5

Helsinki Trip: persiapan backpacking bersama anak

selama ini, sy selalu memilih perjalanan sendiri – #solotravelling karena iya.. kalau berdua ato berkelompok kecil sy banyak berantemnya – i am cranky whenever i got tired, jadi super duper judes gilak.. trus kalau berbanyak – segrup tour gituh sy seringnya sakit – capek ati krn diatur2 sepanjang waktu trus jadinya sakit fisik… nah lo.. makanya kalau bisa sendiri ya sy akan pergi sendiri kayak anak eh ibu2 ngambek nyasar di jalan.. hahaha

kali ini sy nekat ngajakin stan curi2 jalan ala backpacker gitu ke finland, curi2 jalan karena sebenarnya perjalanan ini adalah bagian dari perjalanan kami mudik ke indonesia tahun ini, ngeri karena stan agak2 mirip emaknya, trus ngebayangin apa bisa 2 orang cranky dibarengin??? mana stan belum pernah mengikuti perjalanan ala backpack pulaaaa.. karena itu, dari planning 2-day trip sy pangkas jadi 1-day… emaknya ngga pede sama sekali…

—- PERSIAPAN —-

tiket

sy naksir berat sm alitalia sama finnair diawal browsing… kemudian singkat cerita sy jatuh hati sm finnair.. kalau ke websitenya, dari amsterdam ke beberapa tujuan negara di asia, ada pilihan stopover di helsinki, kemudian nanti akan disuguhin pilihan2 berdasarkan durasi dan harga.. jadi kalau kita mo transit 1/2/3 hari di hari2 tertentu maka harganya juga akan berubah makin murah ^^, misal harusnya penerbangan ke singapura 700e, kalau stop over (tergantung pilihan hari) bisa keluar pilihan 640/600/500-580/dst gituh…

barang bawaan

sy pisahkan yg berat2 masuk bagasi (gratis sampai 23kg) dan ada 1 backpack berisi botol minum kosong, buku, gadgets, dan makanan, dan 1 koper kabin berisi keperluan ganti dan toiletries selama di Helsinki saja

makanan yg sy bawa camilan berat seperti gorengan bakso, roti tawar (dan selai – huehuehue), dan camilan ringan seperti coklat + permen – sebanyak yg sy bisa, hahahaha – golongan emak irit banget yaaa

itinerary

kalau pergi sendirian sy bisa aja cuek bebek dengan alasan spontanitas tapi kalau bawa anak sy sedikit parno, jadi deh sy browsing agak lebih banyak dari biasanya buat atur itinerary ^^

dengan itinerary ini sy juga memperkirakan mainan atau buku yg musti dibawa untuk mengisi waktu dalam perjalanan..

budget

iya.. lagi2 kalau sendirian sy pede aja apa adanya.. malah pernah dari jakarta ke spanyol pede aja dengan sangu sejuta (yg akhirnya cukup buat beli makan garingan doang selama 8 hari) biaya lain2 (beli suvenir dan hostel) minjem dooong sm sahabat yg baik hati wkwkwkwk

bareng anak, sy ngerasa musti punya budget buat pengeluaran dadakan, misal kalau ngga memungkinkan tidur di tempat umum, maka akan harus menyiapkan dana buat hostel atau buat ngafe (trus nunut tidur di sofanya)

komunikasi

lagi2 karena jadi sedikit parno, menjaga kalau ada apa2 di jalan, maka sy juga memeriksa lebih awal ttg jaringan komunikasi selama perjalanan, dan download offline maps, dan meminta suami buat standby memantau perjalanan kami dari kejauhan (sambil ngiler2 karena ngga kesampaian ikutan, whahahaha, tegaaaaa)


nah dengan 5 persiapan ini, sy dan stan siap menjelajah bagian kecil dari negara Finlandia pertama kali, baik buat stan ataupun sy

next story: perjalanan backpacking ke Helsinki

 

 

7

Travelling ke Zuid-Limburg (1)

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart

Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi 1,8km *irit dikit di km tapi lumayan karena jalanan di daerah ini naik turun..
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt

Note: menurut VVV, katanya mau ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt pas summer pas weekend, praktis buat yg irit jalan

This slideshow requires JavaScript.

