5

Helsinki Trip: persiapan backpacking bersama anak

selama ini, sy selalu memilih perjalanan sendiri – #solotravelling karena iya.. kalau berdua ato berkelompok kecil sy banyak berantemnya – i am cranky whenever i got tired, jadi super duper judes gilak.. trus kalau berbanyak – segrup tour gituh sy seringnya sakit – capek ati krn diatur2 sepanjang waktu trus jadinya sakit fisik… nah lo.. makanya kalau bisa sendiri ya sy akan pergi sendiri kayak anak eh ibu2 ngambek nyasar di jalan.. hahaha

kali ini sy nekat ngajakin stan curi2 jalan ala backpacker gitu ke finland, curi2 jalan karena sebenarnya perjalanan ini adalah bagian dari perjalanan kami mudik ke indonesia tahun ini, ngeri karena stan agak2 mirip emaknya, trus ngebayangin apa bisa 2 orang cranky dibarengin??? mana stan belum pernah mengikuti perjalanan ala backpack pulaaaa.. karena itu, dari planning 2-day trip sy pangkas jadi 1-day… emaknya ngga pede sama sekali…

—- PERSIAPAN —-

tiket

sy naksir berat sm alitalia sama finnair diawal browsing… kemudian singkat cerita sy jatuh hati sm finnair.. kalau ke websitenya, dari amsterdam ke beberapa tujuan negara di asia, ada pilihan stopover di helsinki, kemudian nanti akan disuguhin pilihan2 berdasarkan durasi dan harga.. jadi kalau kita mo transit 1/2/3 hari di hari2 tertentu maka harganya juga akan berubah makin murah ^^, misal harusnya penerbangan ke singapura 700e, kalau stop over (tergantung pilihan hari) bisa keluar pilihan 640/600/500-580/dst gituh…

barang bawaan

sy pisahkan yg berat2 masuk bagasi (gratis sampai 23kg) dan ada 1 backpack berisi botol minum kosong, buku, gadgets, dan makanan, dan 1 koper kabin berisi keperluan ganti dan toiletries selama di Helsinki saja

makanan yg sy bawa camilan berat seperti gorengan bakso, roti tawar (dan selai – huehuehue), dan camilan ringan seperti coklat + permen – sebanyak yg sy bisa, hahahaha – golongan emak irit banget yaaa

itinerary

kalau pergi sendirian sy bisa aja cuek bebek dengan alasan spontanitas tapi kalau bawa anak sy sedikit parno, jadi deh sy browsing agak lebih banyak dari biasanya buat atur itinerary ^^

dengan itinerary ini sy juga memperkirakan mainan atau buku yg musti dibawa untuk mengisi waktu dalam perjalanan..

budget

iya.. lagi2 kalau sendirian sy pede aja apa adanya.. malah pernah dari jakarta ke spanyol pede aja dengan sangu sejuta (yg akhirnya cukup buat beli makan garingan doang selama 8 hari) biaya lain2 (beli suvenir dan hostel) minjem dooong sm sahabat yg baik hati wkwkwkwk

bareng anak, sy ngerasa musti punya budget buat pengeluaran dadakan, misal kalau ngga memungkinkan tidur di tempat umum, maka akan harus menyiapkan dana buat hostel atau buat ngafe (trus nunut tidur di sofanya)

komunikasi

lagi2 karena jadi sedikit parno, menjaga kalau ada apa2 di jalan, maka sy juga memeriksa lebih awal ttg jaringan komunikasi selama perjalanan, dan download offline maps, dan meminta suami buat standby memantau perjalanan kami dari kejauhan (sambil ngiler2 karena ngga kesampaian ikutan, whahahaha, tegaaaaa)


nah dengan 5 persiapan ini, sy dan stan siap menjelajah bagian kecil dari negara Finlandia pertama kali, baik buat stan ataupun sy

next story: perjalanan backpacking ke Helsinki

 

 

8

One-(wo)man Company

hari ini sy mengikuti salah satu phd-course ttg Storytelling.

