Ikutan Rapat Jurusan

cerita serius (jadi yg laen ngga serius????)

Siang ini adalah pertama kali sy datang ke acara rapat jurusan sy, Teknologi Instruksional, tentang penelitian dan pendanaan. Rapat ini rutin diadakan sekali di tiap bulannya. Agendanya membahas proyek-proyek yang dikerjakan dosen-dosen dan deadline proyek (dan pendanaan) baru. jadi ceritanya emang banyak rapat rutin di jurusan, ini hanya salah satunya. Kenapa sy diundang? ehem, meski bukan dosen tapi Phd Student kan dianggap bekerja, jadi diharapkan sy bisa urun saran buat jurusan, kayanya sih.. atao kalau engga ya sungkan aja, wong semua diundang.

Ada ketua jurusan (kajur untuk S1-S2-S3, ya head of the program), ada koordinator pengembangan jurusan (kpj), tapi sekretaris jurusan tidak terlibat, karena sekretaris jurusan benar-benar urusan sekretariat, 1 orang saja, Kalau untuk kemahasiswaan (S1&S2) ada TUnya sendiri di fakultas, kalau kemahasiswaan S3 ada TUnya sendiri di Universitas. Kami ber-14 (harusnya sekitar 17an), sy satu-satunya yg internasional. Ada 6 pria, – 5 berumur, dan 8 perempuan muda (dan OMG mereka cantik-cantik semua… sy serasa lagi rapat di kantor majalah mode, sek, hmmm… jadi… sy? Ah lupakan ^^, rausah dipikir ya, yg pasti sy yg paling tua -___-“)

Dibuka oleh si dosen muda perempuan, rupanya dia yang tanggung jawab untuk mencatat semua data penelitian di jurusan. Dia yg mengundang, dan jadi moderator, bagian nge-cut dan nyuruh ngomong pokoknya berkuasa penuh saat rapat, ngga ada senioritas apa anak baru (jadi sy juga kena tunjuk – awakmu ngerti opo ora? ngertine teko ndi? mak gluk..serasa ujian lisan ketika semua mata memandang menunggu jawaban sy. padahal kan sy maunya 3D datang duduk diam..apalagi kalo pertanyaannya: “do you get the chocolate out of it?” meskipun lagi lapar berharap ada makanan yang ternyata ngga ada tapi untuuuuung sy ngga jawab: yes i want some chocolates! dengan lantang ^^hihihi… untung masih bisa pake logika).

Ada banyak penelitian yang sedang berjalan, bla bla bla. Topik ini berjalan cepat karena proyeknya proyek yang sudah lama berjalan, hanya ada satu yg agak lama dibahas karena baru tadi pagi eksperimen dilakukan di sebuah sekolah tingkat atas yang katanya memiliki indeks tekanan mental terendah se-Belanda tahun 2015 – jadi anak-anaknya yg paling bahagia deh (tingkat kebahagiaan murid diukur secara rutin dan dilaporkan secara terbuka di surat kabar harian looo, bahagia itu penting!).

Agenda kedua tentang pengajuan proyek, tampak sekali yang memiliki banyak ide adalah sang kajur dan kpj, karena selain mereka berdua belum ada yang mengajukan. Setiap ide dibahas seru (buat sy itu dibantai, karena pertanyaannya bertubi-tubi dan dari banyak orang). Topiknya video instruksional, alat meringkas video berdasar algoritma, pengembangan game manajemen krisis, dan beberapa lainnya (maafkan kalau salah… kupingnya lagi upgrade English 3.7). Pertanyaannya cukup seram2 (apa bedanya dengan bikin trailer film?, apakah itu menurut anda atau ada studi empirisnya? Apakah anda mengembangkan ide berdasar masalah yang ada di masyarakat atau keilmuan? Yang buat sy, dapat paham pertanyaannya aja udah bikin otak harus di-debug) Tapi kelihatan banget sang kajur dan kpj bisa menjawab dengan santai dan amat detail dalam waktu singkat tanpa ada intonasi yang beda. Kebetulan dua orang yang peneliti aktif dan perfeksionis ini adalah dua pembimbing sy (mateng toooooh….).

Setiap penelitian dibahas pula potensi pendanaannya dan siapa yang akan dilibatkan. Berapa juta? masuk mana? buat apa aja?. Hal ini tampaknya penting dilakukan karena jurusan mendanai kegiatan mereka sendiri, misal untuk mengadakan acara gathering non-akademik (makan-makan atau jalan-jalan), atau mengadakan penelitian mandiri, menghadiri konferensi, dan mendanai siswa asing yang bayar sppnya kurang (ME!). Jadi dosen ndak pernah keluar duit buat urunan apapun saat kegiatan jurusan.

Agenda tambahan adalah memikirkan konsep yang akan diajukan ke kampus dan membahas program-program baru di kampus, yaaa sekaligus ngegosipin biro pengembangan kampus yang orangnya banyak banget (pantesan duitnya cepet habis) atau kebijakan yang tidak akademis (misal beli peralatan DJ ^^ atau beli peralatan fitness). Sumbangan ide apa yang bisa diberikan jurusan ke kampus agar kampusnya tetap jaya. Tetap dibahas ada pendanaan apa tidak, atau kalau bikin proposal bisa dibiayai atau tidak. Kemudian karena lagi pada ngga punya ide (ngga semangat karena ngga ada dananya kali?), ya dibahas apakah ada penelitian yang sedang dilakukan yang nantinya bisa diterapkan di tingkat kampus (Wow.. tetep niat loo mikirin kampus)

Acara selesai dalam waktu 1,5 jam (12.30-14.00), lajunya cepat tapi ngga ada eyel-eyelan, tidak ada makanan, hanya 3 thermos kopi yg disediakan. Tidak ada absen karena undangan via email, langsung ada respon button mau datang apa engga – jadi langsung ada rekapan (kayanya), ngga ada foto-foto, dan ngga ada yg pegang hp (ngga semfat deh). Hasilnya direkap dalam timeline dan beban tugas penelitian dosen.

Bagaimanapun pertemuan ini cukup efektif untuk menjadikan Universitas ini terpampang namanya di 10 besar universitas dunia yang paling banyak publikasi bidang Teknologi Pendidikan (2010-2013) seperti yang sy baca di buku Educational Media & Technology Yearbook (Springer-2015) note: baru baca sampai daftar isi aja kok ^^. TPWoW kan.

Daftar nama universitas diatas bisa jadi referensi buat yang mau lanjut s2 atau s3 bidang Teknologi Pendidikan yaaa.

Advertisements

One thought on “Ikutan Rapat Jurusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s