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

This slideshow requires JavaScript.

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-”

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

This slideshow requires JavaScript.

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

My Review:

-love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)

-stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection

-felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast

-a kind and helpful host..

This slideshow requires JavaScript.

dan yg paling penting adalah….

menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂 si owner yg baik hati ini minta di review di sosmed dan di situs pariwisata.. sy langsung berasa penulis yahud deh… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat tristan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

(to be continued)

 

11

Perjalanan 31 jam

====================

Cerita sebelumnya

====================

5 days before departure, 7pm

*mewek *panik *koret2 tabungan

huaaaaaaaa, datang ke Gallery Garuda di Ciputra World Mal Surabaya bawa celengan ayam minta mundurin jadwal kayak bayaran kredit panci… sayangnya semua kelas penuh sampai akhir  jaman bulan..

drama >>> “jadi… kelas bisnis pun ngga ada yah mas yah????” untuuuuung si mas ngga langsung memandang jijik dari ujung rambut sampai ujung kaki kayak di sinetron2 ituh *zoom in *close up… wkwkwkwk… emang kalau ada mau mbak bayar extra 100% 200% 300%? *melet

3 days before departure, 9pm

cek mailbox, eh dapat imel dari Garuda, ga dibaca…

1 day before departure, 1pm

dapat imel lagi dari Garuda, apa ya garuda ini, kirim2 imel mulu… ^^ akhirnya baca deh, terutama karena kali ini imelnya pake nama pengirim, terasa lebih personal, jadi lebih menarik buat dibaca,

Semua penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Jakarta pindah ke Terminal 3 Ultimate. Sedangkan untuk penerbangan Internasional masih tetap di Terminal 2E. Oleh karena itu kami informasikan untuk penerbangan connecting Internasional minimal connecting 3 jam.  Kami sarankan untuk merubah tiket dengan jeda waktu connecting 3 jam. (Bunga)

pesawat sy dari Jakarta ke Amsterdam tercatat jam 9pm, jadi ke Jakarta awalnya jam 6pm.. karena sore, maka pagi sampai siang sudah sy jadwalkan untuk jalan2 pamitan…

dan setelah telfon ke call-center Garuda, sy diminta berangkat jam 2.50pm, HAIYAAA, terus pake acara diminta standby jam 1pm di bandara Juanda… *helllluuk apa kabar acara pamitan… *lunglai

======================

perjalanan super seru dimulai

======================

departure day, 2pm

CS Garuda Juanda airport, setelah sibuk telfon sana sini, akhirnya memberikan kabar kalau sy akan naik pesawat yg jam 3.50pm.. suami dan anak sedikit lebih ceria nambah 1 jam pelukan…

dan sy pun check in… eh, di meja check in, si mas garuda bilang kalau sy harus sesegera mungkin naik pesawat, yg 2.50.. looo, 2.20pm nih, huaaaaaa… setengah panik, eh sepenuhnya panik, sy lari ke luar tempat check in, my dears, where are you? I have to go now… hiks…

sedikit kata, hanya pelukan erat..

pamitan itu berlangsung singkat..

pergi kali ini rasanya lebih berat..

dan kesedihan itu makin melekat, pekat!

masuk ruang tunggu, penuh sekali ternyata… penerbangan sebelumnya ke Jakarta belum berangkat juga, oh la la… semoga semua berjalan baik-baik saja.. memang ada apa dengan Terminal baru Soetta?

penerbangan 2.50pm delay menjadi 3.10pm.. lantas telat 30menit.. 3.40pm baru antreeeee masuk pesawat.. nyampe seat sekitar 20menit, dengan kondisi pesawat angeeeeeet tanpa ac, sampai semua penumpang keringetan… untung ngga bau ayam… *huweeek entah berapa lama kami di dalam pesawat sebelum akhirnya pesawat lepas landas…tapi paling tidak ada harapan sy akan menjadi orang2 pertama yang melihat bandara baru bukan? *semangat biar ngga mewek

oh God, it is going to be such a trip..

