10

10.000 langkah akhir pekan

Rencana akhir pekan

captured by Stan

maunya nulis banyaaaaak banget tapi ntar jadinya curcol, wkwkwk.. jadi sekarang mo menuliskan rencana rutin akhir pekan saja.. biar galaunya reda, baru sy bisa menuliskannya.. atau keburu lupa sama galaunya, hehehe..

pada inget ngga, Juli 2017 lalu heboh berita bahwa orang Indonesia itu paling malas berjalan kaki.. berita dengan bahasa Indonesia langsung menjamur, tapi untuk yg mau baca report asli ada disini bila berminat..

sayangnya, berita2 di Indonesia kebanyakan hanya membahas hasil riset yg menyatakan bahwa orang Indonesia itu yg langkahnya paling sedikit di dunia, titik..

padahal akan lebih baik bila membahas dengan menyertakan 1-2 detail supaya lebih valid infonya.. misal: instrumennya apa dulu? riset tersebut menyatakan batasannya kok.. bahwa instrumennya smartphone dgn apps tertentu.. padahal ngga semua yg jalan kaki atau olah raga bawa smartphone-nya, ngga semua yg rajin jalan kaki atau olah raga punya apps tsb atau bahkan smartphone, dst.. gitu kan yaaa?

nah, jadi kemana2 deh, dan sok jadi reviewer, padahal sy mah apa atuh – hihihi..

lepas dari metodologi penelitian tersebut, sy sebenarnya mengiyakan kok, untuk diri sendiri..

karena saat hidup di Indonesia sy tidak merutinkan olah raga dengan alasan:

lazy meme

taken from indiatimes.com

1) sumuk atau panasnya kentang-kentang atau panasnya ora umum kalau orang Surabaya bilang;

atau 2) sibuk dan ngga ada waktu (mending buat tiduuuur);

atau 3) takut dijahatin orang pas lari pagi/siang/sore/malam (ciyuuuuus! daerah rumah emak ramai dan rawan..)

dan usaha sy untuk tetap jalan kaki adalah sebatas: dengan cari parkiran yg jauh dari tujuan.. misal, parkir mobil di parkiran umum depan kampus lantas jalan ke fakultas yg dituju.. atau kalau di mall yaa parkir setelah loket baru jalan2 meski pintu masuknya rada jauhan (dan alasan lain: suka lupa dimana naruh mobil wkwkwk)

mumpung hidup di negara kecil yg lumayan adem ayem tentrem inih, sy mencoba melawan malas kala wiken dengan bikin program 10.000 langkah akhir pekan..

jadi di hari Sabtu atau Minggu, kudu bangun pagi – sepagi mungkin, trus naik kereta kemana gitu sambil lanjut tidur trus jalan kaki ke sekeliling kota sampai gempor, baca2 ttg kota tersebut, kadang bertemu teman, kadang ngafe doang sendirian.. dan pulangnya tidur lagi di kereta..

ketika Stan ikut tinggal bersama sy, program barunya adalah mengunjungi museum2 di kota-kota di Belanda.. sambil baca sejarah kota-nya.. yaa buat Stan sambil belajar juga sih karena anak SD ada studi topografi* baik Belanda, Eropa, maupun dunia.. dan dengan tetap jalan kaki minimal 10.000 langkah dong.. bonusnya adalah bisa diskusi banyak hal sama anak sambil pikniiiiiik..

etapi bangkrut ngga kalu pergi tiap minggu? hmm syukurlah program ini adalah program murmer, anak2 sampai dengan usia 11 tahun bisa naik kereta api dengan gratis (dgn syarat tertentu, diantaranya harus punya kartu transport sendiri dan ortunya berlangganan abonemen tertentu).. lantas untuk tiket museumnya ada kartu langganan untuk anak seharga kurleb 33euro yg berlaku setahun.. fyi, museum di Belanda jumlahnya 473 (jumlah museum menurut situs museumkidsdotnl 2018) dan hampir ada di semua kota pula.. jadi terkadang buat kami juga bisa jadi tempat singgah kalau pas lagi hujan atau butuh toilet bersih..

yaaa sadar sih kalau 10.000 langkah tiap hari tetep ngga memungkinkan, cuman bersyukur juga masih dikasih jalan buat bergerak – alias naik sepeda, tiap hari kerja.. malah sempat beberapa bulan tuh sy harus menjalani rute naik sepeda 22km tiap hari loh (dan survive.. tapi ngga mau lagi >.<)

eh, apakah kecepatan bersepeda sy meningkat setelah tiap hari bersepeda selama tiga tahun?

