Mencari tempat tinggal (4)

sebagai “mahasiswa” baru di kampus utwente, sy punya jatah housing untuk difasilitasi kampus selama 1 tahun, artinya: mendapat tinggal full-furnished di luar maupun di dalam kampus (tentang housing university of twente baca di sini) pada saat itu sy merasa amat beruntung karena di tengah antrean pencari housing full-furnished kampus, sy mendadak bisa dapat tempat tinggal dalam waktu kurleb seminggu sebelum keberangkatan…

de stadsweide

sebulan pertama sy nengkri cantik dulu di apartemen naungan kampus utwente namun lokasi di tengah kota, de stadsweide, apartemen sharing ber3 dan semi-furnished – yg buat sy jadi super furnished gegara tinggal bersama 2 cewe post-doc baik hati super sibuk, yang pernik2 tempat tinggalnya lebih-lebih (sampai sy diminta bawa beberapa pas keluar dari apartemen cobaaaa ^,^) lantas lokasinya inih, yg bikin keinginan shopping tidak bisa dipasung, pulang dari kampus selalu nyempetin buat melipir ke v&d atau hema yg waktu itu lagi sale gila-gilaan (karena v&d mo tutup, hema-nya mo pindahan)..

mondriaan

kemudian 11 bulan berikutnya sy lewati dengan nyaman tentram jaya juga di apartemen naungan international housing office utwente, apartemen mondriaan yg semi-private dalam kampus, errrrr ekstra olah raga naik turun tangga lagi (baca ceritanya di sini), huehuehue, dan dapet tetangga yg super seru buat ngobrol ngalor ngidul meski umurnya kurang dari setengah umur sy beda dikiiiit.


nah, kesalahan sy adalah:

membiarkan diri terlena dan menafikan kenyataan bila mencari tempat tinggal (+di belanda)(+berdua sama anak)(+phd dgn beasiswa dikti) itu relatif tidak mudah… relatif.. iyaaa.. relatif… namun ternyata amat sangat tidak mudah buat sy… tau gitu kalau perlu dari awal deh sy langsung berburu tempat tinggal *terisak-isak *drama usaha via email untuk merayu pihak housing kampus untuk memperpanjang sampai sy dapat housing ngga berhasil juga, otomatis sy musti usaha lewat jalur lain..

pada masa itu sy masih kekeuh dengan kriteria tempat tinggal idaman:

  • musti deket kampus (secara waktu sy akan habis di kampus)
  • paling engga ada 2 kamar tidur (rencana mo bawa anak)
  • NO MORE 4th – 5th floor – sudah cukup langsingnya pegelnya kok… hahaha…

untuk mencarinya, ada berbagai alternatif yg membuat sy install fesbuk apps lagi (*alesaaaaan):

  1. grup2 fesbuk > nongkrongin grup2 fesbuk marketplace utwente-itc, saxionsaxion, dan housing di enschede dengan cara ini, biasanya bisa mendapat tempat tinggal lungsuran, maksudnya dari penyewa sebelumnya.. yaa, ada temen yg bahagia banget bisa dapetin apartemen bagus, ga bayar makelar rumah, lokasi di centrum (city center) beserta barang2 milik penyewa sebelumnya yg diberikan dengan harga paketan promo… asyik emang, sayangnya tawarannya jarang banget, daaaan pernah sy cape ngelihat fesbuk, mutusin buat absen bbrp hari aja, eh ternyata malah pas ada tawaran asik yg pas sy hubungi sdh hilang deh…
  2. fesbuk page > via makelar officialnya kampus, de veste, buat dapetin studio/private room un-furnished dalam kampus, yang di-iklanin di fesbuk (tapi musti register imel dulu di websitenya yaa)… dalam sebulan biasanya ada 3-6 studio/room yg ditawarkan, dan kurleb 8 bulan sy ikutan apply, daaaan belum beruntung, jadi sebel juga pas tahu ada student yg belum lama dateng namun sdh bisa boyongan kesana… kok bisa??? yaiyaaaa, sistemnya LOTRE, jadi… yaaaa I would need tons of luck.. pssst, bahkan saking desperatenya kadang sy ngga isi form sekali doang, hihihi, versi inggris dan versi londo sy isi semua formnya… ^.^v
  3. website makelar rumah macam: smartwonen, funda, huurwoningen, domica, (browse the names) etc biasanya berbayar (ongkos adminnya sampai sekitar sebulan uang sewa), dan tempat tinggal yang ditawarkanpun jarang ada yang terjangkau sama kocek, beberapa kali sy menemukan studio atau apartemen yg asyik, ngga bayar banyak, eh tapi ngga disetujui karena pendapatan dianggap kurang (biasanya diminta pendapatan 2-3 kali lipat harga sewa rumah), atau karena pendapatan sy adalah beasiswa dari non-londo, atau karena tempat tinggalnya ngga sesuai untuk anak…
  4. website makelar rumah yg sepertinya non-private, karena bisa punya akses ke database kependudukan.. yang sy ikutan ada dua, woonplaats dan domijn, dan sistemnya lotre… hiyaaaaa lotre lagi… di dalam websitenya dibagi jadi 2 kategori, dibawah atau diatas 710.. untuk kategori dibawah 710, biasanya dalam kisaran 450-600an, lumayan sih.. cuman sekali lagi, sistemnya lotre.. untuk satu tempat tinggal yg murce kadang yg apply mencapai 200an… >.< lantas akan kepilih 3 kandidat buat datang ke open house, kans paling gede ya kandidat 1 laaaa, dan selama berbulan2 sy dikabarin jadi kandidat pun baru sekali – itupun kandidat ke-2, dan belum berhasil, oh ya.. untuk bisa apply ke agen rumah ber-subsidi ini harus sudah memiliki IB60 (pernyataan pendapatan dari dinas pajak, silahkan browsing, ngedapetinnya bisa pertelfon atau rikues online, sy rikues online krn bisa mabuk kalau dengerin bahasa belanda via telfon, meski bisa juga rikues via sekretaris departemen, hihihi)