jakarta, terminal 3 ultimate soetta touch down, 5.20pm

touch down Jakarta, semua ngga sabar pengen ngelihat terminat baru… namun apa daya, ternyata tangga turun masih belum muncul, wkwkwk… kembali lagi yang didalam berhangat2 ria tanpa ac sampai 15 menitan… itu pun bus pengantar dari tengah lapangan ke gedung masih pakai nunggu lagi… >.<  hmmm, garuda yaaaa….  *pssst ini pertama kali sy naik garuda bayar sendiri, maunya nyamaaaan tapi yaaaaah…

jakarta, terminal 3 ultimate soetta, 5.50pm

sy berjalan bersama serombongan penumpang menuju gedung utama saat sy mendengar panggilan “garuda transit internasional!” sy akhirnya menghampiri masnya dan diantar lagi ke pintu menghadap ke lapangan kembali… dan diminta menunggu bus warna putih/kuning, hiyaaaa ga jadi lihat bandaranya reeeeeek… *penonton kecewa ya udah, lagi2 lihat ruang tunggu aja…

IMG_20160810_174952

ruang tunggu bus di terminal 3 ultimate soetta pinggiran >.<

 

jakarta, terminal2 soetta, 7pm

melewati terminal 2 domestik lama yang sudah pada tutup toko2nya, hiiii syereeeem… serasa melewati kota mati.. mau foto ga berani takut malah ada yg bergaya gimana coba, karena masih ada waktu 2,5 jam, setelah melewati imigrasi, sy memutuskan untuk makan malam di Great Indonesia, ini cafe paling dekat sama gate, dan sy naksir salmon gorengnya (sekitar 100k, harga makanan kecil 30-50k, makanan gede 50-100k)…

nyam nyam nyam…

IMG_20160810_184614

Great Indonesia Cafe Bandara Soetta Terminal 2

garuda jak 9pm to ams via changi, singapore (3hrs transit + security screening)

amsterdam, schiphol, 8.30am

touch down! dengan mata sembab karena nangis di pesawat gegara nonton “Mother’s Day” >.< *bad choice, huh

setelah melewati imigrasi, sy cukup lama menunggu koper, hampir sejam! (udah sempet waswas kalau ilang aja tuh koper)

kemudian selain disambut suhu 11`C (What a Summer!) ditambah kabar tidak ada kereta api langsung Amsterdam – Enschede… hiyaaaaa….

jam 11 sy diarahkan Amsterdam – Utrecht, kemudian karena delay sy ketinggalan kereta lanjutan deh, yaaa sambil nunggu, sy sempatkan lunchie di Julia (pasta gitu..) di Utrecht Central, daaaaaaan apesnya kereta yg sy naiki ke Enschede setelah nunggu lamapun harus berhenti di Deventer buat ganti gerbong, hiks hiks jadilah sy harus pindah2, dengan koper 20k dan tenaga sisa… karena rata2 keretanya yg dua lantai begitu… 20k begitu…

last but not least, sesampainya di Enschede, hujan mulai turun, dan, sy masih harus mengangkat bawaan ke apartemen sy >.< iya… ke lantai paling atas ntuh!

*pijaaaat dooong

surabaya-jakarta-singapore-amsterdam-utrecht-deventer-enschede

total perjalanan seru kali ini = 31 hours

alamaaaaaaaaaak

 

5

Negara Kincir Angin

molen2judulnya aja negara kincir angin, jadi wajib dong dia punya Nationale Molendagen, hari kincir angin nasional ^^ yang jatuh di minggu-minggu ini… waktunya Spring, bayangannya cerah, hangat, bunga-bunga dimana-mana…

ok – hold those wonderful thoughts ya!

