Tristan, UAS, dan ibu

Belum Hari Ibu memang, tapi akhir-akhir ini spesial karena sy pertama kali mendampingi Tristan UAS yg pertama kali dalam hidupnya… tapi, hampir setiap saat itu spesial – mengingat selalu ada waktu pertama kali mengalami sesuatu bagi Tristan…

– tentang ujian akhir semester & Tristan

beberapa kali sy sempat ngobrol sm Tristan ttg “ujian”… —– apa sih ujian? kenapa sih ujian? untuk apa sih ada ujian? apa yang hrs disiapkan untuk ujian? ——  sering terlibat di ujian skripsi mahasiswa di kampus tidak membuat diskusi ini menjadi lebih mudah.. menurut tristan, ujian ya ujian, kadang kan orang bisa lupa, jadi ujian itu ya biasa aja, ya seingatnya saat itu -____-”

– saat menunggu uas

setelah tristan masuk kelas, sy duduk bersama banyak ibu di luar sekolah… sy merasa santai dan melarutkan diri asyik ngobrol ngalor ngidul bersama ibu lainnya.. beberapa waktu berlalu, dan ibu-ibu mulai gelisah…

ada anak yg terlambat.. mereka membahas panjang, kenapa orang tua tidak menyiapkan anak untuk uas, datang lebih awal, bla bla bla

ada anak yg nampak keluar kelas.. mereka membahas panjang, kenapa sampai si anak bisa keluar kelas alasan mau ke toilet tapi dengan melenggang kangkung, bla bla bla

sampai satu ibu mengeluarkan klipingan kertas dari dalam tasnya… sy lirik… astaga.. kumpulan soal! ibu itu membuka2 sambil mengingat yg mana yg kira2 anaknya belum bisa… trus tanya sy, bgmn Tristan belajar kemaren..

satu asisten rumah tangga bercerita dgn serunya, betapa si anak laki-laki dimarahin mamanya semalaman karena tidak juga bisa belajar dgn tenang… trus tanya, bmn Tristan belajar kemaren..

satu eyang mau melihat ke kelas karena takut si kecil mengantuk krn harus belajar lagi pagi harinya… trus tanya, bgmn Tristan belajar tadi..

dan rasanya semua mata memandang sy…

nodong jawaban…  dgn tatapan seolah di dahi saya tertempel label “DOSEN” dengan tulisan kecil “tahu cara mendidik anak dengan baik dan benar”

Tristan?

kemaren sepulang sekolah Tristan ngajakin sy makan siang di salah satu mall kecil, sambil lihat mainan dan ngobrol2 ttg teman2nya (dan sekilas tentang materi Budi Pekerti – Materi UAS ke-2).. pulangnya Tristan tidur siang… lantas sepanjang sore sampai malam Tristan nonton TV (ya, nonton TV, saat menyebut kata ini ibu2 langsung kasak kusuk)… trus main games (saatnya kasak kusuk lagi).. trus sebelum tidur kami melihat2 sekilas buku tematik tema “Kegiatanku di Sore Hari” (yang jadi materi UAS ke-1) dan membaca petualangan di sungai ajaib (enyd blyton)…

ada pertanyaan: “nilai Tristan 100 semua ya waktu UTS?”

hihihihi, ya engga lah… pas UTS apa lagi, Tristan ngga tau maksudnya apa disuruh ngisi kertas banyak banget..

ada pertanyaan: “lah, ibu ngga pengen anaknya senang dapat nilai 100?”

hmm, ya iya lah… sy ingin Tristan SENANG dapat 100, artinya dia faham kenapa harus 100, apa artinya 100.. tapi kalo engga juga ngga apa..

pandangan mata ibu-ibu mulai berubah… jadi ngga enak >.< akhirnya sy memilih kabur ke kantin baseball untuk sarapan..

seorang ibu bisik2 ke saya beberapa waktu kemudian — > ibu-ibu yg lain kasihan sm Tristan, kok ibunya ngga disiplin amat sih ngga ngajarin anaknya belajar, katanya dosen, ngerti kurikulum 2013, kok ngga ngerti kalo saat ujian itu harus diajarin, ibu macam apa itu… bla bla bla

-gluk-

dan Tristan memeluk sy, sudah ma, ngga usah didengerin, cuekin aja… >^.^

Advertisements

One thought on “Tristan, UAS, dan ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s