Memilih Tempat tinggal (1)

Memilih tempat tinggal saat kuliah di luar negeri biasanya menjadi satu kegalauan yang penting-penting ngga penting *opo toh maksute hehehe, maksud sy ini mah subyektif sekali.. tergantung orangnya… dan duitnya jugakah? hmm ini relatif, jadi mari kita kesampingkan dulu…

pertanyaan pertama yang biasanya muncul saat mencari housing saat kuliah di luar negeri adalah:

nyari housing di/dekat kampus apa dekat pusat kota?

note: kalau kampusnya tidak di pusat kota loh ya… kalau di Enschede sendiri, jarak dari centrum atau pusat kota ke kampus University of Twente (UT) itu kurleb 5km ^^ sama lah kayak dari CBD Sydney ke University of Sydney (USyd)… naik bus bisa, naik sepeda setengah jam-an lah (kalu sayaaaa ^^,), lari/jalan kaki kalau mau sehat.. jadi benernya galau ini tak beralasan kan?

  1. tujuan | prioritas tujuan kuliah di luar negerinya apa? belajarnya apa hidupnya? dua pilihan ini sifatnya ngga hitam putih kok, hanya mana yg menjadi prioritas aja..
    • kalau pilih belajarnya, pengalaman hidup juga akan mengikuti nantinya… nah, kalau menempatkan fokus pada belajar ya monggo tinggal di dalam atau dekat kampus, tinggal di dalam kampus bikin fokus sama kuliah, gimana engga.. kan yg dilihat kampus muluuuu ^^
    • kalau pilih buat ngerasain hidup di luar negeri atau ingin menyeimbangkan hidup, ya tetep belajar toh, wong visanya visa belajar… misal kalau belum-belum sudah merasa bakalan mual ngeliat kampus, dan ngerasa butuh penyeimbang, ya monggo pilih dekat kota…
  2. prosentase jadwal harian | lihat jadwal harian kuliah dan belajar (di perpustakaan) atau kegiatan yang membutuhkan fasilitas kampus
    • apakah bidang yang ditekuni memerlukan waktu banyak di dalam kampus atau belajar di perpustakaan? kalau iya, lebih enak di dekat kampus dong
    • kalau kuliahnya banyak belajar mandiri atau justru banyak tugas luar dan jalan-jalan ya lebih cocok di pusat kota..
  3. semangat | tanyakan pada diri sendiri, lebih semangat kalau pergi kemana? kuliah atau belanja dan cuci mata? karena menempuh perjalanan -apalagi kala winter itu membutuhkan semangat untuk mendukung kegigihan dan perjuangan…
    • kalau emang lebih semangat belanja dan cuci mata, tinggalah di dekat kampus, jadi kalau harus belanja dan cuci mata agak jauhan ngga jadi masalah…
    • kalau lebih semangat kuliah, yaaa bolehlah tinggal di kota… kan ngga jadi masalah kalau pagi2 buta kala winter harus mengayuh sepeda menempuh dinginnya pagi atau semangat ngejar jadwal bus yang jarang delay

 

nah, karena pertimbangan diatas itulah, sewaktu kuliah master di Enschede, jelas sy milih tinggal dalam kampus..

satu alasan kuat sy adalah ngebayangin kalau ngga lagi kuliah masa iya sih sy bakalan pengen tinggal dalam kampus? hahaha, kan ngga mungkin lah yaaa…

yaaa jadi dalam satu periode ini deh sy milih tinggal dalam kampus…

biar sy lebih rajin belajar dan rajin ke perpus dan juga rajin memanfaatkan fasilitas gratisan… asiknya lagi, tidurnya lebih panjang, 10 menit sebelum masuk kuliah sy baru deh bangun dan ngebut ke ruang kelas, wkwkwkwk…trus kalau ada sela antara kuliah atau kegiatan bisa pulang dan tiduuuur, eh, ke perpus maksudnya ^^v toh sy orangnya lebih semangat buat pergi jalan-jalan, cuci mata, dan belanja, daripada kuliah… huehuehuehue…

kalau kamu mau/lagi/seandainya kuliah, bakalan lebih pilih on-campus atau off-campus housing?

 

*dalam rangka berburu tempat tinggal yang baru nih

 

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Memilih Tempat tinggal (1)

  1. Menjawab pertanyaan.
    Kalau saya milih di luar kampus dan di luar kota (he he), karena dalam kampus biaya apartemen mahal (nggak nutuk beasiswanya) sedangkan kampus berada di tengah kota, nah lhoo… 😀
    Ternyata di luar kampus (sekaligus di luar kota) tetap bisa belajar asik sembari selalu menikmati perjalanan pagi/petang ke/dari kampus. 🙂

  2. Off campus! Hehe ini pengalaman pribadi, on campus yang dulu kutempati nggak enak banget. Begitu keluar I felt alive! Rata2 mungkin krn on campus itu terpencil tempatnya dibandingkan off campus yang frekuensi kendaraan umumnya lebih sering

    • eh iya, bener juga… iya iya, di Enschede juga gitu, kampusnya di perbatasan dengan kota lain.. jadi kesannya terpencil… maksudnya biar tenang kali ya… ^^

  3. Kebanyakan kampus di luar negeri dibangun di derah sepi. Setuju saya ide begitu. Jadi tujuan belajar yang tenang bisa kesampaian. Toh nanti kebanyakan lulusan perguruan tinggi banyaknya juga tinggal di kota.
    Tempat tinggal kalo menurut saya lebih baik dekat kampus. Ada tugas atau belajar lebih gampang ke kampus.
    salam

  4. Diluar kampus…karena antrian untuk masuknya dan biaya untuk cari disekitaran juga mintilihir mahalnya…:)) Minimal transportasi nggak mahal atau bisa jalan kaki kalau kotanya kecil…

  5. Kalau aku lebih milih deket kampus, meskipun suka jalan jalan tapi pasti jalan jalan itu gak se intens ke kampus..

    Dan yap setuju, aku suka tidur dulu di kosan dulu waktu kosan deket sama sekolah. Nanti kalau udah masuk, balik lagi. Nah kalau housing nya jauh, mana bisa bobooo haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s