kalau menurut uitenschede.nl – website kota sy nih ya, ada kincir angin ngga jauh dari kampus, namanya Lonneker Molen dan buka  jam 10.30 pas hari Sabtu… trus pas banget ada mbak Iran, maksudnya mbak2 asalnya dari sono, temen les yg beberapa hari sebelumnya ngajakin sepedaan Sabtu, sama2 pusing soal instrumen penelitian, jadi bebarengan short escape would be nice… brainstorming kegalauan ^^…

persiapan bersepeda santai

persiapan satu 

ngelirik buienradar.nl alias weather forecast, hmm, agak dingin hari ini, kalau kemaren2 sempet 20an, katanya hari ini mungkin 10an tapi iconnya cerah.. sedikit berawan dan berangin kencang di jam2 tertentu… asoy… masukkan jaket ke dalam kantung sepeda..

persiapan dua

pastikan rute di google maps.. hmmm… gampil… tinggal lurus aja lempeng ikutin jalan… haiyaaa.. this is too easy for me laaah… 6km.. ok, mungkin butuh sarung tangan biar ngga pegel… masuk kantung sepeda…

persiapan tiga

bekal.. karena sy peminum, sy bawa 1 botol air putih dan 1 botol juice… no need crackers… hmm, coklat boleh lah… masuk kantung sepeda juga…

siap berangkat

berangkatlah sy berdua bersepeda, sambil memberikan pilihan pada si mbak Iran, mau langsung destination atau intuisi (sy ^^ yg lebih sering menyesatkan…) hahaha.. dia bilang jalan aja lah.. enjoy the view… nampaknya dia lebih suka menyimpan eipon barunya di tas… ihiiiir cikuwir.. *buang acer bulukan ke semak2 – trus diambil lagi ^^

dari daerah kampus, kami melintasi daerah Roombek, daerah ‘baru’ nih… rumah2nya bagus… besar-besar juga… (hiks jadi inget eike musti nyari rumah juga)  kenapa baru? sedangkan daerah2 lain di kota sy rumah2nya dibangun jaman bahuela begitu? ceritanya tahun 2000 ada pabrik petasan yg meledak di daerah ini, ledakan dahsyat.. sampai nyaris seribu yg luka2.. dan membuat 1250 orang menjadi homeless… dulu tahun 2002 pas sy datang masih kinyis2, belum selesai dibangun sepenuhnya dan belum seperti sekarang (ya iyalah bu.. *ngga penting banget)

kemudian kami melewati daerah yg “nyeleneh” dimana warna rumahnya beda2 tiap rumahnya, jarang loh disini.. biasanya rata2 berjiwa kompakan sekompleks gitu…

daaaan ketika kaki sudah mulai pegel, sy mulai curiga jangan2 sy salah jalan… wkwkwkwk… akhirnya kami berhenti dan pasrah sama google maps:

Molen map.jpg

i told you so! kata Google ngakak..

 

sehingga rute menjadi makin sehat… alamaaaaak….

hahaha… nyasar ternyata, entah kenapa sudah tau harus lurus dan mengikuti jalan kok malah belok kanan gitu loh (lihat rute mabok, eh oranye).. alhasil perjalanan yg harusnya 6km  jadi 8-9km tuh… *senyam senyum ngga bersalah

tapi yaaa dengan bantuan google.. akhirnya kami sampai juga… fiuuuuuh….

Molen mp

bandingkan rute biru (6km) dengan rute oranye >.< (kurleb 8km)

Lonneker Molen

molen out

setelah puas poto2 di luar Kincir, kami masuk ke dalam…

lantai bawah isinya toko dan gudang.. tokonya jual minuman hangat 1 euro-an… ada madu, sirup apel, muesli, dan berbagai macam tepung dan biji2an.. daaaan harganya murah, sodaraaaaa… sayang ngga bawa duit cash… >.<

Molen products

di belakang toko, kami sempat lihat itu peralatan garpu tani… sy termenung, jadi serasa kembali ke jaman bahuela dan dikejar2 petani mau dibakar… *hiks *penyihir mode on

i feel u, witches!

molen lanjut

 

naik ke atas tangga kayu curam, kami disambut bapak-bapak, Frank yang dengan baik hati menyambut dan menjelaskan proses pengolahan gandum sampai jadi tepung.. menghaluskan gandum menggunakan grinder batu seberat 200kg, diameternya sekitar 1,5m, dimana 1 putaran kincir angin akan memutar grinder sebanyak 7 kali.. tapi mereka juga punya mesin grinder yang pake listrik yang jauh lebih kecil tentunya… Frank menyampaikan bahwa negeri angin ini makin lama makin irit angin… (haiyaaaa, padahal buat sy ini negeri kaya angin so far, dan sy sering berharap anginnya ngga kenceng2 amat, ternyata di satu tempat malah berbeda harapan… maaf ya pak..)