saking excitednya dan takut terlewat lagi, jadi pengen banget nulis ttg ini deh – meski tulisan ttg pindah rumah dan perjalanan zuid limburg masih nengkri di bagian draft >.<

bukan tentang coursenya, tapi tentang INSTRUKTURnya.. meskipun coursenya juga asik banget karena bisa bertemu dan mendengar berbagai partisipan yg kebanyakan adalah dosen2 atau phd-dosen di kampus… tapi sebenarnya ini bukan yg pertama kali sy bertemu dengan instruktur model beginih di kampus… sudah mo nulis ttg hal ini sejak yg pertama ketemu tapi ya gituuu, idenya menguap begitu saja, naaaa.. sebelum yg hari ini hilang jugah, yak yuk mareee..

sebut saja namanya bu Elsa, bukan bunga, kalau sy tidak salah dengar (maklum hari Senin kadang radar bahasa Inggrisnya belum full-power, huehuehue) sebelumnya dia kuliah matematika, lantas lanjut di jurusan ilmu komputer di salah satu institut teknik ternama di Belanda , lantas bekerja di perusahaan sbg manajer apa gitu sy lupa.. itu karena pengaruh ayahnya yg pebisnis juga.. kemudian karena suatu hal, dia berhenti dan mulai menekuni kecintaannya terhadap storytelling yang kemudian diseriusin buat jadi usaha… sendiri dan bener-bener bu Elsa ini sendirian yaaa…

– one-woman company –

punya website sendiri… kontaknya ya namanya sendiri, imel pribadi… desain2 sendiri… bikin materi sendiri…riset untuk trainingnya juga dilakukan sendiri… shooting sendiri… socmed buat promo dijalankan sendiri… daaaan pelatihan juga dilakukan sendiri, dengan persiapan sendiri (mulai nata kursi, nyiapin peralatan dan materi, juga evaluasi).. setelah pelatihan eeeeh ya dia punya print out sertifikat yg ditandatangani sendiri…

jadi bu Elsa ini training designer, training advisor, training manager, sekaligus trainernya ^^

hmm, kepikiran juga apa sama ya sm freelancer yg notabene juga self-employed.. hanya mungkin sebutan one-(wo)man company ini menekankan multi-taskingnya, sementara freelancer cenderung ahli di satu bidang seperti web-designer atau fotografer.. (*maap, pengetahuan dunia bisnis sy amat kering kerontang…)

yaaah gitu deh..

mendadak pengen MIMPI, merencanakan pensiun dini, trus bikin one-(wo)man company

asyik kali ya? tapi bikin apa ya? training juga laaaa… namanya apa ya? ruang lingkupnya apa ya? waaaa jadi ngga bs tidur sepertinya malam ini… yuuuk mimpi bareng yuuuk…

>.<

 

 

16

Setelah Ayah Pergi

hari sabtu, ayah mendadak masuk icu

berita ini sy dapatkan ketika sy dan tole hendak ke arnhem, jantung sy berdetak keras, sy merasa ngilu sekujur tubuh, keluarga sy bukan pecinta aksara maka tak banyak keterangan di depan mata.. inginnya sy membatalkan pergi, hanya ingin di rumah saja, meminta dan menundukkan hati dan kepala, namun kepergian kali ini sebenarnya buat napak tilas pencarian tas tole yg ketinggalan seminggu sebelumnya, tak bs ditunda juga.. (syukurlah tasnya ditemukan.. ) kami banyak berjalan hari itu berdua, sesekali kami berhenti, untuk memberikan kesempatan sy menangis dan berdoa

no news is good news… sometimes… right?

di surabaya, suami sy menuju rumah sakit sepulang kerja, dan mengirimkan banyak foto ayah dari kejauhan dan hasil diagnosa… juga foto mami dan saudara2 yg menunggu di luar icu… mengobati rindu… meniupkan cinta setinggi-tingginya..