TENTU TIDAK! wkwkwkwk

 

pengalaman pertama sy bersepeda di Belanda bisa dibaca disini.

 

*topografi

Topografi secara ilmiah artinya adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planetsatelit alami (bulan dan sebagainya), dan asteroid. Dalam pengertian yang lebih luas, topografi tidak hanya mengenai bentuk permukaan saja, tetapi juga vegetasidan pengaruh manusia terhadap lingkungan, dan bahkan kebudayaan lokal (Ilmu Pengetahuan Sosial). (wikipedia)

 

 

 

 

 

 

Advertisements
4

Keliling Eropa Dengan Rail Pass

mozbackpackingstory

Musim semi Mei 2018 lalu Stan dan sy berkeliling ke 4 negara (Swiss, Italia, Austria, Jerman) naik kereta api dengan RailPass selama 7 hari (libur sekolah seminggu)

bentar, bentar… apa kalau mau naik kereta api di Eropa musti beli RailPass? yaa tentu TIDAK lah.. tergantung tujuannya apa, mau kemana aja, sama siapa, berbuat apa, eh… jadi kalau mau lokalan aja, di negara2 tertentu, tiketnya murah aja kok.. dengan catatan belinya di website layanan kereta api lokalan juga yaa.. aktifkan fitur translate di chrome deh..

Tujuan awal Stan: Swiss (any city), Pisa, Cinque Terre, Pompeii, Roma

Tujuan awal Moz: Bernina Express route dan Klagenfurt (rumah my besties)

dan kami akhirnya mengunjungi 12 tujuan (Zurich, Bernina Express, Milan, Pisa, 5 desa Cinque Terre, Roma, Napoli, Pompeii, Venezia, Klagenfurt, Salzburg, Munich) waaaaa banyaaaak… dadakan nih kebanyakan..

RailPass: InterRail Vs EuroRail

Untuk keliling Eropa, tersedia pilihan pass InterRail dan EuroRail

  • InterRail untuk yang tinggal di Eropa (sy menggunakan pass ini jenis Global Pass)
  • EuroRail untuk yang tidak tinggal di Eropa

kedua jenis ini punya official website sendiri2 yaa.. dan meski ada banyak website yang juga menjual pass ini, saran sy yaa langsung beli ke website masing2 aja..

Alasan memilih kereta api?

  • bebas macet.. memang naik bus ngga selalu macet sih apalagi ambil perjalanan malam dan dini hari, tapi baru2 ini kami pernah mengalami 6 jam keterlambatan menuju Berlin karena suatu hal di jalanan, padahal bus hanya siap (persediaan camilan, minuman, dan air di toilet) untuk 6 jam perjalanan,  bisa dibayangkan deh bau toiletnya, iuuuuuuh, belum lagi kalau “kebelet in the middle of nowhere”  eniwe, kesimpulannya kemungkinan kena macet itu ada..
  • praktis.. stasiun kereta api (utama) pada umumnya ya di tengah kota, bisa langsung cuci mata di alun2 kota.. kalau bandara kan pastinya agak2 minggir yaaa, jadi musti naik bus/kereta lagi bila ingin mengunjungi tengah kota..
  • Bernina Express.. jalur kereta yang satu ini dalam tujuan kami kali ini..
  • sudah pernah keliling Eropa pake bus dengan menggunakan Eurolines Pass ^^,
  • ya karena MURAHlah ya untuk kami berdua.. sy sudah membandingkan untuk menggunakan kereta api Vs bus Vs pesawat murah, dan jatuhnya yaa lebih murah menggunakan kereta api… karena… kalau naik kereta api, Stan bisa bepergian dengan GRATIS! (s/d usia 11 tahun dengan child pass) ah beruntungnya kamu nak.. *emak jeles

Alasan memilih RailPass?

  • bisa dibuat FLEKSIBEL ama jadwal, tinggal naik turun kereta aja.. namanya aja tiket terusan yekan..
  • dengan RailPass perginya bisa UNLIMITED, mau seharian turun naik beberapa kali keluar masuk negara mana saja dalam wilayah yang tercakup dalam layanan dalam peta ini
  • sekali lagi, jatuhnya lebih MURAH daripada beli per-tujuan

Alasan memilih InterRail – Global Pass?

karena tujuannya banyak ^^ dan lintas negara… jadi kalau memang mau kebanyakan mau fokus ke Italia aja misalnya, mending memilih One Country Pass yang harganya separuhnya.. atau kalau obsesi naik kereta2 cepat yang eksklusif akan lebih irit bila memilih Premium Pass karena harganya sudah termasuk biaya reservasi kereta api (sekitar 10-30euro per-jalur looo kan totalannya lumayan juga).