Molen Upclose

Kincir Angin: Up, Close, and Personal (eh apa sih.. *baper)

lantas dari lantai 2 juga kami bisa keluar dan mengamati kincir dari dekat.. nekat meraba = tlusupen! eh apa ya tlusupen… hmmm kemasukan serpihan kayu kecil >.< ya sy sih yg dodol, jelas2 itu jerami kering kok diraba…

bagaimana perjalanan pulang? nyasar?

jelaaaas dong… hihihi… kami nyasar (lagi) ke daerah apartmen cantik di park de kotten, roombek, dan tembus jalan raya hengelosestraat >.< akhirnya kami malah memutuskan belanja ke salah satu daerah dekat kampus (kurleb 3km)… alhasil pulangnya 8-9km lagi ini…

selesai belanja, dalam perjalanan pulang… mendadak… langitnya menjadi gelap… angin kencang luar biasa, dan turunlah hujan es! haiyaaa… sy yg jelas salah kostum langsung terduduk di pinggir jalan dan gemetar kedinginan… jaket angin yg sy bawa jelas amat tidak cukup menghangatkan… lupa ini Belanda.. bisa muncul 4 musim dalam satu hari.. hiks… meski malamnya malah demam…

it was a wonderful day ^^

 

 

 

7

Thrifting di Belgia

cloudy days

cloudy days don’t last forever – spring 2016

 

sy (tampak) langsing yaaaaa *digepruk yang baca

maap maap… kurang fokus… rada ngga jelas judulnya, rada ngga jelas juga isi postingannya.. wkwkwk… diatas itu foto sy dengan latar belakang langit Belanda yg galau malau.. sebentar cerah, eeeeh mendadak mundung mendung bikin murung, dan katanya ya spring ya begonoh…

di foto yg ngga jelas itu ada 2 hasil thrifting sy (kalau keliatan) baju hijau bloemen cantik seharga 20rb dapatnya di korean vintage shop di Royal Plaza Surabaya dan tas cangklong hitam seharga 2,5euro (sekitar 40rb susuk) dapatnya di kringloop winkel alias toko barang bekas di Enschede..

jaket kulit imitasi itu beli baru di NewYorker tanpa diskon daaaan rada mangkel waktu nemu versi thrifted (lebih keren pulak) seharga 1/5-nya di reshare store Groningen, pffffh… berasa rugi milyaran rupiah…

eits… ini bukan beralih jadi blog fashion cantik ala blognya mbak ayomi… tau lah sy style angin-anginan… style sekepegangnya baju ya itu yg dipake… (makanya jangan dekat2 dan ikhlas ya kalau sy pegang bajunya… hahaha…edan euy *ngakak sendiri di kantor)

apa toh thrifting itu???

thrifting

formal: the quality of using money and other resources carefully and not wastefully

urban: when one visits several different thrift shops, second-hand shops, and vintage clothing stores in the hopes of buying several items of cheap and unusual clothing and other items.

suroboyoan: loakan… wkwkwkwk *ealah

jadi thrifting itu, eh maap ye kalu salah, istilah edisi terbaru dari nyari barang seken (second maksutnye) trus ada istilah cantiknya yaitu berburu barang preloved (sama aja bekas, meski ada lope-lope-nya…)

wiken kemaren sy dapet rejeki anak sholeha, diajakin sodara buat jalan2 keliling Brussels (katanya begitu…). dari Enschede ke Brussels sekitar 5 jam naik kereta api via Schiphol.. harga tiketnya bisa dilihat atuh di NS International… naik bus juga bisa, browse aja eurolines atau flixbus.. murmer itu mah…

ternyataa, sampai di Brussels, sy langsung dapet itinerary belgium in 24hours (brussels, brugge, waterloo) makan siomay di royal palace Brussels (siomay katering ala mbak Lia Brussels), shopping chocolates cote d’or di salah satu hypermarkt, naik perahu di Brugge, makan wafel di centrum Brugge, dinner di Resto Antartique di Brussels, putar2 kota Brussels di malam hari, daaaaan ke:

Waterloo Flea Market

#mustvisit #fleamarket #europe Location

If you’re planning a trip to Europe in 2016, there are maybe a few other things you will want to do apart from visiting monuments, touring museums and savoring the local food. For instance, how about dropping by at one (or some) of the biggest flea market(s) in Europe? France, the UK, Belgium, the Netherlands, Germany, Italy and Spain are among the most antiques-aware and flea market friendly locations in the world. (FleaMarketInsiders)

2016-04-13_17.08.17

gede banget nih pasar loak, macem2 ada.. patung, elektronik, baju, mainan, buku, dll.. jadi bisa nemu barang yang loakan banget sampai barang antik berharga ratusan euro.. edun kan… ada piring cina dari dinasti something yg katanya  pasarannya 2,5juta di Indonesia.. ada juga boneka porselen tahun 1960an yg nyampai 70euro-an karena masih ada pahatan nama pematungnya… buku2 tintin berbahasa aslinya dan dari jaman bahuela… ada juga gelas mahal dengan keywords: mary gregory glass, juga ada piring2 saji cantik dengan lukisan indah ditengahnya dan instagramable seharga 5-10 euro aja… tapi masa iya beli guci cina atau piring2 cantik, wah bisa bungkuk pulangnya nanti.. mana nawarnya musti pake bahasa Perancis pula… combien? cieeeeeee yg cuman bisa satu kata doang ^^,

tapi, sy nggak ngerti yg begituan… huehuehue… puas aja cuci mata sampai siang disana… saking keasikannya sampai ngga jadi ke atomium deh… hihihihi.. dan ini hasil berburunya:

collectible teaspoon

IMG-20160414-WA0012

cantik yaaaaa…

adakah yg suka cuci mata di flea market???

*nyari temen

0

Road Trip Surabaya – Jakarta

I haven’t been writing a lot, I think it was because I had (way) too much thinking of what others might think of (about me).. so I started to try to write about whatever comes to my mind..

this July, I had this crazy idea of going to Jakarta on a road trip. I need to go to Jakarta to meet a good friend, but I could hardly get the (normal) ticket price to go there, yeah.. it was the month of Ramadhan – when usually people will travel to their hometown OR go for a vacation, therefore the train ticket was sold out and the flight ticket was doubled (or tripled?) especially the ones to (or from) Jakarta and Denpasar Bali.

There were four of us, my brother – my mom – my dearest son – and I, departed at 13.30 from Surabaya. My bro drove first, he’s good driving at daylight, *racing mode :p We rode blackie, black Xenia 2014. My bro’s the driver, i was co-piloting, my mom sat in the middle, and my son slept at the back. He slept a lot, he was awake only when we’re stopping.

Surabaya – Gresik – Babat – Lamongan – Tuban – Lasem – Rembang – Pati – Kudus – Demak

after 5hours driving (Surabaya-Demak), we stopped at Masjid Agung Demak for 1,5 hours for Maghrib and Isya (and tarawih, 6.30-8pm). I met a woman who sells chicken satay outside Masjid Agung, #oot she suggested that I should have another child 😉 well, Tristan ate 13 satay ^,^.

off Demak, I was the one driving, approaching Semarang, we had to buy gas, it was the second 200,000 premium in this journey. well blackie… you seem thirsty ^,^

On jalan Tentara Pelajar, Kendal, an hour driving from Demak, we found a nice small restaurant. It happened that the restaurant was cheap and delicious – rare combination. Tristan ate a portion of rice and Sop Buntut (yes, after the 13 satay…). We stopped for an hour.

at 10pm we’re off Kendal

Kendal – Pekalongan -Tegal (I planned to stop at the famous gas station with hundreds toilets but I think I missed the place) – Brebes (another 200.000 premium, after Brebes, we got in the (endless) Toll Roads ^,^ 

at 3am, my mom asked me to stop driving. I’ve been driving 5 straight hours (Kendal – Cipali) and in the toll road, it was so boring.. Long – Straight – Empty – Dark road.. my bro took over and looked for a place for Sahur in the new Toll road ( Tol CIPALI Cikopo Palimanan ).