you’ll make it, ayah, all i know is you’ve been such a strong guy 

hari minggu, ayah masih di icu

dan sedang ada lomba marathon di kota, tole terdaftar sebagai peserta sejak bulan sebelumnya.. 1km.. marathon pertamanya.. he’s not getting any better he needs further treatment… begitu pesan selanjutnya… they prepared him for the treatment.. entah sy jadi sensi atau apa, tapi dalam marathon anak ini sy malah dilihatkan anak-ayah yg berlari bersama… yeah, right…

usai marathon, sementara tole meneruskan bermain, sy memilih pulang saja, badan sy makin menggigil, jaket tambahan yg sy pakai masih kurang saja rasanya…

he is okay, pesan suami setelah operasi ayah usai… he needs some rest, they’ll do more treatments in the morning.. ah syukurlah meski hati belum lega, hanya mami yg menunggu sementara semua memutuskan untuk pulang… okay.. tapi sy tetap tak sanggup memejamkan mata… sampai pesan mami sy terkirim ke grup memanggil adik sy..

dan adik sy menelfon dan terbata.. ayah sudah ngga ada…

hari senin, setelah ayah pergi

sy ngga punya kekuatan apapun, sy menangis tergugu sendiri, cuman itu yg sy bisa… terus… terus… terus… sampai terasa sakit di hidung dan perih di mata dan kepala.. terasa sakit.. dan sakit… dan sakit semua… hampir subuh, sy memaksakan diri untuk mandi dan tetap menangis dibawah aliran air hangat entah berapa lama…

ketika tole bangun, sy menyampaikan berita duka.. sampai dia memeluk sy daaaan sy mulai menangis lagi jadinya… please don’t cry like this, you will make me cry too… katanya…

tapi tak bisa… sy hanya mengurung diri di kamar, menangis dan menangis bisanya… but i promised him it will only be today… since i really couldn’t do or think anything but cry and cry, I feel so useless being so faraway from home in this kind of moment

sy beruntung masih ada tole bersama sy, yang mengingatkan berkali2 untuk makan dan minum, dan memeluk sy mengingatkan untuk tetap kuat dan tabah…

sy berbaring di tempat tidur menatap layar hp seharian, mengikuti acara persiapan, proses pemakaman, dan kemudian proses persiapan pengajian.. sy menitipkan ke semua yg ke rumah untuk mengirimkan foto dari berbagai pandangan mata.. dan sy kembali menumpahkan air mata sampai sy tertidur…

hari selasa, setelah ayah pergi

sy merasa baik2 saja.. sy pun memutuskan ke kampus.. yaaa, dengan mata bengkak… tapi gapapa.. sy bisa bangun, menyiapkan sarapan, lantas bersepeda sambil tersenyum pada dunia… sampai setibanya di kampus… mau ngga mau ketika ditanya kenapa kemaren ngga masuk dan sekarang muncul dengan mata sembab – sy harus menyampaikan tentang kepergian ayah dan menjawab pertanyaan tentang pemakaman beliau, dan yaaa, sy mendapat pelukan… dan serentetan seruan bahwa sy ngga mungkin dalam keadaan okay dan kalau sy membutuhkan distraction harusnya sy pergi jalan2.. tidak di rumah, tapi juga tidak di tempat kerja… mendapatkan pelukan lagi membuat sy kembali ingin menangis… namun tetap yakin mengatakan, okay, but i will be okay soon.. sebelum pulang sy mampir ke mantan rumah kos sy, memeluk bayi2 kesayangan, anak2 ibu kos yg baik hati.. children’s laughters are amazingly lovely…

hari rabu, setelah ayah pergi

sy mulai menjawab pesan2 yang terkirim melalui whatsapp, I cannot believe how many groups I’m into, dan sosial media… sesekali terisak bila mendapat pesan personal, yg tidak dikirim dalam grup dan tidak copas maksudnya… dan seharian kembali sy menyibukkan diri berkomunikasi dengan saudara jauh dan teman-teman lama yang sudah lama tidak sy sapa… yaa, sambil sesekali menitikkan air mata… mengamini semua doa, ayah.. ayah.. doaku teriring untukmu…