Berapaan sih?

Harga resmi InterRail 2018 jenis Global Pass untuk dewasa, 5 hari (fleksibel-tidak harus berurutan) perjalanan dalam 15 hari, adalah 269euro (sekitar 4,5juta rupiah) TIPS: belinya pas diskon aja.. biasanya sebelum awal musim (tertentu, misal spring/summer) bakalan ada diskon s/d 30%

Sy? kalau sy  ya belinya pas diskon lah.. sy kan emak MoDis..

alias

MOdal DISkon!

 

pssst… foto2nya ada disini

 

 

 

8

Travelling tanpa vs bersama bayi

sy sering mendengar akhir2 ini pesan2 ttg travelling pada perempuan, kalau travelling itu asiknya pas belum punya bayi.. karena kalau nanti punya bayi itu bakalan ribet..

bagaimana menurut seorang Moz?

ya tergantung orangnya lah, kalau dirimu orangnya ribet ya mau sendiri kek, mau sama orang kek, ya udah bakalan ribet aja.. itu menurut sayaaaaaa.. krn sy orangnya paling ngga bisa ribet, ya menurut sy ngga beda aja… dan sy ngerasa buat yg satu ini sy ngga berubah tuh… oh iya… yang sy heran adalah: kenapa yg dibilangin gitu (cmiiw) cuman perempuan sih, seolah2 itu tanggung jawabnya si ibu sorangan aja, dan pasangannya ngga ada – ya kecuali emang single parent yaa..

*tanyakenapa

waktu stan bayi: travelling non liburan

karena papanya bekerja di lain kota (beda kota sm rumah, beda kota sm tempat kerja sy juga), baby Stan dan sy emang biasa bepergian hanya berdua setiap harinya, seringnya juga sampai luar kota, targetnya rumah sy, rumah mami, tempat kerja (kampus dan playgroup), tempat klien (klien sy adalah sekolahan/paud), rumah teman, dan mall.. hahaha..

nah, kalau di tempat2 yg pasti itu (rumah/tempat kerja) sudah ada baju, snack, mainan anak.. dan di mobil juga sudah kaya orang pindahan, semua tersedia.. jadi sy ngga perlu nyiapin setiap saat..

kekurangan metode ini adalah: butuh persediaan banyak! hahahaha..

kalau pekerjaannya (biasanya training guru paud) butuh waktu agak lama dari 5 jam sy selalu mengajak mahasiswa sebagai asisten, bagian menyiapkan segala sesuatu baik untuk pekerjaan dan bayi, atau sy menangani klien bersama sahabat sy jadi gantian jaga baby-nya, atau kalau kurang dari 5 jam kadang titip ke adik atau kakak sy di rumah mereka, atau sy ada juga alternatif asisten rumahan (tapi bukan art sy) yg bisa dititipin.. nah, kalau sy kerjanya hitungan hari, minggu, atau bulan baru baby Stan dijagain papanya (papanya yg cuti)..

selain bukan bibi titi teliti, sy juga penganut azas irit, contoh sederhana sy pake toiletries yg sama aja dgn bayi, kecuali sikat gigi ^^, trus sy ngga beli tas bayi yang lucu2 berwarna pastel dan berbahan kain katun lembut itu.. bikin gemes sih pernik2 bayi tuh, tapi ngga praktis… ya keperluan bayi sy bawa pake tas ransel atau tas travelling biasa.. ini juga akan lebih praktis kalau tiba2 mobil ngadat dan sy harus naik colt atau bus antar kota (saat itu Sidoarjo – Surabaya seringnya)

waktu stan bayi: travelling liburan

nah kalau emang tujuannya adalah travelling buat liburan yaa biasanya kami selalu bertiga doooong. dan karena yg titi teliti alias biasa ribet itu swami, yah pak swami juga lah yg bagian ribet alias rajin banget bikin list dan checking barang2 kebutuhan si bayi.. dia mah dari saat single juga sudah begitu itu – lebih2 pas ada bayi…

dan syukurlah dulu Stan pakai sufor sebentar aja, sebelum dan sesudah ASI, kemudian lanjut susu UHT.. jadi ribetnya pake sufor (perbotolan dll) ngga lama2 deh ya.. ketika Baby Stan mulai bisa jalan, dia malah ngga mau pake stroller, berkuranglah bawaan terbesar saat itu.. saat bepergianpun, kami hanya mengambil road trip dengan mobil pribadi, irit dan praktis, dan yg lebih penting yaa sesuai budget keluarga kecil kami saat itu..