We chose Sundanese Restaurant in the rest area nearest to Jakarta. Lucky, it was ok. It tasted fine and the price was “normal”.

after 1 hour driving, we arrived at destination, right on Subuh time.

775km. Premium Rp 500.000. 3 break times.

(((( -____-” sepertinya blackie boros juge yeeee.. ))))

Tips Road Trip bersama anak:

  • letakkan semua tas di tempat kaki hingga sejajar dengan tempat duduk, ratakan dengan selimut atau bed cover,
  • bawa beberapa bantal hingga posisi kepala terlindung dan nyaman.
  • tralala… jadilah kamar tidur mungil untuk anak.
  • jangan lupa membawa beberapa mainan boneka atau mobil2an agar dia tidak bosan, permainan elektronik akan membuatnya pusing.
  • usahakan sampai di tujuan di pagi hari, agar dia tidak merasakan lamanya perjalanan.

Jakarta, here we come..

0

Korea Project | Tiket Korea Visa Korea

1. HOW TO GET TO KOREA (tiket + visa)

a. the TICKET

Tiket murah ke KOREA

nih banyak alternatifnya, belinya jauh hari lbh murah ya.. 3bulanan lah…

***

Bisa nanya ke Agen Perjalanan:

mereka masih punya tiket promo nggak. Kalo perjalanannya mepet ya biasanya engga lah… Cari aja yang kenal.. kalau ngga kenal, ya kenalan dulu ^^ kan lumayan ( #ehapasih )

Bisa agen yang besar (resiko dapat hargo promo atau harga mahal) atau Agen Cabang… untuk di Surabaya, misalnya, bisa kontak Mas Dhika @marvinmove dengan “Air1 Travel”-nya

***

Browsing langsung tiket promo di WEB perusahaan penerbangannya.

Air Asia, Garuda, Vietnam Air, Tiger Air, Jet Air, dll.

Puyeng sih, tapi seru juga kok

Sampai sy browsing kemaren, cuman Garuda Indonesia yang terbangnya langsung Jakarta-Incheon (airportnya-Seoul… jangan ga gaul ah!). Lainnya bisa transit di Singapore atau Malaysia atau Vietnam atau Taipei. Vietnam misalnya, harganya promo, tapi musti transit di Vietnam dulu semalam. Air Asia juga musti transit di Kuala Lumpur.

Saya? saya akhirnya memilih AA, karena harga.. iya.

Sebenarnya Garuda juga ada promo (diskon besar untuk Seoul-Jakarta) yang membuat harganya SAMA dengan AA (untuk Surabaya-Incheon) tapi kenapa saya akhirnya memilih AA Busan, lihat poin berikutnya yaa..

***

Kalau Garuda punya penerbangan ke Incheon alias Seoul aja, namun penerbangan lain (AA maksudnya) punya jadwal ke Busan alias Pusan. Nah, setelah sy lihat, penerbangan ke Busan selisihnya lumayan lebih murah loh dibandingkan penerbangan ke Seoul (dan sebenarnya kalau punya duit lebih, pemilik tiket AA ke Busan bisa dapat diskon 50% naik Air Busan buat penerbangan ke JEJU ISLAND, alamak!).

dari Busan ke Seoul gimana?

BUSAN to SEOUL

^,^ ada 2 jenis kereta api yang bisa membawa kita dari Busan ke Seoul.

