21

12 tahun pernikahan – resolusi konflik

Moz 12 Anniv

crossed path when we’re really young. being friends – like for centuries. twenty years together. twelve years of marriage. in many ways, life has been on fast-forward. we’ve learned a great deal. still about each other. dreams. hopes. wishes. about our keep-on-changing roles in this world. about ourselves. about our little family. about the marriage. and why it’s worth fighting for.

yuhuuuu.. 12 tahun!

hari pernikahan di tahun ke-12 kali ini berlangsung seperti hari2 biasa, no romantic date (ya iyaa orang lagi LDR) hahaha, trus no special message things whatsoever.. karena buat kami yg lebih penting adalah saat kami memutuskan bersama (it’s gonna be our 20th anniversary this year) daaaan month-iversary atau bulanan, jadi tiap tanggal 3 di tiap bulannya, kami mewajibkan masing2 untuk nyapa, curcol, yaaa pokoknya update feeling lah.. kalau lagi ngga jauh2 amat LDRannya kami akan mengusahakan ketemu buat nge-date.. cara ini efektif buat kami berdua yg suka sibuk sendiri2 dan demi merutinkan nge-date wajib seperti yg sudah sy tulis di posting 10 tahun pernikahan disini

kenapa bulanan?

well, kalau harian kok rasanya terlalu lebay buat kami…  “darling, selamat hari jadian ke 7165 hari yaaa…” begitulah kira-kira, hihihi.. dan ngga ada refleksi yg bisa diupdate juga..

kalau mingguan, ya bingung milih hari.. masa iya mau seninan? kamisan? atau jumatan? hahaha..

kalau nge-datenya tahunan kelamaaaaaaan… hahaha..

dan sebenarnyalah sampai tahun ke-12 ini kami berdua masih berdarah2 buat berpegang pada 10 rules itu:

  1. being apart is fine…
  2. blast from the past…
  3. communicate well…
  4. …but don’t expect perfect communication…
  5. don’t compete… 
  6. learn to say sorry…
  7. show love… 
  8. laugh hard…
  9. go on dates…
  10. you can’t change someone, but someone can change…

dan meskipun sudah bareng 20 tahun pun (dengan 12 tahun menikah) – karena kita menjalani dunia yang berbeda, maka selalu ada juga hal baru yg kami pelajari satu sama lain..

hal terbaru yg kami pelajari di tahun terakhir berkaitan dengan keberadaan anak dan conflict resolution.. yaaa meski sudah bersama dua puluh tahun tapi ya masih adaaaa aja konflik.. maklum keduanya kepala batu dan sedikit…

selfish

^^,

sebenarnya, kami males berantem dan ngga suka juga sih berantem di depan anak.. tapi pada prakteknya, lah wong kami cuman bertiga dan ngga ketemu tiap hari, ya berantemnya pas ketemu itu dong yaa..

=======================

eh sebenarnya kenapa ortu bisa berantem?

yaaa karena perubahan keadaan dari pasangan ke ortu itu itu ngga mudah loo, bahkan bagi pasangan yg dulunya baik2 aja, bukan si anak sumber masalahnya, tapi ya si pasangan itu sendiri, seharusnya si pasangan ini sadar bahwa mereka masih harus terus belajar adaptasi dengan keadaan baru (terus menerus dan sepanjang hidup) nah apalagi dengan ditambah keberadaan anak.. psssst… situasi yg baru dan kenyataan sudah bersama sekian lama itu malah konon cenderung membuat pasangan less patient dan less flexible looooh sama pasangannya..

eh lantas  apa kabar anak yang ortunya sering berantem?

hahaha.. gini nih yaaaa.. sy belajar bahwa…

anak usia dini yg dibesarkan sambil ngelihat ortu berantem (lebih-lebih lagi kalau berantemnya yg destructive – maksudnya yg dgn penuh energi kebencian entah dengan kata-kata yg insulting atau bahkan pakai fisik juga) akan sama bermasalahnya dengan anak yg lihat ortunya minim berantem (jadi aslinya berantem cuman yg ditunjukin yg baik2 aja di depan anak, huh, sandiwara banget! palsu.. pssst, padahal anak-anak bisa ngerasain emosi ortu dgn non-verbal anger lo! aura buruk tuuuuu! *emosi jiwa)

karena apa efeknya sama? karena si anak ngga akan belajar ttg emosi seutuhnya.. taunya “negatif aja” atau “positif aja”.. salah satu efek dahsyatnya adalah si anak akan mudah merasa insecure! hal ini akan terlihat mulai muncul pada anak2 di usia taman kanak-kanak (bayangkan susahnya posisi sang guru TK dooong – lah malah curhat) and it could last a lifetime!