kesimpulan Moz

jadi kalau buat sy yaaa ngga beda antara sebelum dan sesudah ada bayi: sy ngga ribet sama kostum, pernik, make up, dan barang bawaan, cuman.. beda yg ada tuh sy makannya tambah banyak aja… hahahaha… entah ini alasan apa bukan..

eh iya, jaman sy juga belum ada instagram kok, facebook juga belum ngehits, sy dulu masih ber-friendster ria, jadi mungkin kurang tantangan yaaa.. *peace

dan sy pasrah aja kalau sy TIDAK dikategorikan sebagai emak indonesia ideal yang harusnya lebih cemepak (kalau dalam bahasa jawa, bahasa indonesianya apa ya, yg bagian nyiapin2 gituh deh) syukurlah yaaa pasangan sy termasuk dalam #timribet sementara sy-nya adalah #timcuek

 

 

 

11

Imej diri (2)

Bukan kelanjutan dari posting ttg Imej Diri kemaren, cuman masih berkaitan lah.

kan sy tergabung dalam PhD coach di kampus, bidang presentasi, jadi sy bertugas sebagai coach dalam workshop intensif ttg presentasi akademik buat phd2 baru di tahun ini

(ngomongnya kalem, padahal teriaknya ke penjuru dunia sambil lonjak2 – i am an official phd coach! ^^, uhuk.. maaf, orang ngga pede trus naik kelas itu rasanya seneng banget, hihihi, kalem lagi yaaak *peace ^^v )

salah satu materi adalah membangun Imej Diri saat presentasi – yg berawal dengan kegiatan mengenal diri sendiri 

mendadani imej diri saat presentasi itu dianggap penting banget karena taulah, waktu kita presentasi di depan orang lain kan hanya 15-20 menit saja.. selain content yg jelas penting, maka tampil mempesona di pandangan pertama itu hukumnya wajib

nah, sebagai profesional di bidang akademis yang kompetitif, imej diri yang harus dibangun itu adalah imej “terpelajar” – educated lo yaaa bukan complicated kayak relationships2 di facebook, wkwkwk… imej terpelajar itu didukung oleh dua unsur: being warm and looking professional.

being warm itu terkait bahasa tubuh: senyum, tatapan mata, dan sikap terbuka (apapun yang menunjukkan rasa percaya diri yang cukup – ngga lebay)

looking professional itu terkait dengan penampakan: rapi, simpel, dan sesuai (secukupnya, not too flashy but not under-dressed, dengan warna muted – grey, black, navy blue atau senada dengan apa yg akan dipresentasikan)

TEORI-nya begitu..

kembali ke kegiatan awal nih ya.. waktu itu ada sekitar 80an phd baru dan 10 coaches (termasuk sy ^^) masing-masing diberi banyak stiker polkadot 2 warna, biru dan merah, kami berkeliling saling menyapa (nyapa aja lo ya, ga pake ngobrol apalagi ngopi bareng hihihi :p), kemudian satu sama lain menempel stiker biru atau merah di punggung lawan bicara.. biru berarti lebih gede kesan profesional, merah berarti lebih gede kesan warm.. iyaaa ini tentang kesan pertama..

note: sy sudah tahu kegiatan ini sebelumnya, jadi persiapan matang dong, pake baju kantoran banget, blus dengan setelan blazer hitam, dan heels 10cm.. wkwkwk rambut diikat rapi, pake bedak dan pake lipstik… alamaaaak.. kayak mahasiswa magang deh pokoknya, hehehe

coba tebak bagaimana hasil pendapatan stiker sy, banyak/dikit?? biru/merah??

