One-(wo)man Company

hari ini sy mengikuti salah satu phd-course ttg Storytelling.

saking excitednya dan takut terlewat lagi, jadi pengen banget nulis ttg ini deh – meski tulisan ttg pindah rumah dan perjalanan zuid limburg masih nengkri di bagian draft >.<

bukan tentang coursenya, tapi tentang INSTRUKTURnya.. meskipun coursenya juga asik banget karena bisa bertemu dan mendengar berbagai partisipan yg kebanyakan adalah dosen2 atau phd-dosen di kampus… tapi sebenarnya ini bukan yg pertama kali sy bertemu dengan instruktur model beginih di kampus… sudah mo nulis ttg hal ini sejak yg pertama ketemu tapi ya gituuu, idenya menguap begitu saja, naaaa.. sebelum yg hari ini hilang jugah, yak yuk mareee..

sebut saja namanya bu Elsa, bukan bunga, kalau sy tidak salah dengar (maklum hari Senin kadang radar bahasa Inggrisnya belum full-power, huehuehue) sebelumnya dia kuliah matematika, lantas lanjut di jurusan ilmu komputer di salah satu institut teknik ternama di Belanda , lantas bekerja di perusahaan sbg manajer apa gitu sy lupa.. itu karena pengaruh ayahnya yg pebisnis juga.. kemudian karena suatu hal, dia berhenti dan mulai menekuni kecintaannya terhadap storytelling yang kemudian diseriusin buat jadi usaha… sendiri dan bener-bener bu Elsa ini sendirian yaaa…

– one-woman company –

punya website sendiri… kontaknya ya namanya sendiri, imel pribadi… desain2 sendiri… bikin materi sendiri…riset untuk trainingnya juga dilakukan sendiri… shooting sendiri… socmed buat promo dijalankan sendiri… daaaan pelatihan juga dilakukan sendiri, dengan persiapan sendiri (mulai nata kursi, nyiapin peralatan dan materi, juga evaluasi).. setelah pelatihan eeeeh ya dia punya print out sertifikat yg ditandatangani sendiri…

jadi bu Elsa ini training designer, training advisor, training manager, sekaligus trainernya ^^

hmm, kepikiran juga apa sama ya sm freelancer yg notabene juga self-employed.. hanya mungkin sebutan one-(wo)man company ini menekankan multi-taskingnya, sementara freelancer cenderung ahli di satu bidang seperti web-designer atau fotografer.. (*maap, pengetahuan dunia bisnis sy amat kering kerontang…)

yaaah gitu deh..

mendadak pengen MIMPI, merencanakan pensiun dini, trus bikin one-(wo)man company

asyik kali ya? tapi bikin apa ya? training juga laaaa… namanya apa ya? ruang lingkupnya apa ya? waaaa jadi ngga bs tidur sepertinya malam ini… yuuuk mimpi bareng yuuuk…

>.<

 

 

Advertisements

8 thoughts on “One-(wo)man Company

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s