Refleksi

As a teacher, i would know for sure that reflecting is necessary. No matter how we learn, it is reflection that makes an experience THE learning experience.

But reflection needs time (and guidance).

Reflection does take time.

however, I believe that it helps us to be a better learner and thinker, and knowing ourselves better, then eventually, it makes us happier.

Jadi iya (loh mode bahasa kepencet, maaf ya, beralih bahasa Indonesia) setelah menemukan password wordpress yang hilang (bukan tertukar) sy memutuskan untuk menulis untuk refleksi.. krn ngerasa kalu sy orangnya telat banget mikirnya dan bapernya… berlari kencang tapi trus pas udah lama lewat kejadiannya baru mikiiiir – trus baru kerasa sedih apa seneng apa terharu apa marah dll.. Sampai-sampai, keluarga dan teman selalu ngomentarin: kretone wes liwat mbaaaak (keretanya sudah lewat, translated) artinya yaa, sudah berlalu.. Tapi kan meski sudah berlalu harusnya ada yg bisa dipelajarj dong.. Jadi lain kali, bisa lebih cepat reaksinya, dan lebih tepat emosinya.. Maunya sih.. Meski sekarang ya tetap aja begitu.. Kemungkinan terbesar karena ada rasa takut salah atau bahkan  ada kecenderungan low self-esteem.. *siapa saya gituuuuuu

Ok, Teorinya.. Refleksi itu butuh WAKTU dan ARAHAN..

waktu, artinya waktu yg tetap.. Lo pikir kenapa jadwal itu diciptain? Dan siang malam itu ada waktunya, bukan suka-suka? yaa.. Ini halangan pertama, mengingat sy adalah orang yg  super fleksibel, tanpa jadwal, cenderung ganti rute tiap hari, bahkan disaat yg ga tepat (itu o’on kali ya >.<) for me it’s train time.. Tiap naik kereta, solo travel, watching the trees moving backward.. Itu waktu berpikir.. Benernya kalau mau sehat, pas waktu jogging kali ya.. Berhubung sy engga, ehm, bukan, ehm, tidak, ehm belum memiliki naluri kesehatan jasmani, maka ya harus cari waktu lain.. At the end of the day? Boleh.. Dgn catatan ngga tepar.. Ataaaaaau.. On Sunday just like today.. So we’re not only reflecting but then also planning for the whole week..

Arahan, kalau di kelas – akan ada guru yang ditakuti, yg punya harapan ke muridnya, jadi mau ngga mau ada beban untuk mengerjakannya.. Lah kalau refleksi diri sendiri bagimana yak.. MENULIS.. dan dipublikasi atau at least, dibagi dgn seseorang.. Yg akan membuat kita punya “kewajiban” untuk menyelesaikannya.. Untuk ini, so far, ada 2 request menulis.. Miamore wants me to write him daily, so i write him email at least once a day in a quick way without any hesitation and about anything during the day.. And my new sister asks me to write her once a week..

looo terus blognya ngapain? Ya kan engga mûngkin nyampah tiap hari lah ya.. Kan eike juga JAIM.. Hihihi.. Blog will still be a log book for my experiences..

Sekian untuk hari ini, sudah bahagia banget bisa nemu password, seru aja kemaren di bibliotheek Enschede kayak detektif mau cracking an important code gitu..

Happy Sunday, Reflect and be Happy!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s