hari kamis, setelah ayah pergi

bertepatan dengan King’s Day di Belanda, sy ingin ke Amsterdam berada dalam keramaian, namun tole meyakinkan untuk pergi ke taman sepi, jalan kaki, hanya kami, mendengarkan hati… tapi sempat juga kami mampir kedai ice cream favorit untuk menikmati hari yang cerah tapi sedang hujan… we can have fun on such rainy day, kata tole.. malamnya sy kembali menangis (menunggu tole tidur tentunya) mengingat masa lalu… dan menulis tentang Ayah with a dim picture of drowned past…

hari jumat, setelah ayah pergi

ingatan masa lalu membuat pikiran sy mendadak dihantui dengan penyesalan,

i should have… i would have… i could have…  shoulda, woulda, coulda… i gotta list them out, pikir sy awalnya.. tapi kemudian sy menatap tole…

imagining my son would tell me all the should woulda coulda – all the guilt,

then i consider what would I say to my son…

then somehow I know what my father would tell me…

trus menangis lagi… T.T

tapi kembali menulis pada dunia tentang hubungan dengan orang tua setelah kita dewasa disini

hari sabtu & minggu, setelah ayah pergi

mengawali hari dengan video call dengan keluarga amat menyenangkan hati, meski dengan koneksi yg ajaib.. yaa, kami biasa ngobrol dengan tawa keras dan sarkas… tapi sy bs merasakan duka mereka…

wiken ini meski sy tak ingin pergi tapi tetap kami harus pergi (perjalanan ke Zuid Limburg), karena segala sesuatunya sudah dipesan di awal bulan ini, perjalanan yang membuat sy (dan tole) banyak berjalan kaki (hampir 30km dalam dua hari), skenarioNya memang menakjubkan sekali… membuat sy makin banyak belajar, setelah ayah pergi…

I was given the opportunity to walk my sadness away

to learn how not to let all the guilt and grief stay

to understand that it is always okay not to feel okay

and cry once in a while if I may

7

Travelling ke Zuid-Limburg (1)

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart

Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi 1,8km *irit dikit di km tapi lumayan karena jalanan di daerah ini naik turun..
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt

Note: menurut VVV, katanya mau ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt pas summer pas weekend, praktis buat yg irit jalan

This slideshow requires JavaScript.

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

This slideshow requires JavaScript.

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-”

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

This slideshow requires JavaScript.

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

My Review:

-love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)

-stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection

-felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast

-a kind and helpful host..

This slideshow requires JavaScript.

dan yg paling penting adalah….

menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂 si owner yg baik hati ini minta di review di sosmed dan di situs pariwisata.. sy langsung berasa penulis yahud deh… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat tristan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

(to be continued)

 

3

Me Vs Ortu

sy memanggil beliau-beliau: Mami dan Ayah.. sedikit anti mainstream dalam memasangkan istilah, karena dalam perjalanan hidup, kami berganti-ganti panggilan sampai pada satu titik sepakat kalau Ayah lebih cocok dipanggil Ayah daripada Papi atau Papa seperti saudara2 beliau dipanggil anak-anaknya.. begitu pula dengan Mami… yg berasa kurang kalem buat dipanggil bunda atau ibu, hihihi…

dan saking kuatnya panggilan ini, lantas merembet kemana-mana.. teman dekat, saudara ipar, saudara angkat, saudara sepupu, saudara jauh, sampai cucunya juga jadi memanggil Ayah dan Mami…

hubungan anak vs ortu dan cinta kepada orang tua tentu alami, jadi tentu saja sy mencintai Mami dan Ayah… Cinta sy tidak berubah, hanya sy merasa makin memahami cinta sy pada Ayah dan Mami ketika sy menikah, dan lebih-lebih ketika sy memiliki anak…

namun ada juga yg berubah…

Yang banyak berubah dari hubungan kami adalah pola hubungan.. yang ketika sy kecil, lebih bersifat hirarki sekali.. mungkin karena bawaan budaya, atau trennya yg begitu saat itu, syukurlah beranjak dewasa hubungan kami menjadi egaliter, jadi lebih demokratis.. bisa jadi yg ini juga bawaan jaman, tapi sy yakin sedikit banyak ini juga karena anak-anak beliau dengan jujur mengutarakan keinginan untuk itu..

