi siap, koreksi nyicil, sudah… selain itu ya deadline kecil2, yang tiap semester ya sama aja lah, itu2 aja.. sampai kadang hafal bulan apa yg paling banyak acara, bulan apa yg paling bete, bualan apa yg banyak pelatihan, hehehe… alhasil, sy kurang handal di manajemen deadline waktu..

sebagai pengajar di tempat2 dimana sy mendapat predikat “satu-satunya” membuat sy mudah terjebak sm kenyamanan dan tepuk dada ^,^ *jendul diri sendiri hehehe.. ini kerasa kalau ngelihat guru-guru atau dosen-dosen (baru), kalau ngelihat mahasiswa baru suka berasa sedih sm umur… gileeee masa mahasiswa lahirnya pas sy selesai kuliah… T.T kalau sy lg cerita dgn kejamnya polosnya mereka komen: wah tahun segitu sy belum lahir, mam… trus sy jadi pengen jawab: etapi muke tuaan elo yaa… *cadaaaaas hahahaha ooops

jadi ya ini beneran untuk menambal hati, dan memperbanyak istighfar^.-

4.ada kesempatan

iya, kesempatan itu ada, maksudnya ada beasiswanya gituh… dari pemerintah ada, dari uni ada, dari organisasi dunia ada, tinggal pilih yg sekiranya bisa dicapai dengan bekal yg ada… syukurlah sy dpt beasiswa yg rentang umurnya sesuai *weeeeee

5.ada keharusan

mo gimana lagi.. sebagai pegawai negeri, ada keharusan buat studi lanjut, kalau dulu guru tk bisa lulusan sma, trus D2/3, lantas S1, malahan sekarang banyak yg sedang studi S2.. laaaah alhasil kan gurunya musti studi lanjut juga..

============================================

kamu kapan mau PhD???