apa semua pertengkaran berakibat buruk pada anak?

beberapa artikel menyatakan bahwa ngga semua pertengkaran itu berakibat buruk pada anak, bahkan dalam hal tertentu anak-anak bisa mendapatkan sesuatu dari rangkaian konflik tersebut… terutama bila pertengkarannya melibatkan negosiasi dan diskusi tentang kompromi dan dukungan antar pasangan.. alias pertengkarannya diselesaikan baik-baik dan eksplisit.. maka pertengkaran tersebut akan menumbuhkan social-skills dan kepercayaan diri yang lebih baik, efek kelanjutannya di masa mendatang imun-nya akan lebih tinggi terhadap masalah-masalah psikologis nantinya.. pertengkaran macam ini disebut constructive conflicts..

byuh… it does take a lifetime (dan kekuatan mata dan hati) to learn parenting yaaa!

=========================

ok kembali ke kami berdua..

jadi biasanya kami ngga melibatkan anak, kami berdua kan taunya it’s not his job to fix us, it’s ours.. BUT, teori juga menyatakan bahwa Kids are sophisticated conflict analysts; the degree to which they detect emotion is much more refined than parents might guess.” ehem.. dan tahun ini kami membuktikannya dengan memberikan kesempatan stan untuk melibatkan diri dengan kesadaran dan kerelaan hati, eh dan kekesalan hati kali ya, nih pasangan udah dewasa ngapain juga pake berantem sih yaaaa, hahaha, maafkan kami ya nak..

jadi suatu ketika, saat berantem, kami memutuskan buat misah dulu, duduk sendiri2 lah jauhan tapi ngga pake batas2 gitu kayak anak es de atau kaya di musholla, hihihi… biar adem kepalanya dan adem hatinya.. saat misah itu stan ke sy untuk memastikan sy ngga apa-apa atau butuh apa-apa (aaaah, isn’t he so sweet?), kemudian menghampiri papanya ngajakin diskusi..

setelah ngerasa adem, baru kami berdua diskusi yang ujung-ujungnya malah mbahas stan..

pssst dia bilang apa tadi? wah dia segitunya ya.. tuh kan stan mikirnya gituh.. kok bisa ya dia kepikir gituh.. eh kalian ngobrolnya pake bahasa apa? soalnya kami diskusi in English lo, takjub ngga sih… kebanyakan nonton drama kali tuh… dll, hahaha..

dan kami berdua pun baikan dan kembali kompak, dan ngga nahan buat nemuin stan buat berpelukan bertiga…

we feel so blessed and thankful to have each other and to be together..

Selamat hari Cinta =)

 

 

notes:

studi2 ttg melibatkan anak dalam konflik ortu dibaca dari publikasi riset Prof. E. Mark Cummings dan artikel lain dengan kata kunci tsb, salah satunya adalah artikel ini: “The Developmental Costs and Benefits of Children’s Involvement in Interparental Conflict” kalau ngga bisa unduh, minta ke sy aja kalau minat baca, artikel ini 40 halaman..

 

 

 

14

10 tahun pernikahan – tips romantis

Moz Anniversary

tahun ini adalah tahun ke-10 pernikahan kami… WOW… s.e.p.u.l.u.h… gimana rasanya? yaaa… lama juga sih yaaa ^^, hehehe.. aduh maaf komennya ngga mutu.. ini rasa tanpa bisa diungkap aksara soalnya..

perjuangan tanpa ujung…

belajar sepanjang masa..

dengan segala perbedaan kami dari awal, kami sadar dan sedikit tutup mata akan apa yang kami hadapi selanjutnya.. meski banyak peristiwa yang kami lewati bersama penuh cinta dengan suka dan duka, bukan sekali dua kali sy atau si Mas atau kami berdua berpikir “ya sudahlah..” atau “sudahan yuk..” atau “sudah doong!” dan syukurnya setiap kami di ujung pasrah, selalu ada yang membawa kami kembali bersama, and they’re not always the nicest things on earth..

iya, menjalani pernikahan ini ternyata menyeret kami berdua untuk lebih keras belajar dari segala penjuru, mulai merenung dalam diri sendiri, dari satu sama lain, dari anak, sampai dari sahabat2 tercinta dan keluarga, kami belajar untuk belajar, belajar kembali, dan memilah yang tidak perlu dipelajari (learn, re-learn, and unlearn – learning principles in 21st century learning)

lantas kami dipertemukan dengan dua cincin ksatria baja hitam, yang meski sama-sama baja namun berbeda hiasan dan model, dan menjadikannya cincin kami yang baru… aiiih…  lovely #blackweddingrings ! i love it!