hal ini merupakan hal yang paling berharga dalam hidup sy, karena sy mendapat kepercayaan beliau berdua dalam menjalani pilihan2 hidup sy..

di postingan ini, sy berusaha mendaftar hal2 yg mungkin bisa membantu menjaga hubungan baik dengan orang tua…

  1. posisikan orang tua sebagai sahabat, bertukar pendapat dan diskusi untuk menunjukkan dunia dari mata kita, dan keep in touch (they would love to get lots of our pictures and stories)… kalau dasarnya sudah sahabatan, then consider you are very lucky! well, Mami dan sy sama-sama di bidang pendidikan, jadi sy bisa minta job ke mami eh maksudnya sy bisa berdebat tentang teori2 pendidikan dan semacamnya, debat tanpa akhir biasanya nih, karena kadang sambil bawa2 buku teori atau sampai browsing segala… kalau sama Ayah, sy mencoba meluaskan topik obrolan ngga sekedar kabar beliau dan sy, gosip keluarga besar, atau tentang mobil kayak biasanya, pernah nyoba ngobrolin tentang tren travelling saat ini dan ternyata asik juga
  2. posisikan orang tua sebagai sesama orang dewasa, karena posisi yg setara, hubungannya juga musti seimbang dong, bukan hanya orang tua yg merasa harus berusaha berkontribusi terhadap hidup kita, kitanya juga musti berusaha mengisi hidup mereka.. bukan hanya mereka yg punya peran “pemberi saran” melainkan kita juga… berikan masukan, saran, bantuan – sesuai porsinya, we’re facing our problems and so  are they… nah, karena orang tua sy begitu mandiri, sy sering lupa kalau mereka mungkin juga butuh ada yg mengingatkan ttg teknologi, kesehatan, atau hal-hal besar kecil lainnya
  3. blast from the past (ini nyontek item list sy untuk pernikahan di sini) sepanjang hidup kita, hadirkan saat2 bersama orang tua kita yang bisa dikenang dengan senyuman atau bahkan bikin ketawa.. tertawa bersama atas kenangan lama itu membahagiakan! bisa juga foto2 lama dikemas ulang atau dibuat format barunya.. atau bongkar barang2 lama buat dibikin video koleksi atau apalah (ini karena kebetulan Mami dan Ibu (Ibu adalah panggilan sy untuk ibu mertua) hobi nyimpen barang2 masa lalu… *alamaak)
  4. bikin kenangan baru, ajak orang tua buat nge-date atau bila memungkinkan – lakukan hal yg sama-sama baru pertama kali melakukannya.. hubungan orang tua dan anak tetap butuh momen2 yang mendekatkan meskipun secara alami hal itu sudah ada..
  5. NEVER take them for granted, sampaikan cinta dan rindu, sampaikan apresiasi atas usaha mereka selama ini, they’ve done what they could do and it might be the best they could at those times… sure, they made mistakes, but hey.. who we are to judge?

lantas, apakah sy sudah melakukan semuanya?

sayangnya belum.. sedihnya belum…

dan sebenarnya ini termasuk bagian dari daftar shoulda-woulda-coulda (baca: grief & guilt) setelah berpulangnya ayahanda 24/4/2017, tepat seminggu sebelum ulang tahun beliau, dan sy ribuan mil jauhnya, dan sy ngga bisa memegang tangannya di saat-saat terakhir, dan sy ngga sempat minta maaf, salim, sungkem, bilang sayang ke Ayah, mengirim foto terupdate, cerita ttg perjalanan2 sy.. T.T

(sebuah catatan hati: Ketika Ayah Pulang)

jadi tunggu apa? katakan cinta selagi bisa yaa…

“it takes both sides to build a bridge”

 

 

 