sy jelas dong, berbulan-bulan memasukkan pencarian rumah di jam2 pertama di kantor… fesbuk dan website makelar2 rumah jelas ter-bookmarked.. nah ini yg bikin capek, habisin waktu, dan bikin stress gegara waktunya makin mepet sama jadwal pengusiran ^.^ alias habis kontrak… makanya lantas overthinking: harusnya mungkin dari awal sy sudah mulai mencari, secara belum begitu jodoh sama sistem2 ala lotre ginih…

lantas apa sy dapat tepat waktu? tidak, pemirsaaah…sampai habis kontrak, ternyata sy ngga berhasil dapetin tempat tinggal… padahal bocah kesayangan sudah sampai di londo…
namun, di detik2 terakhir, syukurlah, ada keluarga yg berbaik hati (namun smg ngga depresih) menerima kami berdua yg gesrek inih *-___-* dan bonusnya: they happened to be such a super cool couple with adorable babies *bikin jadi pengen punya bayi lagi *halah *abaikan


setelah pindahan, sy ngga lagi ketat dengan persyaratan impian sy, mau studio, apartemen, rumah.. semua-semua diklik, semua semua dilamar, apa aja mau deh, asal lokasi ngga bikin trayek sepedaan makin jauh gituuuu… mau kamar satu apa dua apa tiga, asal harga masih terbayar ya hayuuuuk…

*mauan yaaa
akhirnya yaaaa, akhir bulan lalu, sy menjadi kandidat ke-3, untuk sebuah rumah, rumah looo bukan apartemen atau studio, rumah londo yang dibangun tahun 1922… rumah londo biasanya tidak hanya satu lantai, ada ruang bawah tangganya, ada attic-nya, juga halaman belakang.. kamarnya lebih banyak dari yg kami butuhkan, dan  lokasinya lebih dekat ke pusat kota daripada ke kampus.. setelah open house berlalu, pas sy telefon nanya kemungkinannnya dijawab: “oh, kamu kandidat ke-3 (*i know), ada kemungkinan kandidat ke-1 atau 2 menerima, jadi tunggu email dari kami saja ya…” haiyyaaaa, itu sih sy tau, eniwe… sy ngga terlalu super berharap juga sih jadinya… apalagi setelah dibilang salah satu persyaratan adalah IB60 2015 & 2016 sementara sy cuman punya yg 2016 aja.. pasrah bangeeet…

tapi kayanya justru karena pasrah gitu malah syukurlah kami dinyatakan sebagai pemenang haisy, penyewa maksutnyeee *jump for joy

happy ending? well, ehmmm, gimana yaaaa… ternyata pindahan ke sebuah tempat tinggal yg un-furnished ngga semudah yang sy bayangkan, meski sudah pernah baca2 sebelumnya, misal dari referensi wajib ibu ratu “queen of babble” atau dari website ACCESS

ribet ending tepatnya…

-to be continued-

Advertisements

3 thoughts on “Mencari tempat tinggal (4)

  1. Pingback: Tangga Rumah Londo | @MaureenMoz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s