7

Travelling ke Zuid-Limburg (1)

“walk my sadness away”

salah satu kebiasaan lama buat ngilangin kesedihan sy adalah jalan kaki sampai gempor… setelah lama ngga galau tak bertepi, kesedihan kali ini diatasi dengan tujuan : Zuid Limburg atau South Limburg, daerah paling Selatan Belanda, kalau di peta, paling bawah deh.. dan ditemani dengan si tole* -the little explorer-

nl-kaart

Gambar: VVV Limburg

Banyak hal yg menarik dari daerah ini, terutama keindahan alamnya – Belanda kan terkenal flat, nah, khusus daerah ini banyak bukitnya- dan tempat bersejarah – ada perbatasan 3 negara (Belanda-Jerman-Belgia), kastil2, benteng, bekas tambang, dan gua beserta fosil2 yg ditemukan didalamnya- alhasil harus memilih karena waktunya cuman 2 hari aja..

Enschede – Vaals, tujuan: Perbatasan 3 Negara

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu juga ke Vaals *eh apa sih ^^,

sy cari yg simpel2 aja.. yg ngga banyak ganti2 train, bukan hanya ma-ger, namun menghindari ketinggalan kereta (kalau satu rute telat nyampe, bisa ketinggalan kereta berikutnya dan jadwal akan kacau balau bukan? iyeee, sedihnya kereta api Belanda suka gitu..)

perjalanan sy total sekitar 5.30 jam:

  1. Enschede-Utrecht-Maastricht (by train) 3jam 48menit
  2. Maastricht-Vaals (by bus) sekitar 1 jam dengan bus 350 tujuan Aachen, Jerman, turun di centrum Vaals langsung juga bs, namun sy turun di halte Mamelis-350,  lantas ke halte Mamelis-59, ganti mikrolet 59 turun di Tentstraat yg sedikit memendekkan rute jalan kaki jadi 1,8km *irit dikit di km tapi lumayan karena jalanan di daerah ini naik turun..
  3. hop hip hop… Jalan kaki sambil cuci mata dari Tentstraat menuju drielandenpunt

Note: menurut VVV, katanya mau ada Shuttle dari centrum ke Drielandenpunt pas summer pas weekend, praktis buat yg irit jalan

This slideshow requires JavaScript.

Ada apa di Drielandenpunt ?

1-tonggak tempat tertinggi di Belanda

IMG_20170429_135330.jpg2-titik temu perbatasan tiga negara, berada di 3 tempat dalam satu waktu, keren kan..

IMG_20170429_135533.jpg

3-tersedia juga menara tinggi dengan pintu-pintu yg menghadap ke tiga negara, psssst… tangganya berlubang2 gitu, ini bisa sekalian extreme sports kali yaaa… ngga tinggi2 amat benernya kok… buat yg takut ketinggian bisa naik lift.. masuk ke menaranya bayar 3,50 euro (dewasa) dan 2,50 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

4-Labirin seru, tiketnya 5 euro (dewasa) dan 4 euro (anak-anak)

This slideshow requires JavaScript.

5-(walking track dalam) hutan dengan pemandangan yg bagus banget

This slideshow requires JavaScript.

Kata teman2, biasanya mereka menghabiskan waktu 1 jam di area Drielandenpunt buat foto di bunderan batas 3 negara itu sm naik tower (sama makan kentang atau ice cream)..

Kalau sy dan tole butuh 5jam buat lima tempat diatas -__-”

Vaals – Eijsden

puas main2 di Drielandenpunt saatnya kembali dengan rute berbeda, dari drielandenpunt ke centrum Vaals menyusuri perbatasan sambil menikmati pemandangan lah yaaa…

This slideshow requires JavaScript.

dari centrum Vaals, setelah nunut pipis di AH (penting ya!), naik bus 350 balik ke Maastricht sambil nge-charge hp di bus tentunya.. ^^,

dari Maastricht lantas naik kereta Belgia tujuan Liege, turun di desa Eijsden (awalnya sy menyebutnya kota, well, kota kecil, tapi di website2 Limburg bilangnya desa..). Keretanya 1 jam 1x aja.

Dari station, cukup berjalan 200m menuju hotel..

Hotel Cafe Le Bonheur, Eijsden

My Review:

-love it for its convenient location (10min-away from Maastricht by train, 200m-away from the Eijsden train station, 600m-away from the aldi supermarket, and 700m-away from the Eijsden castle)

-stayed in a small cozy bedroom with well-functioned shower room and good wifi-connection

-felt homey and warm atmosphere in the breakfast room (romantic details, books, table-top games for children) and good simple breakfast

-a kind and helpful host..

This slideshow requires JavaScript.

dan yg paling penting adalah….

menginap di hotel ini itu hasil #endorse hihihi alias gratisan 🙂 si owner yg baik hati ini minta di review di sosmed dan di situs pariwisata.. sy langsung berasa penulis yahud deh… tapi asli kok, meski hotel kecil dan old-fashioned (bahkan catatan tamu masih pake buku tamu jaman bahuela, jadi waktu sy check in ya dianya bolak balik kertas gituh), hotel yg kayanya one-man-show inih nyaman dan homey… dan semua fasilitas berfungsi dengan baik… waktu minta kasur tambahan buat tristan aja dia siapin semuanya dengan cepat dan senyuman… what more can I ask?

(to be continued)

 

Advertisements