7

5 alasan buat PhD

hello 2017, tenan to (=beneran kan), kalau ketemu deadline tuh yg dilirik malah blog… #procastination ? atau keinginan menyelesaikan sesuatu meski yang penting malah belum kelaaaar… Yaa Tuhan.. *tutup muka *jari teteup ngetik ^^ saat ini rasanya pengen invisible, ga pedenya meningkat drastis berasa manusia paling bodoh sedunia… hiks…

dan membuat pertanyaan yg sama muncul berulang-ulang:

” Ngapain PhD ?!?@!#$?! “

==================================================

1.kesempatan buat refreshing dari pekerjaan

sebelum ini, sy mengajar.. ya tk, ya guru tk-nya, ya mahasiswa… pengajar itu merupakan satu profesi yg mudah menjenuhkan, yaaaa meskipun materinya selalu update dan seru bin menarik (bayangin toooo, kalau guru tk tuh yg diomongin lagu baru atau sajak baru, kalau pas ngajar teknologi pendidikan yg diomongin teknologi baru, aaaah I love my subjects) tapi outlinenya tetep sama bertahun-tahun loooh… lantas anak2 atau mahasiswa2 memang beda (kecuali ada yg ngulang) tapi polanya selalu sama… ada yg bandel dan jadi kesayangan bunda *uhuy, ada yg rajin, ada yg pinter, ada grup si beken, ada juga si tukang copy paste… jadi kalau outline dan polanya sama.. wuih… setelah 20 tahun mengajar ya lumayan mblenek kalau orang surabaya bilang..

libur mengajar itu juga berarti bebas pesan beruntun atau curcol berkepanjangan dari mahasiswa, ortu mahasiswa, pacar mahasiswa, atau ortu anak2 tk via wa, email, twitter, skype, ig, facebook, line, oh la la… sampai pengajarnya ngga sempet curcol inih…

maka… mendadak pause mengajar itu seakan refreshing.. dan pengajar itu butuh banget refreshing.. biar kangen ngajar, trus pas balik ngajar bisa lebih baik *aamiin..

(meski begadangnya tetep aja… begadang nyiapin materi atau media, ngga ada begadang koreksi, ngga ada begadang nulis progress report nak-kanak ^o^ diganti begadang baca atau nulis)

2.kesempatan buat belajar sepuasnya

ketika sy menjadi pengajar, ini sy lo yaa… sy merasa belajarnya cupet.. belajarnya buat besok-besok yg mau diajarkan aja, dan kalaupun berkembang yaaaa masih di dalam lingkaran kecil yang sama.. laah trus kalau yg diajarkan outline sama berpuluh-puluh tahun kan kerangka belajarnya ya gitu-gitu aja toh.. iya sih, dari sisi lain bisa jadi itu maksudnya belajar lebih dalam, tapi di sisi lain, merasa kurang gahul hahaha… masak pengajar kudet, kan ngga seru, ya ngga?

maka buat sy itu pertanda buat kembali me-nol-kan pengetahuan sy, kembali merangkak untuk belajar apa aja dan sepuasnya, dan bukan cuman hard skills tapi juga soft skills…

3.kesempatan buat memperbaiki diri

makin bertambah usia, sy makin sering menemukan kekurangan2 sy…

sebagai pengajar yg so far belum berminat buat jadi pejabat memiliki tugas lain selain mengajar (dan meneliti & mengabdi – tridharma ini), sy hanya memiliki tujuan jangka pendek, per-semester lah paling banter.. planning lengkap, modifikasi media, evaluasi siap, koreksi nyicil, sudah… selain itu ya deadline kecil2, yang tiap semester ya sama aja lah, itu2 aja.. sampai kadang hafal bulan apa yg paling banyak acara, bulan apa yg paling bete, bualan apa yg banyak pelatihan, hehehe… alhasil, sy kurang handal di manajemen deadline waktu..