unique, strong, powerful, mengingatkan kami pada kami berdua dan semua yang telah kami alami sampai saat ini.. and I have to note ’em down for my self-reminder

1. “being apart is fine…

kami sedang #LDR nih… pas ngedate anniv tuh kami sudah ngga ketemu selama hampir 7 bulan… jauh sebelum2nya kami juga bukan tipe yang (bisa) tiap hari berdampingan bersama.. kami biasanya ketemu 1-2minggu sekali… tapi tiap hari dong kami saling kirim kabar via apapun yg ada di gadget.. kalau selama di Belanda ini, sy hampir tiap hari juga kirim email dan foto… *selfies for specific purpose  #eaaaaa

tak mudah bersama, kami adalah si ujung barat dan ujung timur.. si Mas itu perfeksionis abis orangnya, semua direncanakan in every single possible details.. sementara sy.. hmm.. well.. wkwkwk.. super duper ngglewes… sy akan stres bila mengikuti suatu jadwal tertentu, sementara si Mas akan stres berat kalau harus menjalani sesuatu tanpa rencana.. menurut sy > si Mas itu OCD *obsessive compulsive disorder, menurut si Mas > sy itu the beautiful chaotic queen.. wkwkwk, bisa 7 seri ini postingannya kalau mbahas bedanya si Mas dan sy..

menjalani hari sendiri itu memberikan diri kami waktu untuk berdialog dengan diri sendiri dan merenungi apa yang terjadi diantara kami.. being apart is awesome… yaaa, menumbuhkan dan menikmati masa rindu gitu deh… kan katanya rindu itu candu! ^^,

2. “blast from the past…

eits, ini bukan ttg mantan yaa, hahaha… gini, kami juga sering kembali ngobrolin momen2 di awal2 masa kami nikah, pacaran, dan sebelumnya

10 tahun menikah, 8 tahun sebelumnya pacaran, berteman baik beberapa tahun sebelumnya lagi, berteman biasa sebelumnya lagi, dan temannya teman di awalnya… maklum ternyata pas es em pe kami sempat tetanggaan rumah, dan pas es em a malah se-kompleks sekolahnya…

 

iya, mrintili momen2 jadul ini juga sesuatu yg manis lo! serasa lagi reunian kecil  *suit suit

…lucky, i’m in love with my best friend…

3. “communicate well…

seumuran dan saling mengenal begitu lama menjadi jaminan komunikasi yang lancar?

yo engga laaaaah… NO WAY… wkwkwk.. cuman over time, diem2an atau sinis2an itu lama-lama ngga jaman, hanya bikin kerut muka *hiyaaaa… mending diomongin aja…

jujur tentang perasaan sy dan menjelaskan apa yg sy harapkan, serta mendengarkan hal yg sama darinya itu baru membantu… beberapa teman malah heran, “ngga semuanya lah harus dibilang ke swami”, nah loooo.. trus sy musti curcol ke siapaaaaah… *tanya tembok

topik kami juga tentang banyak hal mulai keluarga besar, teman-teman dan cerita mereka – yang sering juga jadi pelajaran buat kami, pekerjaan – dan orang2nya dan gosip2nya *aha!, dan apa yg ada diantara kami seperti diantaranya sampai batas apa yg dikatakan selingkuh itu *pfffh ya almost everything I guess

oh ya, kami juga punya tanggal khusus, setiap tanggal 3 – as our monthiversary, jadi kalau ada sesuatu hal yg biasanya ditunda2 ngomongnya, kayak habis nabrakin mobil misalnya, hahaha, sy ngomong semua2nya pas tanggal 3 itu… siap jujur dan siap kuping… eh, siap hati ding…

4. “but don’t expect perfect communication…

I am a drama queen.. si Mas Raja Tega… sy sudah pasrah bin jujur, eh masih di-sarkas-in – dipojokin, ya nangis doooong… hehehe… nangisnya ya tetep ke swami.. tanggung jawab dong sudah bikin sy bete.. ^^

kami sering sekali diskusi dan negosiasi, dulu jadian awal, dan persiapan pernikahan juga begitu, kalau kepentok ngga deal yah berhenti dulu.. besok2 diulang lagi diskusinya.. ya, karena tidak semua diskusi dan negosiasi bisa berjalan lancar..

menurut sy nih ya, si Mas emang pinter bingit orangnya, namun untuk satu -dua -beberapa -atau banyaaaak hal tertentu dia tetap butuh penjelasan dengan kata-kata yang diucapkan pelan-pelan… catet tuh, literally speaking, bukan dengan kerlingan mata… hahaha…