 

13

Imej diri

ceritanya ini saat sy bertemu seorang mbak2 Indonesia di salah satu acara ppie, persatuan pelajar indonesia di enschede, yg membernya dulu jaman sy kuliah master cuman se-imit (kebanyakan master student dan sedikit phd), sekarang anggotanya banyaaaaak bangeth (karena sekarang s1-s2-s3 makin banyak aja yg kemari), gilaaaa…

lantas benernya sy bukan orang yg bisa memulai suatu obrolan, cuman ini pas lagi kepentok aja karena saat itu sy lagi duduk sambil makan, trus S – seorang kenalan sy datang bersama temennya, Z – yg sudah pernah diceritain ke sy tapi belum pernah bertemu muka, nah mereka duduk di depan sy, trus si S pamit mo pergi bentar beli makanan, karena si  Z nih trus duduk sendirian dan berhadapan dengan sy…  yaaa sy merasa harus menyapa lah yaa..

eh ya ngga harus sih, cuman rikuh aja kalau ngga nyapa.. ya ngga sih?

================================

dan setelah senyum ke Z, sy-pun menyapanya

me: hai mbak, temennya S sudah lama ya?

Z: haai.. iya..

trus kami berkenalan, dan hidup bahagia selamanya, eh Moz Vs Z…

trus sepi.. krik krik krik.. sampai…

Z: eh kamu, suaminya bule?

tanya si mbak tiba2 dengan tatapan tajam, setajam silet

me: hah? *maaf sy suka bengong kalau ditanya dadakan

Z: kamu kesini itu ikut suami? suaminya bule?

…(((k-a-m-u)))… errrrrr, ya benernya ngga apa sih, cuman mungkin kaget aja udah lama  ngga ada yg “kamu-kamu”-in sy, hihihi

me: oh, engga mbak.. 

Z: oh, jadi kesini ikut suami kuliah?

me: oh engga juga..

Z: kamunya kerja?

me: *bingung jawabnya apa, tapi trus jawab: iya.. soalnya kalau di belanda emang phd tuh dianggap kerja, jadi yaa sy ngga punya kartu atau nomor mahasiswa, adanya kartu pegawai – yg bisa dapat kopi gratisan di mesin kopi kampus (info yg membanggakan sekali yaaaaaaa… wkwkwkwk)

Z: oh, kerja

stan yg lagi makan di samping sy, berdiri, ambil skateboardnya trus meluncur ke arah jalanan pulang, sy yg juga sudah habis makanannya segera menyusul berdiri sambil pamit dengan senyuman saja.. tapi sy bisa ngerasa kalau sy dilihat dari atas sampai bawah sama si Z… dan sy juga bisa ngerasa kalau stan mendadak bete…

=====================

dalam perjalanan pulang si stan to the point nanya kenapa sy ngga bilang aja kalau sy itu lagi phd..  hmm, kenapa yaaa, 1) sy merasa ngga ada yg salah dengan pernyataan2 dia 2) mungkin karena dia ngga bertanya apa yg sy lakukan di tempat ini.. jawab sy ke stan.. memangnya ada yg kurang pas dengan jawaban mama-kah? tanya sy balik.. stan diem.. trus dia bilang, dia merasa si ibu itu mandang mamanya ini gimana ya.. ngomongnya kaya ngga respek gituh..

iyaaaa,  kalau cara dia menyampaikan sih memang rada2 gimana gitu (kayak heran tampang kayak sy ini kok bisa nyampe belanda mungkin, hahaha kok malah ta’perjelas yaaa… hahaha) tapi yaa sy merasa biasa aja… karena mungkin cara dia bicara yaa kaya gitu…  “mama sih, ngga dandan bagusan gitu..”  protes stan, sy ketawa…

ya harusnya sih dandan ga dandan kan ya teteup musti respek ngga sih sm orang lain… apapun statusnya orang lain.. kan sama-sama manusia inih..

(daaaaan padahal hari itu perasaan sy dandan loooo, pake bedak dua lapis.. pake kebaya cantik… wkwkwk.. makin tertohoq ngga sih..)

kebaya_maureenmoz

eniwe… menurut sy sih gituuuu

walaupun menurut stan engga..

dia lelah krn menurutnya si mama ini ngga pernah dandan proper.. ngga bawa imej dosen gitu.. hahaha… lah gimana dong harusnya apa ya ada manualnya gituh? apa sih dasarnya sy juga ngga tau, kan ini muke ya muke bawaan orok.. trus musti didukung apa sih? biar kelihatan complicated, wkwkwkwk… serius nih nanya…

cara berbicara?

make up?

apa baju?

=================

eniwe buswe, ini ada tulisan lama sy yg kurang lebih pengalaman yg sama kaitannya dengan imej diri (dan kekepoan ibu2, hahaha)

=================

Ga Ja-Im

(April 15, 2014)

siang hari yang panas. warung bakso unesa. jeda antara pulang sekolah dan ekstra kur.

stan & sy asyik makan bakso dahsyat di belakang sekolah, ketika serombongan ibu-ibu senior berpakaian formal juga makan bakso. sy, seperti biasa, asyik becandaan sm stan sampai ngakak2 segala. mulai deh, ada komen2..