sebagai pengajar di tempat2 dimana sy mendapat predikat “satu-satunya” membuat sy mudah terjebak sm kenyamanan dan tepuk dada ^,^ *jendul diri sendiri hehehe.. ini kerasa kalau ngelihat guru-guru atau dosen-dosen (baru), kalau ngelihat mahasiswa baru suka berasa sedih sm umur… gileeee masa mahasiswa lahirnya pas sy selesai kuliah… T.T kalau sy lg cerita dgn kejamnya polosnya mereka komen: wah tahun segitu sy belum lahir, mam… trus sy jadi pengen jawab: etapi muke tuaan elo yaa… *cadaaaaas hahahaha ooops

jadi ya ini beneran untuk menambal hati, dan memperbanyak istighfar^.-

4.ada kesempatan

iya, kesempatan itu ada, maksudnya ada beasiswanya gituh… dari pemerintah ada, dari uni ada, dari organisasi dunia ada, tinggal pilih yg sekiranya bisa dicapai dengan bekal yg ada… syukurlah sy dpt beasiswa yg rentang umurnya sesuai *weeeeee

5.ada keharusan

mo gimana lagi.. sebagai pegawai negeri, ada keharusan buat studi lanjut, kalau dulu guru tk bisa lulusan sma, trus D2/3, lantas S1, malahan sekarang banyak yg sedang studi S2.. laaaah alhasil kan gurunya musti studi lanjut juga..

============================================

kamu kapan mau PhD???

 

 

14

The Sunshine Blogger Award

sunshinethank you, Prima

wadow, di-tag Prima (kenal mbak blogger cantik dan inspiratif ini dari acara EdCamp) buat ikutan chain project the sunshine blogger award 2016 

tugasnya menjawab pertanyaan mbak Prima, trus bikin pertanyaan lagi yang diajukan ke blogger inspiratif lainnya….

yuk mareeeee….

1. Apa media sosial yang masih kamu pertahankan, dan kamu rasa you can’t live without? facebook.

dulu selain narsis, nyampah, juga buat kepoin mahasiswa (hahaha, ampun ^^) maksudnya buat ngasih pengumuman (karena mahasiswa lebih sering baca facebook daripada baca email/catatan dari dosennya), milih mahasiswa buat dapet beasiswa atau tugas penting, atau screening buat nyari guru baru atau asisten (status aneh = no go!). sekarang, karena jauh dari rumah dan waktu banyak habis buat belajar (*uhuk pencitraan sangat) jadi lihat facebook serasa baca koran update keadaan keluarga dan teman2 dalam waktu singkat, obat rindu…

2. Apa buku favoritmu sepanjang masa (bukan Al-Qur’an/Alkitab ya pastinya, itu sih engga usah disebut, hehe)? Buku2 puisi – Elizabeth Barret Browning.

beli via amazon tahun 2002, trus jadi ikutan nulis2 (di twinkle stars).. buku yg berhasil membuat sy jadi produktif tiap kali habis baca… kalu baca chicklit kan bikin ngakak atau mewek doang, hihihi, tapi suka banget sih.. ini baru beli citizen girl & seven sunny days… hahahah *ga nanya *biarin mo pamer

3. Apa momen paling membahagiakan dalam hidupmu hingga saat ini? masa hamil.

haiyaaa, ini kayak tema pertanyaan di IELTS deh, beneraaaaan… wkwkwk…

iya.. sepanjang masa kehamilan.. i felt so blessed, i felt so loved, i felt so happy in every single second, and since it made my loved ones happy too, then it doubled my happiness… a friend said, that makes me a pregnant unicorn.. my curiosity level was increased to the maximum level, all the dedicated learning sessions, all the fun, all the positive changes I’ve made, and everything…

4. Apa film paling jelek yang pernah kamu tonton setahun terakhir?  “by the sea”.

aduh film ini yaaaa… yg main ganteng2, cantik2, settingnya baguuuuus banget bikin ngiler mau romantis2an kesana, etapi mengikuti ceritanya bikin ngantuk…

5. Kalau kamu boleh mengulang masa kuliah, adakah hal yang ingin kamu ubah? no.

kuliah S1 ini ya, hmmm, pengen mengulang sih iyaaaaaaaaa, best of the best friends and wonderful feelings, TANPA ada yg diubah, meski buanyak salah2nya… lucu aja bisa ngerasa: “ya ampyun, aku ogeb banget sih duluuuuu” ngga punya catetan, saat2 ngekos, nitip absen, belajar m-word, hahaha..