5. “don’t compete… 

suck it up, then move on..

di satu waktu, mungkin hanya salah satu yg nampak ato ngerasa lebih banyak melakukan sesuatu… ya udaaah, kerjain aja (kalau ngga mau ya ngga usah)… namun buang jauh2 segala rasa “lebih” itu… nikah bukan lomba.. ngga harus bersaing, mencari siapa lebih kuat, atau banyak berusaha, atau berkorban, atau berjuang dalam pernikahan…

do your best you can and WILL do, then move on..

hey… it is something that you have to built together, if he’s not there, just ask him to!

additional update: nasehat ini dari sahabat2 tercintah, pasal ini namanya superwoman syndrome, apa2 dilakukan sendiri – sadar atau tidak, sengaja atau tidak, dengan ingin diakui bahwa dia berperan (lebih) penting dalam hubungan tersebut… ini sindrom perempuan jagoan (ato yg ngerasa aza, kaya sy) biasanya, syukurlah sy sdh diterapi dan dinyatakan lulus, hihihihi *thanks sis

6. “learn to say sorry…

kita ngga selalu benar, apalagi di mata orang lain… be humble, kalau sekiranya kita salah dimatanya yaaaaaa, minta maaf saja… namun…two important things,

DO clarify what you are sorry for -and- ASK forgiveness..

biar jelas gituh,

(1) maafnya tentang apa, dan

(2) mintalah pasangan untuk memaafkan

jadi bukan cuman, “yaaaaa, maaf…” dengan muke cemberut…

whoaaa, kurang dapet gituh feel-nya..

apalagi ditambahin “tadi kan aku sudah minta maaf!”

ditambahin lagi “maumu aku harus gimana lagi sih?!!?!!”

wkwkwk, lak diterus-terusnooooo… hadeuh, bisa perang lagi nantinya, hahaha… seringnya sih kami gitu kok… ooooopsie >.<

7. “show love… 

semua orang suka bila dihargai kan,  bukan berarti musti basa basi yaa…

yes, day to day life gets routine (and BORING) jadi setiap kali bertemu tampakkan dong excitement: touch, hugs, senyum, binar mata,

be nice, be present, be sweet..

kalau lagi sebel pun, just punch him then give him a warm hug ^^

*this is truly my selfnote *maaf ya istrinya sering cuek bin jutek, hiks

8. “laugh hard…

ayolah jangan serius-serius… semua ada waktunya…

ketika suasana lagi bikin bete, tarik nafas panjang dan make joy and laugh a lot life is hard already… ketawa bareng itu menyenangkan… just do something silly or fun together

kadang kalau ngga ada bahan ya, kami berdua ngetawain orang lain, atau paling engga yaaa si Stan yg kami bully, wkwkwkwk *bad couple huh *maaf ya nak, ortunya jahil

9. “go on dates…

 I made my mistakes, sy pikir dengan berusaha menjadi ibu yang baik akan otomatis menempatkan sy menjadi istri yang baik.. eheeem, sy S-A-L-A-Ha couple is a couple… dan sy adalah sy… jadi kami kedepannya harus rutin meluangkan waktu berdua

and find topics other than being a mom or a dad… karena hanya akan bikin kangen pas nge-date, atau malah merasa bersalah, apalagi kalau perginya ke cafe yg sudah diincar bareng Stan, hahaha… *duh maaf lagi ya nak..

10. “you can’t change someone, but someone can change…

obrolan pembuka anniversary date kami kemaren adalah, how much do we hate each other... hahaha… sudah tau dia benci banget segala chaos, messy, and spontanity, tapi sy-nya tetap saja begitu.. dan karena tetap begitu, rasanya sy sengaja.. dan tiap kali dia berpikir sy sengaja melakukannya, rasanya makin benci aja… delapan belas tahun loooo, kata si Mas, ngga berubah sedikit pun!… laaaah, padahal samaaaa, sy juga sebal tiap kali dia merinci sesuatu, atau tanya bertubi2…

so I think I would just have to accept that ^^ and he should too, cause we’ve learned over time that those things about us are NOT going to change.