Bisa kunjungi websitenya >>>  KORAIL

1) ada yang namanya KTX – ini kereta bagus nan cepat (sekitar 650.000 IDR dan 2,5jam)

2) ada kereta alternatif, namanya Mugunghwa – kereta nyaman nan murah (sekitar 320.000 IDR dalam 5jam, kalau ambil tengah malam bisa untuk alternatif stay)

website Korail sendiri mudah dimengerti. jadi tinggal memasukkan tanggal kita di Korea dan kita bahkan bisa booking online. Saran: mending beli langsung saat kita datang, supaya tidak terburu-buru. keretanya panjang dan seatnya cukup banyak kok.

b. the VISA

nah ini nih yang bikin tegang ^^ hehehe VISA sodara…  sebenarnya di awal sy ngga merasa tertekan atau tegang dalam pengajuan VISA KOREA. Kenapa? belajar dari sewaktu bikin VISA Schengen di 2012, lancar dan cepat karena tujuannya adalah untuk menjadi penyaji makalah dalam sebuah Seminar yang diadakan oleh Universitas lokal.

[ada yang nanya… VISA KOREA itu apa? bentuknya apa? hmmm, VISA mah stempel ijin masuk ke suatu negara tertentu, ada negara yang bebas VISA, bisa juga VISA on Arrival – maksudnya ga perlu bikin VISA pas mau berangkat,  nah, ada juga yang bikin VISAnya harus sebelum keberangkatan.]

Hanya saja karena waktu saya terbatas, maka keluarnya VISA dan jadwal keberangkatan sedikit mepet ini yang bikin tegang.

Untuk persyaratan VISA KOREA dari website resminya klik: Kedutaan Korea

pelajari dan siapkan.

mungkin Travel Agen meminta lebih dari itu, maklum saja, kan dia tidak mau gagal, tapi kalau kita mengerti maka bisa kok nawar-nawar dikit lah.. misal surat pernyataan Bank, kan sy punya visa schengen di pasport saya jadi ya sy tidak menyertakan itu…

dan karena saya di Surabaya, dan kerjaan lagi full, maka dengan berat hati sy menitipkan pembuatan visa via TX Travel Surabaya. Prosesnya 5 hari kerja, maka dengan pengiriman Surabaya-Jakarta asumsi 2 hari, maka total waktu yang dibutuhkan jadinya 9 hari kerja.

sempet juga sih ada telfon dari pihak agen yang menyatakan kalau tarifnya bakalan lain kalau mau 5 hari, fyi: tarif biasa 650rb 2 minggu, tarif express 1,5jt untuk 5 hari.. haiyaaaa, ya sy bilang ngga ada lah beda tarif, di website menyatakan bikin Visa butuh 5 hari kerja and that’s all… untungnya akhirnya ngga ada tuh tarif lain2.. jadi harus lebih tahu ya… pakai aja jasanya.. pengetahuan harus cari sendiri dong…

Berikut adalah informasi yang dicopy dari website Kedutaan Korea

Pendaftaran dan Pengambilan Visa

  • Pengajuan Aplikasi Visa : 09.00~12.00
  • Pengambilan Visa : 13.30~16.30
  • Lama Proses Pembuatan Visa : ± 5 Hari Kerja ( Proses bisa lebih dari 5 hari kerja jika dokumen dianggap belum lengkap dan interview jika dibutuhkan)
  • Selama Proses Pembuatan Visa, Paspor tidak boleh dipinjam

Persyaratan Dokumen
– Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
– Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto)
– Kartu Keluarga atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan
– Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja- Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
– Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
– Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu:
* Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
* Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
* Surat keterangan dan copy kartu membership golf
* Surat keterangan dan copy kartu membership hotel bintang 5
* Surat keterangan pemegang program jamsostek
* Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun

Yang saya sertakan:

– surat penerimaan makalah di Seminar Internasional

– surat tugas kampus dan keterangan kerja

– surat keterangan suami

– itinerary — dan kebutuhan dana

– copy rekening bank 3 bulan terakhir dengan dana sesuai kebutuhan dana

that’s all…

pokoknya sih, pihak Kedutaan musti yakin bahwa saya:

1. orang Indonesia asli dan tetap akan tinggal di Indonesia (bukannya mau kerja dan ga pulang)

2. punya cukup uang buat ke Korea, spending money di Korea, dan kembali ke Indonesia

Nah, selama 2 hal itu dipenuhi, yakin-yakin aja VISA akan diterima… semangaaaaaaat!