6. Siapa blogger favoritmu (selain saya tentunya :p)? aaaaaah banyaaaaak.

ngeklik reader itu kayak masuk ikea… semua menyenangkan! hehehe, semua blogger favorit deh kayanya, kenapa? karena setiap blogger itu unik dan setiap ceritanya manis… tergantung mood aja.. 

7. Apa arti menulis/blogging buatmu? refleksi diri, dan pengalihan isu.

ketika tugas satunya ngga kelar kelar (read: paperwork untuk disertasi, wkwkwkwk) ga tau kenapa, tiap ada deadline, malah semangat buat nyelesaikan postingan blog… ah, mateng toooo…. meski ngga semua di-publish dan berakhir di tumpukan drafts.. 

8. Kalau suatu hari memoir hidupmu dibuat film, siapa yang kamu pilih untuk memerankan dirimu? no idea.

hadeuh, kudet artis indonesia masa kini… ngga mungkin kan ik pilih Zooey Deschanel gitu..

9. Apa lagunya Adele yang menurutmu paling galau dan bisa bikin depresi? galau.

hahaha, lagu Adele mah semua bikin depresi.. padahal liriknya ngga memper sama sy..

10. Seandainya kamu menjadi atlet, apa olahraga yang akan kamu pilih? Renang.

suka banget main aer, suka banget berenang, tapi ngga jago, hiks… bisanya gaya punggung doang, *pemalas mode on

11. Bagaimana pendapatmu tentang ‘perempuan harus bisa masak’?

masak = cook : prepare (food, a dish, or a meal) by mixing, combining, and heating the ingredients.

ya setujuuu laaaa, masak itu kemampuan dasar, one of the human’s life skills, bayangin kalau pas laper trus ngga ada paklik2 yg jualan tahu tek atau nasgor tuktuk, piye kalau ngga bisa masak… kembali aja sesuai definisinya, bisa campur2 dan manasin bahan2 makanan, masalahnya cuman mau apa engga kok… sy pernah nulis ttg hal ini di sini

eits, no baper masalah gender, karena sy sebut human’s life skill – ini berlaku untuk human!

my questions

  1. hal apa yg ingin dikuasai, tapi belum dipelajari?
  2. lepas dari finansial dan kondisi saat ini, apa sih pekerjaan impianmu?
  3. hal kecil yg menyenangkan adalah…
  4. apa yang bakalan jadi kondisi ideal buat nulis/ngeblog?
  5. spontaneous travelling: ransel atau koper?
  6. nyaman tinggal di kota besar atau di desa?
  7. tempat paling asik yg pernah dikunjungi? (bagi foto yaaaa)
  8. apa makanan yang paling enak sedunia? (bagi resep dooong)
  9. satu hal yg harus diselesaikan tahun ini adalah…
  10. seandainya diberi kesempatan menulis buku, tentang apa dan apa judulnya?
  11. sesuatu yg ingin dilakukan bulan September nanti adalah…

daaaaan, tahap yg paling susah nih adalah milih blog yg mau jawab pertanyaan sy, hiks, maklum kan ik amatiran dan kayaknya blog yg ik follow blog terkenal semua.. jadi, seandainya ada yg mau jawab pertanyaan sy di tengah kesibukannya, bantuin doooong nambahin list berikut ini…

cuman ada keinginan mendengar jawaban dari blogger2 di bawah ini:

EdCamper Laksmi Pus | di: http://laksmipuspitowardhani.weebly.com/

EdCamper Indra | di: http://tidakberbahaya.blogspot.nl/

Dear Deny (kalau bisa duet dong jawabnya, hihihi) | di http://denald.com/

Ibu Peri Enschede, mbak Cetut | di https://padmaningsih.wordpress.com/

Mas Hartanto | di https://hartanto.wordpress.com/

Zee yg cantik nan galau, https://fhzandra19.wordpress.com/

Mutiara yang lama hilang, di http://dpearlmutiarafhatrina.blogspot.nl/