“wah makan siangnya di sekolah niy ibu sama anak, kan udah pulang sekolah” celetuk salah satunya

(yg mnr sy aslinya >> nyante amat jadi ibu, kenapa ga masak sendiri trus makan di rumah, kan lebih sehat –> psssst, komen ini pernah sy dapatkan dr rekan dosen pria di kampus)

sy senyum, “anaknya mau lanjut ekstra bu, sampai siang” stan cuek.

“gini ini nungguin ya, kalo dulu anak sy ya mandiri, ikutan antar jemput, trus ya makan2 sendiri, sudah disiapkan di rumah, kenapa ngga pulang aja tooo kan enak, dimasakin aja, trus mamanya tunggu di rumah aja”

sebelahnya nyahut, “rumahnya jauh kali, mana bu rumahnya?”

(ih mulai kepo…) sambil gigit gorengan kriuk kriuk sy jawab, “sidoarjo”

ibu2 langsung koor… ooooooooh…..

“ooooh pantesan, ngga pulang, trus nungguin…” celetuk satu ibu

ibu2 lainnya mengangguk-angguk tanda setuju..

“lama ya nungguin? dari jam berapa? sampai jam berapa? ngapain aja lama gitu?”

(hadeuh, kayaknya makin kepo deh… >.< )

sambil nunggu jawaban dari sy, tatapannya mulai risih lihat mamah & anak rebutan bakso terakhir, setelah paruhan bakso terakhir, sy jawab..

“sampai jam 2, masuk sekolah jam 7am, iyaaa, sy nungguin dia pulang”

“whoaaaa lama juga ya… pulang juga jauh….”

terdiam. (mereka mulai memikirkan solusi “masalah” sy apa ya?????)

“trus ngapain aja lama gituh?” tanya ulang satu ibu, karena sy kelewatan jawab sebelumnya

“ya biasanya sy ngajar bu, sambil nungguin dia pulang” kata sy sambil nyiapin duit mau bayar bakso. stan udah ngilang.

ibu2 mengernyitkan kening melihat “tampang” sy dari atas ke bawah..

“tadi ini ngajar? ngajar????”

kaos sy. jins sy. sandal sy. rambut sy. tampang sy. iya tampang sy HABIS BIS – dihabisin tatapan ibu2nya.

“begitulah bu, mari bu, sy duluan..”

sy pamit. selesai.

16

Beasiswa dan saya

pada satu masa di twitterland, yg bisanya sy baca sekilas saja, ada twit yg amat menggoda buat dikomentarin balik gara2 ada istilah:

(((ngemis))) beasiswa

trus jelas yg reply (dgn huruf acak dan tanda seru) yaa banyak dooong, trus di-reply balik sama si mawar – sebut saja kakak pencipta istilah tsb dgn nama ini ya – nunjukin kalau dia ngga ngerti salahnya dimana wong dia ngomong biasa aja kok neyti jen pada nge-gas gitu.. benci sana benci sini pun dimulai… dan seperti biasa, ramailah twitterland dgn lalalili seputar beasiswa (yg sebenarnya awalnya ramai karena sebelumnya ada twit pembahasan ttg menjadi orang tua yg bertanggung jawab – ngga ikutan ini sy deh, capek! wkwkwk)

sy – yg sejatinya hidup di bawah kucuran beasiswa dari masa ke masa.. jadi merasa tertohoq.. mengapa begitu hina diriku dihadapanmu, mawar… *halah *cari meme qasidah

lah gimana toh, dari awal pendidikan tinggi sampai saat ini ditambah workshops,  shortcourses, bantuan/media belajar, dan seminars yg sy ikuti, semua bukan murni duit sendiri atau dari orang tua, malah sy sebisa mungkin menghindari menggunakan pemberian orang tua (- kecuali kepepet ^^v) eh, kok mbahas orang tua lagi, ooopsie.. yaa pokoknya sy termasuk golongan yg bersemangat apabila mendapat kiriman info beasiswa ataupun hibah penelitian begituuuu..