“I want you to know how much I’ve enjoyed annoying you all this time and how excited I am to keep doing so in the future” @maureenmoz

namun anehnya, saat jauh dari si Mas, tau2 aja, sy iseng banget ngatur2 lemari dan menempatkan tipe baju tertentu berdasar warna hanger, wuuuuih itu kan dia bangeeeet yak… langsung teringat kalau si Mas lagi ngatur2 baju (dengan muka !b*r%tg^a#d gitu deh), then I suddenly got the warm feeling that he is nearby…. *I do miss you, my Bi

^^ celebrate love ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

5th anniversary – jealousy

yes, today is our 5th year anniversary – but – my version of anniversary 🙂

soooo, our love is being celebrated in several versions.. every 3rd day of the month, we called it monthiversary, and every july 15th for my-side anniversary, and every october 27th for his-side anniversary… we usually do our best to bring ourselves to set a real date and talk about love and life… we had been so busy even before our marriage so we kinda get used to not having the saturday date…

i find setting up fixed date for a romantic date is very helpful.. when my days was rough (or when i just crashed the car – cause he really cares in giving such attention to stuffs), then i go home and meet my hubby in a really bad mood, then of course i would not say anything right away (if it is not that urgent to talk about).. so in our dates, we’re so ready that at that moment we should be honest to each other… so, small things happened during the month will come out every 3rd of the month and big stuff like life planning will go to the anniversaries…

and after 5 years.. oh my so hard these days, but well, of course, we’re getting know each other so well, fight a lot, hug a lot more, and i think what we are missing now -due to being busy- is a chance to chitchat… like today, my hubby is working far away at Batam, while i’m working (and bring along my baby Stan with me..) and spending lots of time on the street just me and my baby.. we do miss him..

so today is one of our luv dates, but we will not have any real date since we are in different places right now.. meanwhile, i am chatting with some (best?) friends (and many other people) and they are currently asking me about:

jealousy

how can my hubby and i – not being together for several days, several weeks, or even several months.. and still okay.. wait, am i okay?

hmm, when i’m not with him, for sure – this mama don’t spend her life crying.. so i think i am okay.. i am doing my best to do any fun activity… or work.. or google around… and i believe he does the same thing, he will most probably work and have fun when i’m not by his side.. so i should be okay..

Jealousy is a secondary emotion and typically refers to the negative thoughts and feelings of insecurity, fear, and anxiety over an anticipated loss of something that the person values, particularly in reference to a human connection.

Jealousy often consists of a combination of presenting emotions such as anger, sadness, resentment and disgust. It is not to be confused with envy.” [wikipedia]

see.. jealous IS feeling insecure, do i feel it?

well, see, i can confidently say i’m okay – i’m a woman who knows how to take care of herself and her baby.. i know what i am doing and what i want in life.. and i am so confident that he loves me.. and I’m aware that I’m not perfect… i know i’m not a model.. might not have a good figure, but hey, i believe i’m ok and sexy-ish (anyway, sexy is a state of mind… right? ^^, ) being imperfect – i can easily burst into anger, clumsy, and moody.. i’m aware of those too.. so i know who i am… that’s the most important… i’m exploring my strength(s) and weakness(es) so i can always feel secure because i know what to improve… and i can do everything on my own (but would be happier if i have my hubby by my side…) so i can be okay right?

“jealous” –adjective
1.
feeling resentment against someone because of that person’s rivalry, success, or advantages (often followed by of ): He was jealous of his rich brother.
2.
feeling resentment because of another’s success, advantage, etc. (often followed by of ): He was jealous of his brother’s wealth.
3.
characterized by or proceeding from suspicious fears or envious resentment: a jealous rage; jealous intrigues.
“[dictionary.com]

jealous is overthinking… i don’t want to spend any second to think about any what if-s… (like what people have said to me)… what if some “bad things” happen out there… NOOO… (i wonder why people around me like to do the effort to put such bad ideas in my head… it is poisoning me…) but i am okay.. maybe cry a bit, but then i’d prefer to go to the mall with my baby Stan… have fun…. manage my time to work on my paper and read my novels (that i bought months ago but never had the chance to read…) with my baby around… there are sooooo many things i’ve gotta learn and manage to make me feel okay instead of being overthinking of stupid things in this luv day, oh i think i should say something to him so we can learn these together, no? but he might be busy today, no? or maybe later when he gets home, no? hell, i am okay..

(i kept on saying that i am okay, huh? that’s weird – i’m probably doing the overthinking right now, am i not?)

well, i love him, when he’s away what i’m jealous at is his opportunity to go to Batam, not to him… hihihi…. oooops, that’s different..

i think, it is “envy”

yes, i do envy him because he could have the opportunity to travel here and there a lot (especially lately), oh my.. wish i could have that opportunity T.T oh please dearGod… i know, my traveling time will come one day.. maybe when my baby grows a bit more.. or even older so he can do the traveling with me.. for i miss traveling so much..

now it is time to have fun and treat myself, anyway it’s my luv day… and it’s my LIFE, my HAPPINESS.. so happy luv my luv.. gonna have a delicious bowl of vanilla ice cream as my dinner ^^ haha