saat itu seketika sy esmosi dong, langsung perintah si jempol – admin akun twitter sy untuk beraksi demi bela diri sendiri: beasiswa itu sejatinya penghargaan! beasiswa itu prestige! beasiswa itu dapetinnya ngga mudah! beasiswa itu butuh konsistensi! dar! der! dor! (tapi kemudian dibaca dan diedit ratusan kali sebelum di-twit kok ^^ lantas di-twit dgn sopan, intinya adalah pengendalian diri, saudara, betul tida?)

nah, ya gini ini yg kemudian jaka sembung.. alias bakalan kaga nyambung antar 2 kubu neytijen.. dan ngga akan bikin benci sana benci sini itu lantas menguap begitu saja, karena apa? ya karena dasarnya beda.. yakinnya beda booo..

beasiswa menurut saya

sedari kecil, sy melihat istilah beasiswa sebagai terjemahan dari kata “scholarship” yg merupakan sebuah prestise – beasiswa tipe penghargaan yg diberikan karena prestasi.. pengertian ini didukung oleh arti dan penggunaannya dalam kalimat di macmillan dan collins dictionary.. untuk mendapatkannya harus  berkompetisi dengan kemampuan penuh.. modal nilai setinggi-tingginya, prestasi non-akademik yg menonjol, nilai baik hasil tes bahasa inggris (yg ngga murah.. dan mungkin ngga sekali ikutnya.. *hiks), dan kemampuan komunikasi yg sesuai… setelah mendapatkannya juga harus mempertahankan, minimal prestasi tetap baik (sampai kapanpun jua..) dan selesai tepat pada waktunya.. (kapan kelar studinya, Moz? *eh maaf ya ini ngga relevan… *pakai kacamata hitam…)

pengertian lain beasiswa

sedangkan mawar, imho, melihat istilah beasiswa seperti dalam KBBI atau terjemahan “scholarship” dalam cambridge dictionary, bahwa beasiswa itu semacam bantuan finansial untuk orang yg tida mampu (dalam menempuh pendidikan tertentu..) <- maka ini juga benar kan.. arti beasiswa tipe pemberian/bantuan..

nah, wajar kan sebagai orang yg tida-pernah-tida-mampu, mawar akan memandang bahwa pengajuan beasiswa seperti ini seperti ngemis.. walaupun, sebenarnyalah penggunaan istilah itu juga tida tepat disematkan pada karyasiswa…

ngemis itu menurut KBBI adalah meminta dengan merendah- rendah dan dengan penuh harapan.. lantas habis dikasih, ya sudah ngga ada kewajiban apa2 ke yg ngasih.. laah, ini kan bertentangan bahkan dengan beasiswa jenis pemberian sekalipun, karena si karyasiswa akan tetap mendapat kewajiban2 yg harus dipenuhi..

update closing

yaa, ngga ada yg salah dalam pemahaman beasiswa ternyata kan, masalahnya ada pada DIKSI dan SENSI.. diksi itu pemilihan kata ketika mau komenin sesuatu supaya selaras dgn apa yg mau disampaikan, kadang maksudnya ngga gitu tapi kok ya yg keluar itu.. alhasil bikin yg lain sensi, trus muter aja kaya kincir..

trus bagaimana mengatasi masalah diksi? yaa, banyak baca..

kalau mengatasi masalah sensi? yaa ngopi, eh, piknik yuuuuk!

note: ngga usah sambil nyanyi – “aku bukan pengemis cintaaaa…” ya!

update note: usul perluasan arti kata beasiswa ke KBBI doooong!

 

 

 

 

 

 

 

9

Terjebak Drama Korea

…sila lewatkan postingan receh berikut inih..

ceritanya bbrp saat lalu sy berhasil menyelesaikan satu artikel jurnal sy setelah beratus-ratus purnama revisi sy lewati… hihihi… dan setelah itu blank dong.. bengong lah ai di hadapan laptop, tak tau arah… (meski sudah tau musti lanjut ngerjain artikel berikutnya sih..) tapi tetep aja paused, hmm.. sy merasa kudu ada reward nih.. kan i finally finished something! gitchu…

kalau di Indonesia, mungkin sudah terbanglah sy ke tempat spa murce dan menghabiskan 4 jam mempersantai diri, bkn mempercantik yee, muka sy sudah takdirnya beginih >.<

lah kalu di Belanda.. hmm, sy cuman bisa terbang pake henpon.. utak atik foto buat update IG.. truus browse twitwar di twitter dan menahan diri buat ngga komen ke berita2 ajaib nun jauh disana.. truuus masuklah sy ke fb.. tararaaaaam…

ada seorang teman yg baru saja share clip 11 menit dari sebuah…

drama korea ^^,

yg menampilkan 3 kesukaan saya dari sebuah film:

1) setting sekolahan 2) anak perempuan pemberani 3) HANTU!

the who can see

waaaaa… kayaknya seruuuuu nih… hestek horror lover… dan lumayan menghibur kayanya..

tapi drakor? hmm gapapa kan konon katanya korea-an suka banyak cerita yg konyol gitu, meski tetep horor kan… semoga tetep sereeeem ya, harapan sy tulus…

apalagi setelah kecewa ngga bs nonton pengabdi setan dan menemukan fakta bahwa insidious the last key ngga seserem yg dibayangkan (sy pikir krn nontonnya di tv, eh kata suami yg nonton di bioskop pun begitu, cuman sesekali kaget aja kena soundnya – suami istri pecinta horror ^^)

kemudian sy memutuskan untuk search via fb aja episode pertama serial ini, dgn kata kunci “the one who can see“, hihihi, kan sy ngga tau judulnya.. barulah setelahnya sy tahu judulnya

HWAYUGI

whatever the meaning is..

cerita hwayugi dibuka dalam setting kelas sekolah dasar.. dengan tokoh utama Seon Mi yg bisa lihat hantu sementara temen2nya engga, dan diapun di-bully habis2an karenanya.. namun setting sekolahan berakhir di beberapa menit awal itu ajaaaa…

looo bukan setting sekolahan jeeee…. salah kan ya kaaan…

yaaa tapi cerita tetap tentang si anak perempuan dengan payung kuning ajaibnya… oke, krn tokoh utamanya tetep.. eh ya gapapa sy lanjut deh nontonnya… dari sekolahan, ceritanya ganti ke settingan dimana dia pulang sekolah diikuti si hantu guru, yg mempertemukan dia dgn tokoh kedua dan ketiga, Ma Wang dan Oh Gong.. daaaaan, cerita seputaran tokoh anak perempuan pemberani ini pun berakhir di menit keduapuluhan…

hiyaaaaa… hilang dong kesukaan pertama dan kesukaan kedua sy -___-”

hmm, tapi kan ceritanya tetep hantu2 gitu kaaan.. jadi sy lanjut lagi deh.. ^^v

setelah menit ke-dua puluh alur meloncat ke setting 25tahun kemudian, saat Seon Mi sudah dewasa dan menjadi CEO sebuah perusahaan real estate! hahaha.. cocok.. karena dia bisa beli property harga murah krn lama ngga laku atau berhantu.. namun kemudian dia bisa ngusir hantunya, dan propertynya bisa dijual lagi dgn harga normal… suksesss dooong dia… yg bikin lucu asistennya yg nganggap si boss aneh, suka ngomong sendiri dll.. yaaa horor komedi lah yaaa… sy terhibuuuur…

eits… masih lanjut nih ceritanya… setelah satu jam nih, baru nyadar ini hiyyaaa drama yg satu ini bakalan ngga jauh2 dari nuansa romansa… aduuuuuuuuuh… hahaha… trus jadi galau sendiri, lanjut ngga ya…

jadi ini tuh A Korean Odyssey, versi modern dan gokil dari kisah Journey to the West (JW)… itu looo… cerita ttg pendeta mencari kitab suci bersama monkey king Sun Go Kong dan temen2nya.. kebetulan sy suka ceritanya JW.. jadi yaaa paket lengkap deh, hwayugi ini ada hantu2annya.. ada komedinya.. dan ada kisah cinta yg rumit antara Monkey King dan Seon Mi (karakter si pendeta atau manusia suci dalam kisah JW) – (dan kisah2 cinta siluman ataupun zombie lainnya… wkwkwk)

dan.. meskipun di grup para sahabat dan keluarga ngga ada yg nonton drakor, sy ajakin juga ngga ada yg minat, ya jadi ngga ada yg mendukung sy berbunga-bunga dan galau karena nuansa romansa di drakor ini, biarin deh.. sudah terlanjur cintaaa… yaaa sy tetap lanjut menunggu episode demi episode nih tiap weekend (tayang tiap sabtu dan minggu malam di korea)… lumayan, jadi reward setelah duduk berkepanjangan saat weekdays… ya kan ya kan ya kan…

 

*postingan sambil nungguin episode 8

*update.. soundtrack2nya bikin galau! apalagi dengerin pas winter juga.. meleleh! ini salah duanya: bumkey – when i saw youost episode 1